Vitamin A D E K

…bukan. kalo dilihat dari judulnya, kesannya kayak aku bakal ceramah soal kesehatan di sini. bukan.. aku nggak sesehat itu. aku bahkan masih ngerokok 7 batang dalam 12 jam.

jadi.. aku udah cukup lama kenal sama cowok bernama Willy, dan maksud dari ADEK itu adalah– adik (iya, tau.. nggak jelas banget). entah kenapa, baru akhir2 ini aku sadar kalau willy itu lebih kelihatan kayak kai. sama manisnya, sama lembutnya, sama penakutnya. walau dia kelihatan kayak kai, jelas aku nggak akan berani meluk2 dia.. bisa2 aku digebuk sama kai pake roti prancis.

beberapa hari yang lalu, hari jumat, aku ngobrol sama dia di starbucks. dia curhat cukup banyak padaku.. mungkin karena cuma berdua, dia jadi lebih leluasa ngomong. salah satu hal yang dia curhatin adalah ‘dia pingin jadi berwibawa’. aku nggak tau dia kesambet apa sampe2 bilang aku berwibawa.

dari yang aku lihat dari anak ini, dia jelas penakut. bukan penakut dalam artian dia takut hantu atau apa. tapi dia selalu melangkah dengan kehati2an super. dia orangnya juga sangat religius. jadi segala sesuatunya dia jalankan sesuai perintah Tuhan nya. nggak salah, sih. dia berhati2, baik, religius, dan mendedikasikan seluruh hidupnya pada Tuhannya. nggak ada yang salah dari itu.

tapi, berbeda kalau dia menginginkan sesuatu yang lain.. berwibawa. apa sih, berwibawa itu? berwibawa adalah berpikiran terbuka meskipun memiliki opini sendiri (menurutku).

nggak semua orang bisa berwibawa tanpa pengalaman pahit (yang tanpa pengalaman pahit, biasanya yang bisa melihat dari berbagai perspektif atau pada dasarnya memang punya pikiran terbuka). mungkin, menurutku, termasuk kayak willy. dia anaknya terlalu polos, sampai2 dia nggak tau gimana cara berwibawa (karena perspektifnya masih sempit dan naif). dan aku bikin blog ini bukan cuma buat willy, tapi buat orang2 yang punya tujuan sama, tapi nggak tau caranya.

 

kalau bertanya padaku, jawabanku pasti sangat ekstrim. aku nggak memaksa kalian melakukannya. dan kurasa, kalau kalian ingin melakukan saranku, sebelumnya, kalian harus cari teman sejati kalian untuk menarik kalian kalau2 kalian terjebak dan nggak bisa keluar. intinya, bikin persiapan sebelum kalian melakukan saranku. (aku juga biasanya memberikan saran kayak gini ke orang2 yang berada di dekatku/dalam jangkauanku aja)

saranku adalah:

kalau kalian memang ingin berwibawa, bagiku, ada satu jalan ekstrim.. yaitu dengan menjatuhkan diri kalian sendiri ke lubang hitam. banyak motivator2 memberikan masukan dan pandangan positif secara naif. motivator juga biasanya ngasih penyelesaian langsung pada jawabannya, bukan konsepnya. segala sesuatu, khususnya dalam belajar, konsep itu sangat dibutuhkan. konsep itu guidelines seseorang dalam mencapai hal2 tertentu.

konsep yang kuberikan di sini adalah: orang bisa berwibawa bila orang itu pernah merasakannya/punya pengalaman. orang berwibawa datang dari bawah, nggak bisa tau2 dia ada di atas dan disebut berwibawa. dan buat orang2 kayak willy, yang selalu menjaga langkahnya, jelas dia nggak pernah jatuh. dia selalu pegangan sama ‘tangan Tuhan’ sehingga nggak pernah terjerumus. sebenarnya, ini adalah hal yang bagus buat orang2 yang pingin menjadi berwibawa. mungkin step pertama adalah menjadi religius dan punya hubungan baik dengan Tuhan kalian masing2. intinya, kalian harus punya iman yang kuat (bukan fanatik).

setiap orang punya caranya sendiri untuk bangkit kembali dari ‘jatuh’nya. kebanyakan motivator cuma memberikan jawaban mereka aja. padahal, belum tentu jawabannya cocok sama orang lain. karena itu, maksud dari menjatuhkan diri adalah, kalian harus keluar dari comfort-zone kalian masing2, menjadi liar, jadi nakal, jadi bandel. lalu, dengan kereligiusan kalian, cobalah kalian cari jalan keluar kalian sendiri.

jalan yang kuberikan barusan sangat ekstrim dan aku juga nggak begitu yakin kalau jalan ini juga bekerja untuk sebagian besar orang. aku juga takut salah ngasih penjelasan sehingga ada salah paham.

oke, mari kuperjelas lagi maksudku.

