buat adik2 yang baru mau masuk kuliah, nggak usah khawatir sama ucapan kakak2 yang bilang kuliah susah, kuliah capek, kuliah blablabla.. kuliah emang capek, emang susah, dan emang makan ati, kok. tapi menurutku, justru di situ lah asiknya. kalian susah2, capek2, terus dapet pengalaman dari sana. apalagi kalo kita punya temen se-geng yang cukup banyak (palingan 3-5 orang lah), terasa banget solidnya ‘true friends’ di saat susah dan senang.

jaman sekarang, kurasa IP cuma bisa dipake buat ambil beasiswa atau lanjut kuliah. kalo kalian pingin bisnis sendiri, kusaranin kalian lebih fokus ke pelajaran keuangan dan pelajaran keterampilan bisnis. <<ini saranku buat orang2 yang emang fokus ke bisnis/wirausaha/wiraswasta (kuliah jadi tambahan aja).

kalo yang fokus cari kerja (kayak ke bank atau perusahaan non-bank), jelas kalian harus tingkatin IP. tapi bukan cuma IP. terakhir aku tau, perusahaan itu sekarang lebih mengincar mahasiswa2 yang aktif berorganisasi dan memiliki keterampilan lain selain bidangnya (jurusan kuliah yang kalian ambil). sebisa mungkin cari hobi yang positif dan mencerminkan adanya kerjasama/hidup berorganisasi. misalnya, ikut senat, atau bpm, atau mungkin jadi pengurus UKM kesukaan kalian. mungkin kalian juga bisa belajar bela diri di kampus. karena katanya, orang yang ikut bela diri, percaya dirinya tinggi (tipe2 yang dicari oleh perusahaan karena dianggap punya inisiatif, berani susah, dan mau kerja keras).

buat yang mau self-employeed, kayak yang mau jadi penyanyi, terjun ke industri musik, atau perfilman, atau apapun, kuliah tetap penting. seenggaknya, dengan kalian punya degree (gelar), kalian nggak akan diremehkan oleh lawan dan fans2 kalian. selain kuliah, kalian juga bisa memperbanyak koneksi di semasa kuliah. misalnya, coba ikut seminar di bidang yang kalian sukai, terus coba minta kontak narasumber, coba kenalan, in-touch terus sama mereka. bisa juga kalian bergaul dengan orang2 yang se-bidang dengan kalian, terus minta dikenalkan dengan temannya teman yang juga kerja di bidang yang sama. intinya, perbanyak network. itu sangat membantu buat orang2 yang mau self-employeed (yang bisnis juga sangat membantu). << nggak mesti sebidang, sih. kalian bisa cari koneksi yang di luar bidang kalian. misalnya, kalian mau jadi penyanyi, kalian bisa punya kenalan fashion designer yang mau minjemin bajunya buat dipake manggung. atau yang mau jadi penulis, bisa kenalan sama graphic designer yang mau bikinin cover dengan harga yang relatif murah, tapi hasil memuaskan (harga temen).

 

apa pun tujuan kalian, selama kalian tekun, rajin, kerja keras, kreatif, innovatif, semua bisa jadi uang. bukan kalian yang ngejar uang, tapi uang yang ngejar kalian.

selama ini kita liat orang kerja asal jadi. status aktor, tapi jadi aktor cuma karena tampang. akting juga belepotan. sutradara cuma mau dapet duit. film yang dibikin juga itu2 aja, nggak ada innovasi. jaman sekarang, susah cari orang yang professional di bidangnya. karena pikiran mereka cuma ‘ngejar duit’. padahal, mereka bisa bikin sesuatu yang beda.. poles sana, poles sini, pinter baca kemauan pasar, jadilah duit. lama2, duit yang ngejar kita.

***

sebenarnya, cari duit itu gampang. asal kita bisa baca kemauan pasar dan bisa jadi lebih kreatif, duit bisa berdatangan.

