jadi, beberapa menit yang lalu aku melihat ada sebuah link ke sebuah artikel di Jakarta Globe. di sana disebutkan ada 5 orang siswi yang dikeluarin dari sekolah karena bikin video yang menghina gerakan solat dan bacaan Al-Qur’an (Al-Fatihah, kalo kudenger tadi). habis nonton (nggak sampe selesai. terlalu malu), aku baca komen2nya.

kulihat dari videonya sih, mungkin mereka maksudnya bikin lucu2an aja.. mungkin ceritanya mereka lagi solat, terus pas denger lagu, malah jadi joget. entah ini niat mereka yang pingin upload di youtube atau cuma ada temnnya aja yang iseng upload ke youtube biar tenar (atau dengan tujuan lain).

secara general sih, aku ngeliat ini bukan satu kasus yang harus ditangani dengan ‘wah’ sampe ke polisi. kasus begini cukup ditangani secara internal aja (sama pihak sekolah). kenapa aku bilang gini? karena di sana isinya anak2 SMA yang menurutku, akal-nya belum jalan2 banget lah. istilahnya, belum dewasa, belum mateng, belum ngerti kalau yang mereka lakukan itu salah besar dan nggak boleh. yang kayak gini kan cukup kasih teguran. paling fatal kasih surat peringatan atau diskors beberapa hari. dengan gini, mereka jadi tau kalau ini nggak boleh. kalau diulangi lagi, baru dikeluarin dan diadukan ke polisi karena hitungannya jadi melecehkan.. bukan ke-tidak-sengajaan.

aku baca komen2nya, 90% komen2 yang diberikan itu kurang etis dan kurang dewasa memberi tanggapannya. masalahnya, mereka marah2 sama anak2 (iya, anak sma kuanggap anak2 karena pemikirannya belum matang. video itu buktinya). macem2 komennya.. yang paling parah, ada yang nyumpahin supaya mereka mandul dan keluarganya mati. sebagian komen yang lain isinya cuma ‘semoga kamu diberi hidayah’, yang netral2 dan nggak mencecar gitu lah.

 

menurutku sih, cara mereka menanggapi yang kasus kayak gini kurang dewasa. tanpa memberi peringatan, main keluarin. tanpa ada proses, main lapor polisi. dan tanpa dipikir matang2, main mencaci maki. kurasa semua dilakukan dalam sekali berpikir.. itu pun di saat emosi.

keputusan yang paling bagus adalah keputusan yang dipikiran tanpa dipengaruhi emosi. kalau orang bisa melakukan ini, artinya mereka bisa disebut dewasa. kalau kayak kasus di atas, jelas mereka nggak dewasa. mereka nggak melihat kasus ini dari berbagai perspektif dan segala kemungkinan.

padahal kalau dilihat, kasus ini dilakukan oleh anak sma yang pikirannya belum matang, belum dewasa. orang yang belum dewasa, jelas nggak berpikir jauh ke depan. kalau mereka bisa berpikir jauh ke depan (dewasa), mereka nggak akan melakukan ini karena mereka pasti tau kalau yang beginian bakal menimbulkan kontroversi. apalagi menyangkut agama. sudah jelas mereka melakukan ini maksud murninya adalah cuma untuk bersenang2.. sayangnya, caranya salah. mencaci mereka dengan komen ‘masih kecil aja begini, gimana dewasanya’ dan ‘semoga kamu mandul dan keluargamu mati’, jelas2 ini bukan komen dari orang dewasa dan orang yang matang. dari fotonya sih, mereka kelihatan tua.. yaah, umur2 dewasa.

di komen yang pertama, ‘masih kecil aja begini, gimana dewasanya’, anda sendiri bilang, MASIH KECIL.. yaa, anak kecil gimana, sih? mana ngerti? makanya, tugas orang dewasa itu harusnya membimbing, bukannya mencecar. mengharapkan anak2 tau dengan sendirinya itu cara purba. anaknya belajar ilmu yang salah, malah dicaci, bukannya dibimbing. kapan majunya?

buat komen yang kedua.. nggak ada komentar deh. udah tau, kan?

adalagi komen yang menyalahkan orang tuanya yang nggak bisa mendidik. dari lokasi pembuatan videonya juga ketauan kalau itu di sekolah. orang tua jaman sekarang jangkauannya nggak sampai segitu. apalagi tau anaknya udah disekolahkan di sma.. artinya mereka percaya pada sekolah kalau mereka bakal dapat bimbingan dari guru. tapi, apa guru yang jumlahnya nggak sampai 1/4 dari seluruh muridnya bakal bisa mengontrol muridnya satu per satu? jelas ini di luar jangkauan.. which means, nggak ada yang seharusnya disalahkan. ini cuma kelalaian dan tidak sengaja aja..

 

…oke, cara ngomongku kayaknya udah mulai ngaco..

yo wess..

 

intinya aku bikin postingan ini sih, cuma berkomentar. dan jadi mikir.. orang2 umurnya udah bisa dibilang dewasa, tapi kok pikiran dan cara pengambilan tindakan serta tanggapannya kayak anak kecil?

yang bikin jadi mikir lagi itu.. kelima anak2 ini nggak dibolehin ikut UN kemaren. jelas ini kelihatan kayak anak kecil lagi balas dendam sama anak kecil lainnya karena diejek. apa perlu mengambil tindakan segitu jauhnya? bukannya nanti kelima anak ini justru menganggap agama yang (tanpa sengaja) mereka lecehkan di video, justru memang seharusnya mereka lecehkan? anak2 umur segini adalah masa2 mereka lagi membentuk pola pikir. kalau pola pikir mereka berubah jadi yang seperti kusebutkan barusan benar2 terjadi, apa kalian siap menerima resikonya?

kenapa mereka bisa berpikir demikian? karena cara orang dewasa (yang mereka anggap sebagai contoh dan panutan/orang yang mengayomi) justru bersikap berlebihan dan tidak dewasa dalam menanggapi tindakan mereka. ditambah lagi, ada kemungkinan mereka berpikir, ‘ternyata islam nggak toleran dalam menghadapi manusia belum dewasa seperti kami’. pikiran berikutnya yang akan muncul adalah, ‘islam keras’, ‘islam nggak toleran’, dan semacamnya. kalau memang mereka benar2 jadi seperti yang kusebutkan, apa pihak2 terkait mampu meluruskan pikiran mereka?

solusinya sih, jelas.. nggak perlu sampai dibawa ke kepolisian dan MUI. bisa kan, didiskusikan secara internal aja? tetep, kelima siswi ini tetap dapat hukuman. tapi hukuman yang setimpal. kalau dikeluarkan dan nggak boleh ikut UN, itu hukuman paling nggak manusiawi buat kelalaian secuil begitu. kalau yang melakukan pelecehan agama ini orang2 di atas usia SMA kayak udah kuliah atau semacamnya, yang emang pikirannya jauh lebih matang, baru pakai MUI dan kepolisian.

lah, ini.. ABG. anak baru gede.. BARU GEDE. baru menginjak usia dewasa belum bisa dibilang dewasa. karena mereka baru2 belajar. jadi belum tau apa2, pola pikirnya belum terbentuk, dan pikirannya masih jangka pendek. nggak seharusnya mereka diberi tindakan kayak gitu.

 

…oke, ini kayaknya arah pembicaraanku udah muter2. udah lah.. ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s