 

ada berapa banyak orang di antara pembacaku yang sangat berhati2 dalam melangkah? berpegang teguh pada Tuhan, dan semacamnya? kurasa nggak banyak (karena aku di sini juga bahasnya bukan sesuatu yang religius :p).

kayak yang udah kubilang, orang berwibawa itu kebanyakan orang yang datang dari bawah. artinya, umunya, orang berwibawa menjadi berwibawa karena pernah berada di dasar lubang kehidupan, tapi suatu ketika, mereka bisa keluar dari sana dan tidak lagi menjadi sampah masyarakat. mereka punya berbagai pengalaman ‘terjerumus’. kayak pemakai narkoba, orang2 yang terjerumus ke seks bebas, dan semacamnya. orang2 yang berhasil keluar dengan caranya sendiri (punya keinginan keluar) atau ‘ditarik’ oleh Tuhan ke jalan yang benar, biasanya akan terlihat sangat berwibawa ketika bicara atau memberikan tanggapan. kenapa mereka bisa begitu? karena pengalaman mereka itu. karena mereka tau rasanya ketika berada di sisi lain kehidupan, makanya dia bisa memberi tanggapan tanpa mencerca sisi kehidupan tersebut.

jadi, maksudku menjatuhkan diri adalah mencari pengalaman. kalau kujelaskan lewat pengalamanku: aku lahir di keluarga yang nggak hangat. ayah tiriku preman, ibuku.. well, nggak bisa dibilang ibu. karena ayah tiriku preman, aku punya banyak pengalaman dengan kehidupan ‘terpuruk’ ini. aku minum, merokok, dan berjudi sejak kecil. aku pernah lihat orang bunuh diri, aku pernah lihat orang membunuh orang lain, aku pernah melihat ayahku menyiksa orang lain, dan lain semacamnya. aku juga pernah mencicipi narkoba. aku juga sering main ke tempat2 prostitusi. mungkin, hampir semua kehidupan malam udah pernah kucicipi. dulu, aku suka kehidupan itu karena kuanggap segalanya gampang. laper, nggak punya duit, tinggal malak. mau minum2, tinggal ancam orang pake pisau. lagi stress, tinggal minum2, ngerokok, dan nyicip narkoba. di sana, segala sesuatu bisa selesai dengan singkat. nggak perlu usaha keras, tanpa kompromi. dan dulu, aku benci orang2 kalangan atas karena menuruku, mereka memandang kami dengan pandangan merendahkan. padahal, kalo diancem dikit, mereka kicep. istilahnya, mereka lemah tapi sombong. setiap aku menemukan ada orang memandangku yang lagi asik minum bir dengan sudut mata mereka, langsung kuganggu.

dulu aku juga beranggapan, orang atas sombong karena punya banyak duit. mereka enak, duit dateng begitu aja, punya rumah tinggal yang nyaman, tentram. kami kerja sekeras apa pun, kayaknya nggak bisa beli rumah sebesar rumah mereka. lalu, kayak yang udah kubilang, aku nggak suka mereka memandangku dengan sudut mata. kami juga manusia, kenapa kami dipandang kayak sampah? memangnya, salah kami kalau kami punya kehidupan begini? di lubuk hati paling dalam, jelas kami nggak mau punya hidup kayak gini. kami pingin juga hidup kayak kalian, dan aku pingin juga merasakan sekolah yang tenang tanpa harus kerja. aku juga bilang kehidupan itu menyenangkan demi menghibur diri. (…malah curhat)

tapi suatu ketika, aku harus kabur dari ayah tiriku bersama adik kembarku. kabur, menghidupi diri sendiri, lalu sampai di indonesia dan diasuh oleh keluarga dari kalangan menengah. setidaknya, pada stage ini, aku nggak perlu kerja sambil sekolah. aku bisa belajar tekun, bisa bergaul sama teman2 baru. awalnya, aku punya kesulitan dalam bergaul karena aku jelas2 berbeda. aku dianggap ‘nakal’, padahal kalau dulu, aku dianggap hebat kalau bisa melakukan sesuatu yang illegal. sekarang, aku harus dihukum karena melakukannya. di sini, aku mulai belajar tentang kehidupan orang2 kelas menengah. tata krama mereka berbeda, gaya hidup berbeda, bahasa mereka berbeda. di satu sisi, kuanggap mereka memang lebih baik daripada kehidupanku sebelumnya. tapi di sisi lain, aku menganggap solidaritas mereka kurang.

dalam beberapa tahun, keluargaku berpindah dari kalangan menengah, jadi menengah-atas. di sini, walau masih dalam satu bagian, kelas mereka jauh berbeda dari yang sebelumnya. teman2ku rata2 orang berpunya. mobil minimal 2 biji, rumah nyaman, rata2 punya laptop, dll. dan karena beda kelas, tata krama dan gaya hidup mereka cukup berbeda. dan lagi2, aku agak kesulitan dalam bergaul karena sifat dasarku memang preman dan kasar. banyak temanku yang bilang kalau itu kasar. tapi, di umur segitu, aku udah mulai punya pikiran sendiri. aku bersikap sesuai apa yang kuanggap benar.

setelahnya, aku pindah ke kalangan yang lebih tinggi lagi. kalangan atas. pergaulan mereka udah jauh berbeda dari kehidupanku dulu. solidaritas mereka hampir nggak ada, dan mereka lebih individual. tata krama dan gaya kehidupan mereka juga sangat berbeda. walau begitu, aku mencoba untuk menyesuaikan diri dan mencoba kehidupan kalangan atas yang selalu kudambakan.

dan dari semua kehidupan yang udah pernah kucicipi, nggak ada kalangan yang sempurna. dan semakin aku merangkak ke atas, nilai2 yang diterapkan semakin berbanding terbalik. kalau di kalangan preman, solidaritas itu penting, di kalangan bangsawan, solidaritas itu dianggap sebagai gold-digging. artinya aja udah beda. dan karena berbagai perspektif ini lah, aku mulai membentuk opiniku sendiri.

aku nggak bisa disebut sebagai orang berwibawa. aku masih bisa mencerca sisi kehidupan lain ketika aku nggak suka. aku juga lebih sering memandang opiniku yang paling benar di banding junior2ku. mungkin efek karena aku lebih tua dan aku pernah mencicipi segala jenis kehidupan.

 

oke, back to topic.

nah, karena aku udah pernah berada di segala macam bentuk kehidupan, aku pun punya tanggapan pribadi soal kehidupan2 itu. dan aku nggak bisa mencerca sisi2 kehidupan itu.. karena aku pernah menjadi salah satu bagiannya. mencercanya = mencerca diriku sendiri.

aku juga punya cara berdiri sendiri. dan aku yakin, sulit buat ditiru. kalau kata temanku, kalau ingin menjadi original, belajarlah mencontek orang. setelah kita berhasil meniru orang, sesuaikan ‘contekan’ itu dengan identitas diri kita. maka, jadilah suatu yang original. << sama halnya dengan belajar berdiri. kita boleh meniru cara berdiri orang. tapi, jangan jadikan cara berdiri itu sebagai patokan, sampai2 kita merubah diri kita agar sesuai dengan cara berdiri orang lain. sesuaikanlah cara berdiri itu dengan identitas dirimu.

sama halnya dengan belajar pelajaran sekolah. masing2 orang punya metode masing2. ada yang melalui audio, visual, audio-visual, bacaan, dsb. berwibawa itu kan sama kayak orang yang baru selesai ujian dan dapat nilai tinggi tanpa mencontek. berwibawa bukan cuma sekedar bisa ngasih tau orang jalan yang benar, bukan cuma sekedar bisa melihat berbagai event dengan positif thinking dan caranya sendiri, bukan cuma mencontek dari motivator2 terkenal, tapi dia bisa men-share dan juga menunjukkan keoriginalan dirinya sehingga terlihat jelas kalau dia bicara bukan karena mencontek, tapi karena sudah berpengalaman.

intinya sih, cobalah buat keluar dari comfort-zone, coba lihat2 dan masuki dunia2 yang belum pernah kau masuki sebelumnya. nggak perlu takut, percaya pada diri sendiri kalau kalian bisa keluar kapan pun kalian mau. dan buat yang religius, percaya lah bahwa Tuhanmu akan menarikmu dari dunia itu. kalau tujuannya buat belajar, aku yakin Tuhan nggak akan marah 😀

 

 

udah ya, ciao! mau gerokok dulu, mulut udah asem.. :B

Diana

di blog baru ini, rasanya nggak akan lengkap kalau nggak ada postingan tentang cewekku, diana.

ya, beda dari cowok2 lain, aku suka banget ngomongin cewekku ini. selain gemes sama dia, aku kayaknya udah sayang yang terlalu sayang sama dia. di blogku yang sebelumnya, aku punya 3 postingan yang isinya ngomongin diana juga.

kalo ditanya aku udah berapa lama pacaran sama dia, aku sendiri juga nggak tau. entah dia nggak ingat juga apa gimana. kalau nggak salah sih, aku udah pacaran sekitar setahun. maybe.. atau lebih.

diana diana diana..

diana wujudnya mirip2 denganku.. dia orang amerika tulen. rambutnya brunette (cokelat tua hampir hitam), kulitnya putih cerah gitu, dan matanya warna abu-biru-entahapaituwarnanya. bibirnya pink, tipis2 basah2 gimana gitu. badannya langsing, tapi lebih mirip cewek atletis (walau ototnya nggak menonjol2. serem juga kalo kayak gitu). tingginya (kalo nggak pake high heels) sekitar di bawah telinga. berarti 175an, lah.

aku nggak mau masang fotonya di sini.. nanti diincar banyak orang. :p

beda denganku, diana udah lulus kuliah (…). dia anak psikologi, lulusan King’s Collage, UK. sekarang dia kerja di perusahaan ibunya sebagai dirut, kayaknya (…). <<pacar nggak tau kerjaan ceweknya.

***

aku sama diana kenal dan dekat karena kami sama2 suka minum. maklum, anak amerika, jadi dia kerjaannya minum. tapi dia lebih suka vodka, aku lebih suka whiskey (dan nggak terlalu suka rasa vodka). awal kami deket karena waktu itu aku lagi nggak ada temen (tengah malem), terus ngajak dia ke bar yang kebetulan masih bangun. kujemput dia, terus kuajak minum2 di bar yang kutau. cuma selang semalam, kami jadi akrab. kami jadi sering minum bareng, ke bar bareng. habis itu kami berubah jadi trio sejak temennya, Joanna, gabung.

waktu itu kami cuma semacam jadi ‘friends with benefit’ aja. aku dulu nggak terlalu suka berhubungan serius yang melibatkan perasaan. jadi waktu itu keduanya kuanggap sebagai temen biasa aja. temen asik2an, temen minum. aku nggak nyangka kalau nantinya diana bakal suka padaku lebih dari sekedar friends with benefit.

kayaknya, setelah diana bilang kalau dia menganggapku lebih dari itu, kami jadi makin dekat. entah kenapa, aku juga nggak bisa jauh dari dia. tiap nggak ada dia, aku jadi mikirin dia. awalnya, ini cuma efek dari keakraban kami. yaa, gimana sih, hampir tiap hari kita ngobrol, terus ada satu waktu kita diem2an.. pasti kesepian, kan? ya, kayak gitu lah, kira2.

aku udah bilang sama dia, kalau aku nggak suka hubungan yang melibatkan perasaan. tapi, semakin aku berusaha jaga jarak, semakin dekatlah aku. dan semakin tersiksa pas aku nggak bisa ngobrol atau sekedar tegur sapa sama dia. akhirnya, entah sejak kapan, status kami berubah jadi ‘pacaran’. tapi waktu itu, aku masih jaga jarak sama dia. aku nggak mau jadi pacar yang overly attach banget kayak orang2 yang pacaran serius.

setelah beberapa bulan kami lalui dengan hang out bareng terus, kami putus karena cowoknya diana (yang sempet ngegantungin dia bertahun2), balik lagi. kami pun putus mengenaskan. aku waktu itu berusaha cuek dan berusaha bersikap kayak nggak terjadi apa2.

karena diana udah sama cowoknya, aku jadi ngerasa kesepian karena kau nggak bisa ngajak dia pergi malem2 lagi buat ke bar. aku pun mengalihkan perhatian dengan cari temen lain, kalo bisa, coba cari cewek yang kusuka. sempet nemu, temen sekampusku.. dengan ciri2 fisik yang mirip2 sama diana (walau temenku lebih berisi). awalnya kau nggak sadar kalau mereka berdua itu mirip2. sampai ada yang bilang ke aku, ‘kyle, lo kalo cari cewek, pasti yang tipe fisiknya begitu, ya? nggak nyangka, ternyata kyle punya tipe cewek’ << selama ini banyak yang penasaran tipe cewekku kayak apa. aku nggak pernah jawab karena males mikirin.

setelah aku pikir2, aku milih mereka berdua bukan karena ngikutin selera, tapi aku milih kedua karena aku kangen sama yang pertama. iya, aku kangen sama diana, tapi aku masih nggak sadar. aku masih cengengesan nyebelin gitu.

diana sempet kesel sama aku karena aku suka sama cewek lain. bah, dianya nggak tau aja kalo aku suka sama cewek lain karena aku kangen dia – -”

 

setelah itu, cowoknya diana tau kalo diana dan aku punya suatu hubungan yang lebih deket dari sekedar temen. setelah itu, cowoknya ninggalin diana dan mengincarku ._. <<serius

tapi yaah, aku cuek aja. ada sih, beberapa kali aku kenapa2 dan kejadiannya terlalu suspicious gitu. cuma, aku nggak mau bikin heboh, apalagi bikin diana makin parno. jadi, mending aku diem aja.. enjoy aja. biarin aja itu cowok capek sendiri ngincer2 orang.

di masa2 cowoknya mulai curiga sama hubunganku dan diana, aku mulai sadar kalau aku sebenernya suka sama dia. aku sempet bilang, aku mau balikan (kayaknya). yaah, intinya aku bilang gitu.

 

di masa pacaran kedua ini, kita jadi makin deket. aku jadi makin suka ngata2in dia dan ngebully dia, dia jadi sering kesel2 manja ke aku. jadi sering ke bar, dan semacamnya. dan, kayak pasangan2 pacaran yang normal, kami mulai berantem sekali dua kali. masalah yang diberantemin rata2 sepele. aku sempet nyesel pacaran waktu berantem dulu. nyesel karena aku nggak suka perasaan kesiksa gini: berantem, terus diem2an seharian.

di masa2 kayak gini, aku perlahan mulai sadar perasaanku ke diana sebenernya gimana. dan masa ini juga semakin dibumbui berantem kami yang frekuensinya jadi lebih sering. kalo sekarang sih aku mikir, ‘maklum, namanya juga masa penyesuaian. banyak berantem = makin akrab = makin tau satu sama lain’.

suatu ketika, kami berantem hebat. kita sampe putus. aku lupa waktu itu ada apa. itu putus kami yang kedua kalinya. kami sempet diem2an sekitar sebulan sampe dua bulan. aku, masih dengan sifat kekanakanku, mencoba buat cari temen baru yang bisa dipake buat mengalihkan perhatian. tapi makin aku nyoba mengalihkan perhatian, makin aku kepikiran diana.

tapi waktu itu, mantanku dateng dari jepang. kami deket lagi, dan akhirnya kami jadian. diana? dia menghilangkan diri entah kemana.

pacaran sama mantanku ini adalah masa2 paling menyiksa. karena pikiranku bercabang. waktu diana kembali muncul dan ngobrol denganku sebagai teman, aku makin nggak konsen pacaran sama mantanku. kali ini, perasaanku lebih condong ke diana ketimbang pacarku waktu itu. lama kelamaan, aku dan pacarku berantem. berantem yang sama hebatnya kayak dulu. dan kami pun putus dengan mengenaskan.

aku nggak tau gimana dengan mantanku, tapi aku jelas balik mendekati diana. dan entah sejak kapan, kami balikan lagi. kami pacaran lagi, sampai kami putus untuk ketiga kalinya karena berantem lagi. aku lupa waktu itu berantemin apa.. kalau nggak salah, itu diana yang mutusin (yang kedua, aku yang mutusin). waktu itu aku lagi kekanak2an banget, terus kami berdua sama2 kesal, terus akhirnya putus.

aku sempet sakit hati sama dia selama beberapa hari. tapi lama2, yang namanya emang udah sayang, perasaan positif kembali muncul. akupun mencoba menjadi jauh lebih dewasa: nggak emosional, lebih lembut, dan lebih menerima kenyataan. kalau selama ini aku selalu menghindar dari kenyataan, kali ini, aku menerima kenyataan kalau aku jatuh cinta sama diana (dulu diana sering bilang ‘cinta’ padaku, tapi selalu kucuekin. *jahat*). hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa ciri yang sering kubaca di majalah2 cewek (…): orang kalo jatuh cinta, pasti pikirannya ke doi terus.

dengan usaha untuk jadi dewasa level dewa, aku pun menerima kenyataannya. dari sini, aku mulai melepas segala berikade dan tembok2 yang kupasang untuk jaga jarak. segala perasaan yang selama ini kupendam, muncul ke permukaan kayak tai ngambang. munculnya mending satu2, INI NYERBU!!! aku pun jadi kewalahan ngurusin perasaan aneh ini.

dan untuk pertama kalinya, aku nulis blog tentang dia dan menumpahkan segala perasaanku di sana. di malam hari juga, kayak gini.

***

she’s the most amazing girl i have ever date/met/whatever. bisa2nya dia masih sayang aku setelah aku bersikap kayak cowok brengsek gini. aku juga bukan penurut.. disuruh ngurangin rokok, aku nggak pernah mau. cuma nurut kalo disuruh tidur/makan/istirahat. kurasa aku juga bukan cowok yang cukup baik buat dia.. aku aja masih kuliah – -”

tapi.. disuruh pisah dari dia pun, aku nggak mau. mungkin pas aku lagi marah atau berantem sama dia, aku pasti mikirnya nggak mau sama dia lagi. tapi habis seharian nggak ngomong, langsung kangen (walau masih gengsi buat nyapa). hahaha..

diana itu udah kayak narkoba buatku. udah kayak whiskey-ku. aku kecanduan dengan kehadirannya, dengan sentuhannya, dan dengan segala apa yang dia punya/lakukan. dia bisa bikin aku merasa berbunga2, bisa bikin aku meledak karena marah, bisa bikin aku ngerasa disayang, bisa bikin aku ngersa kayak sampah, bisa bikin aku ngerasa spesial, bisa bikin aku ngerasa terpuruk.. tapi yang paling penting, dia bisa bikin aku ngerasain apa yang namanya ‘cinta’.

mungkin buat sebagian cowok, ini perasaan paling banci atau paling gombal yang pernah dilontarkan seorang cowok. aku nggak bisa komentar apa2.. you have to feel it for yourself, dude.

aku seneng setiap ada di samping diana. tiap kami duduk bareng, aku nggak pernah lepas dari perasaan pingin nyium dia (entah pipi, entah bibir). kalo aja itu bukan tempat umum, aku udah jadi liar, kali (…). and im sure it’s not for sex. karena.. jujur, kami cukup sering melakukannya (buat orang indonesia, ini tabu, ya? buat kami sih, biasa), dan setiap selesai, aku selalu pingin tidur sambil meluk dia. dan ngeliat dia pas bangun pertama kali adalah suatu mood booster.

she’s my girl. dan aku.. sayang banget sama dia. entah, kalau ada kata2 lain yang artinya lebih dari sekedar ‘sayang’, aku bakal pake kata2 itu. mungkin aku bakal nulis, SAYANG. atau SAYANG dalam ukuran yang jauh lebih besar.

sejujurnya, dia adalah cewek pertama yang bisa bikin aku speechless. entah itu speechless karena aku terlalu merasa.. WOW, atau speechless karena kadang dia bisa jadi dodol.

beneran. sebenarnya, masih banyak hal yang ingin kukatakan tentang dia.. sayangnya, aku nggak tau cara jelasinnya gimana. speechless.

dia cewek pertama yang pingin banget kuajak jalan di pinggir pantai sambil gandengan. dia cewek pertama yang pingin kudekap (literally) selama2nya. dia cewek pertama yang wajahnya pingin terus kupandang. dia cewek pertama yang kuinginkan untuk menemaniku di akhir hayat. dia cewek pertama yang pernah kucintai. diana is my first love.

dan sekarang.. aku lagi nangis karena mikirin dia (terlalu kangen). hahaha.. << nasib cowok ditinggal tidur ceweknya. /okayface

***

udah deh..

ciao!

Asian Dolce Latte – Starbucks

ANAKJAJAN.COM

Sahabat Jajan, do you know that Starbucks setiap periode tertentu selalu meluncurkan varian makanan/minuman baru yang limited tersedia selama periode tertentu saja.  beberapa waktu yang lalu di salah satu outlet terbaru Starbucks di 1Park AnakJajan mencicipi makanan dan minuman terbaru Starbucks.

View original post 296 more words

Banyak Cara Untuk Mendapatkan Uang

buat adik2 yang baru mau masuk kuliah, nggak usah khawatir sama ucapan kakak2 yang bilang kuliah susah, kuliah capek, kuliah blablabla.. kuliah emang capek, emang susah, dan emang makan ati, kok. tapi menurutku, justru di situ lah asiknya. kalian susah2, capek2, terus dapet pengalaman dari sana. apalagi kalo kita punya temen se-geng yang cukup banyak (palingan 3-5 orang lah), terasa banget solidnya ‘true friends’ di saat susah dan senang.

jaman sekarang, kurasa IP cuma bisa dipake buat ambil beasiswa atau lanjut kuliah. kalo kalian pingin bisnis sendiri, kusaranin kalian lebih fokus ke pelajaran keuangan dan pelajaran keterampilan bisnis. <<ini saranku buat orang2 yang emang fokus ke bisnis/wirausaha/wiraswasta (kuliah jadi tambahan aja).

kalo yang fokus cari kerja (kayak ke bank atau perusahaan non-bank), jelas kalian harus tingkatin IP. tapi bukan cuma IP. terakhir aku tau, perusahaan itu sekarang lebih mengincar mahasiswa2 yang aktif berorganisasi dan memiliki keterampilan lain selain bidangnya (jurusan kuliah yang kalian ambil). sebisa mungkin cari hobi yang positif dan mencerminkan adanya kerjasama/hidup berorganisasi. misalnya, ikut senat, atau bpm, atau mungkin jadi pengurus UKM kesukaan kalian. mungkin kalian juga bisa belajar bela diri di kampus. karena katanya, orang yang ikut bela diri, percaya dirinya tinggi (tipe2 yang dicari oleh perusahaan karena dianggap punya inisiatif, berani susah, dan mau kerja keras).

buat yang mau self-employeed, kayak yang mau jadi penyanyi, terjun ke industri musik, atau perfilman, atau apapun, kuliah tetap penting. seenggaknya, dengan kalian punya degree (gelar), kalian nggak akan diremehkan oleh lawan dan fans2 kalian. selain kuliah, kalian juga bisa memperbanyak koneksi di semasa kuliah. misalnya, coba ikut seminar di bidang yang kalian sukai, terus coba minta kontak narasumber, coba kenalan, in-touch terus sama mereka. bisa juga kalian bergaul dengan orang2 yang se-bidang dengan kalian, terus minta dikenalkan dengan temannya teman yang juga kerja di bidang yang sama. intinya, perbanyak network. itu sangat membantu buat orang2 yang mau self-employeed (yang bisnis juga sangat membantu). << nggak mesti sebidang, sih. kalian bisa cari koneksi yang di luar bidang kalian. misalnya, kalian mau jadi penyanyi, kalian bisa punya kenalan fashion designer yang mau minjemin bajunya buat dipake manggung. atau yang mau jadi penulis, bisa kenalan sama graphic designer yang mau bikinin cover dengan harga yang relatif murah, tapi hasil memuaskan (harga temen).

 

apa pun tujuan kalian, selama kalian tekun, rajin, kerja keras, kreatif, innovatif, semua bisa jadi uang. bukan kalian yang ngejar uang, tapi uang yang ngejar kalian.

selama ini kita liat orang kerja asal jadi. status aktor, tapi jadi aktor cuma karena tampang. akting juga belepotan. sutradara cuma mau dapet duit. film yang dibikin juga itu2 aja, nggak ada innovasi. jaman sekarang, susah cari orang yang professional di bidangnya. karena pikiran mereka cuma ‘ngejar duit’. padahal, mereka bisa bikin sesuatu yang beda.. poles sana, poles sini, pinter baca kemauan pasar, jadilah duit. lama2, duit yang ngejar kita.

***

sebenarnya, cari duit itu gampang. asal kita bisa baca kemauan pasar dan bisa jadi lebih kreatif, duit bisa berdatangan.

 

sedikit contekan buat yang lagi bingung maksudnya baca kemauan pasar: (karena latar belakangku ekonomi, jadi aku bakal jelasin dengan bahasa2 yang menjurus ke ekonomi)

pasar itu menurut teori ekonomi adalah pembeli potensial/pengkonsumsi suatu produk. pasar adalah orang2 yang nantinya akan membeli/mengkonsumsi karya2 kita. contohnya, pendengar music Metal adalah pasar bagi Metallica. atau lebih gampangnya (yang sering kita lihat), pembaca jurnal komedi adalah pasar bagi Raditya Dika. atau, follower twitter @poconggg adalah pasar untuk buku PJP.

apa yang dimaksud dengan pembeli potensial? mereka adalah calon2 pembeli yang sudah pasti akan membeli suatu produk tertentu apabila produk tersebut memenuhi keinginan mereka. contohnya aja, Apple user. Apple user atau Apple fanboys adalah pembeli potensial (pasar) bagi produk2 apple lainnya. dalam satu kasus, berapa pun harganya, produk apple akan tetap dibeli oleh Apple user/Apple fanboys.

pasar itu juga terdiri atas beberapa segment. contoh2 pembagian segment pasar itu adalah:

1) pembagian segmen berdasarkan daya belinya. contohnya, kaum eksklusif, menengah-atas, menengah-bawah, bawah. biasanya produk yang mempunyai segmen pasar dengan daya beli adalah produk komplementer.. contohnya, mobil, perhiasan, dll.

2) pembagian segmen berdasarkan usia. contohnya, anak2, remaja, dewasa, paruh-baya, lansia.

3) pembagian segmen berdasarkan pekerjaan. contohnya, siswa, mahasiswa, pegawai, eksekutif muda, ibu rumah tangga, dll.

 ***

nahhh, jadi.. kalau mau sukses, kita nggak bisa jalan dengan keinginan sendiri. karena duit berputar di mana ada pasar dan produsen. jadi, kalau kita (sebagai produsen) keras kepala dengan kemauan kita yang nyatanya nggak disukai pasar, ya jangan marah kalau duit nggak datang2.

karena di dalam dunia ekonomi, kalau kita mau mendapat apa yang kita mau, kita harus memberikan apa yang orang lain inginkan. kalau ingin duit dari pasar, ya kita harus menyajikan sesuatu yang diinginkan pasar. bersyukur kalau selera kita bisa sama dengan pasar. kalau nggak sama, kita butuh sedikit penyesuaian.

dalam pemenuhan kepuasan pasar di saat selera kita berbeda dengan selera pasar, at least kita harus memenuhi keinginan pasar yang paling mendasar. keinginan paling dasar dari pasar adalah ‘kebutuhan dasarnya terpenuhi’. ambil contoh, BB dan Nokia. nokia mulai ditinggalkan orang indonesia sejak BB masuk ke pasar indonesia. kenapa? karena BB memenuhi kebutuhan dasar pasar. kebutuhannya apa? komunikasi dalam bentuk chatting dibanding sms, bisa mengakses internet tanpa ribet, dll.

cara tau keinginan pasar itu ada macam2. hal yang paling dasar adalah dengan survey/terjun ke pasar. hal yang agak rumit adalah melihat dengan kacamata pasar.. jadi kita mencoba menjadi pasar dan menilai produk kita sendiri. <<yang kedua biasanya agak susah buat orang2 yang keras kepala. tapi, dont worry, akan kukasih tau jalan2 buat orang2 keras kepala ini. huehuehue..

nah, sekarang coba kalian pikir, apa keinginan pasar kalian? dan apakah produk yang sudah kalian hasilkan bakal disukai pasar? kalau disukai, berapa lama produk kalian akan disenangi pasar (umurnya)/bertahan populer di pasaran?

***

oke, sekarang buat yang keras kepala sama produk buatannya yang nggak sesuai dengan selera pasar.. boleh2 aja jadi keras kepala. tapi, jelas kalian nggak boleh sembarangan keras kepala. karena kalau sembarangan, kalian sama aja menentang maut.

sebelum kalian menerjunkan produk kalian ke pasar, cobalah untuk bertanya pada diri anda berkali2.. apa yang membuat produk anda spesial? mungkin aja produk nggak sesuai keinginan pasar karena pasar belum kenal sama produknya. pertanyaan selanjutnya, berapa persen kah keyakinan anda bahwa pasar nantinya akan berubah pikiran terhadap produk anda setelah mengkonsumsinya?

kayak yang udah kubilang, kita boleh keras kepala, asal nggak sembarang keras kepala. contoh orang2 keras kepala adalah penemu2. dan contoh yang paling dekat dengan jaman sekarang adalah steve jobs. steve jobs, setelah mengeluarkan iTouch, dia mengeluarkan iPhone. jaman dulu, orang belum kenal apa itu iPhone (termasuk aku). pikiran pasar mungkin cuma sekedar, ‘iPhone itu cuma iTouch yang bisa dipake nelpon’. tapi, kenapa sekarang banyak orang yang menggunakan iPhone?

selain iPhone, steve jobs juga mengeluarkan produk2 lainnya, kayak iPod, laptop, PC, dan komplementer2 lainnya. steve jobs dikenal sebagai innovator. produk2 yang dia bikin semuanya produk yang belum pernah ada di pasaran. iPod bukan MP3. iPod bisa diisi lagu2, video, dan data2 lainnya. cara masukin datanya pun berbeda dengan MP3.. dia butuh alat untuk men-sync data2 tersebut.

produk2 yang dikenalkan steve jobs belum pernah ada di masyarakat luas. mungkin juga dulu selera steve jobs nggak sepandan dengan pasarnya. tapi dia keras kepala dan berusaha menawarkan produknya ke pasar tanpa segmen. hasilnya? laku. orang dimana2 kebanyakan pake produk apple.

 

jadi, inti pembicaraanku tadi adalah, kalau memang mau keras kepala, at least berikan sesuatu yang innovatif pada produk anda. sesuatu yang belum pernah ada, dan sebisa mungkin coba penuhi kebutuhan dasar pasar. berikan polesan2 yang asoy pada produk anda biar ‘menjual’.

saranku, buat langkah awal, lebih baik kita coba bikin produk meniru2 karya orang lain yang lagi laku. lama kelamaan, beri polesan dan ciri khas diri kita pada produk kita sampai produk itu bisa dikatakan sebagai produk original.

kenapa aku sarankan begini? bukannya itu namanya plagiat? bukan plagiat. tapi suatu karya pasti diawali dengan mencontoh. tapi, jelas.. mencontoh, terus diberi polesan biar nggak mirip2 banget sama karya yang dicontek. ini melatih kita untuk terbiasa membuat produk yang disukai pasar. nanti, sadar nggak sadar, kita akan membuat suatu produk yang sesuai dengan selera kita, tapi juga sesuai dengan selera pasar. tentunya semakin lama karya kita harus semakin original.. tambahkan innovasi2 sesuai imajinasi atau ciri khas anda. nanti lama2, produk anda makin dikenal orang.

 

oke, kayaknya segitu dulu. kalo ada yang nggak jelas, boleh ditanya lewat comment.. 😀

ciao!

 

 

 

Kuliah Oh, Kuliah…

jadi.. minggu depan aku udah mulai uts. tapi, bukannya makin semangat belajar, malah makin males. dan bawaan rasanya pingin duduk2 santai, tidur, serta bermalas2an di kamar. mungkin ini efek sakit juga.. badan jadi lemes, mikir mau ngapa2in aja udah capek. tapi, untunglah sakitnya sekarang, bukan pas uts nanti.

ada pula faktor melihat temen2 satu per satu udah mulai selesai uas. ditambah ngeliat adiknya vany udah selesai UN dan sekarang lagi libur 4 bulan menjelang masuk kuliah september nanti. dia yang libur, aku yang ngerasa free. aneh – -”

selain ngerasa free, sebelum UN aku juga ngerasa tegang. padahal yang ujian bukan aku. tapi malah aku yang ngos2an berasa udah belajar mati2an buat UN.

btw, yang ada UN juga bukan indonesia doang kok.. di jepang juga ada. dulu aku pernah ikut UN pas kelas 3 sma, dan yahh.. sama.. tegang2 juga. kalo nggak lulus, ya bunuh diri. segitu stress dan sebegitu besar tekanannya. di sini mah enak, bisa nyontek, kadang ada bocoran juga. di sana, beh.. susah. guru matanya elang semua. pernah ada yang ketauan nyontek, sampe sekarang nasibnya tak diketahui. bapuk, emang..

***

uts kali ini, entah kenapa aku rasanya boseeeennnnn banget. mungkin faktor dosen juga. semester ini kebetulan aku dapet dosen yang baik2 semua. jadi mengindikasikan belajar dikit, bisa dapet A. padahal aku tau, aku nggak bisa kayak gitu. aku harus berusaha maksimal biar nilainya kalo bisa A+++++++ (…nggak ada nilai begitu, kyle). kalo bisa, semester ini IP-ku 6 (…itu juga nggak ada).

bosen kan ya, dapetnya 4 mulu. belajar udah jor2an, IP 4 mulu.. sekali2 naik, gitu.. jadi 5 atau 6. #dihajarKumpulanMahasiswa

udah deh, segitu dulu..

ciao!