 

sedikit contekan buat yang lagi bingung maksudnya baca kemauan pasar: (karena latar belakangku ekonomi, jadi aku bakal jelasin dengan bahasa2 yang menjurus ke ekonomi)

pasar itu menurut teori ekonomi adalah pembeli potensial/pengkonsumsi suatu produk. pasar adalah orang2 yang nantinya akan membeli/mengkonsumsi karya2 kita. contohnya, pendengar music Metal adalah pasar bagi Metallica. atau lebih gampangnya (yang sering kita lihat), pembaca jurnal komedi adalah pasar bagi Raditya Dika. atau, follower twitter @poconggg adalah pasar untuk buku PJP.

apa yang dimaksud dengan pembeli potensial? mereka adalah calon2 pembeli yang sudah pasti akan membeli suatu produk tertentu apabila produk tersebut memenuhi keinginan mereka. contohnya aja, Apple user. Apple user atau Apple fanboys adalah pembeli potensial (pasar) bagi produk2 apple lainnya. dalam satu kasus, berapa pun harganya, produk apple akan tetap dibeli oleh Apple user/Apple fanboys.

pasar itu juga terdiri atas beberapa segment. contoh2 pembagian segment pasar itu adalah:

1) pembagian segmen berdasarkan daya belinya. contohnya, kaum eksklusif, menengah-atas, menengah-bawah, bawah. biasanya produk yang mempunyai segmen pasar dengan daya beli adalah produk komplementer.. contohnya, mobil, perhiasan, dll.

2) pembagian segmen berdasarkan usia. contohnya, anak2, remaja, dewasa, paruh-baya, lansia.

3) pembagian segmen berdasarkan pekerjaan. contohnya, siswa, mahasiswa, pegawai, eksekutif muda, ibu rumah tangga, dll.

 ***

nahhh, jadi.. kalau mau sukses, kita nggak bisa jalan dengan keinginan sendiri. karena duit berputar di mana ada pasar dan produsen. jadi, kalau kita (sebagai produsen) keras kepala dengan kemauan kita yang nyatanya nggak disukai pasar, ya jangan marah kalau duit nggak datang2.

karena di dalam dunia ekonomi, kalau kita mau mendapat apa yang kita mau, kita harus memberikan apa yang orang lain inginkan. kalau ingin duit dari pasar, ya kita harus menyajikan sesuatu yang diinginkan pasar. bersyukur kalau selera kita bisa sama dengan pasar. kalau nggak sama, kita butuh sedikit penyesuaian.

dalam pemenuhan kepuasan pasar di saat selera kita berbeda dengan selera pasar, at least kita harus memenuhi keinginan pasar yang paling mendasar. keinginan paling dasar dari pasar adalah ‘kebutuhan dasarnya terpenuhi’. ambil contoh, BB dan Nokia. nokia mulai ditinggalkan orang indonesia sejak BB masuk ke pasar indonesia. kenapa? karena BB memenuhi kebutuhan dasar pasar. kebutuhannya apa? komunikasi dalam bentuk chatting dibanding sms, bisa mengakses internet tanpa ribet, dll.

cara tau keinginan pasar itu ada macam2. hal yang paling dasar adalah dengan survey/terjun ke pasar. hal yang agak rumit adalah melihat dengan kacamata pasar.. jadi kita mencoba menjadi pasar dan menilai produk kita sendiri. <<yang kedua biasanya agak susah buat orang2 yang keras kepala. tapi, dont worry, akan kukasih tau jalan2 buat orang2 keras kepala ini. huehuehue..

nah, sekarang coba kalian pikir, apa keinginan pasar kalian? dan apakah produk yang sudah kalian hasilkan bakal disukai pasar? kalau disukai, berapa lama produk kalian akan disenangi pasar (umurnya)/bertahan populer di pasaran?

***

oke, sekarang buat yang keras kepala sama produk buatannya yang nggak sesuai dengan selera pasar.. boleh2 aja jadi keras kepala. tapi, jelas kalian nggak boleh sembarangan keras kepala. karena kalau sembarangan, kalian sama aja menentang maut.

sebelum kalian menerjunkan produk kalian ke pasar, cobalah untuk bertanya pada diri anda berkali2.. apa yang membuat produk anda spesial? mungkin aja produk nggak sesuai keinginan pasar karena pasar belum kenal sama produknya. pertanyaan selanjutnya, berapa persen kah keyakinan anda bahwa pasar nantinya akan berubah pikiran terhadap produk anda setelah mengkonsumsinya?

kayak yang udah kubilang, kita boleh keras kepala, asal nggak sembarang keras kepala. contoh orang2 keras kepala adalah penemu2. dan contoh yang paling dekat dengan jaman sekarang adalah steve jobs. steve jobs, setelah mengeluarkan iTouch, dia mengeluarkan iPhone. jaman dulu, orang belum kenal apa itu iPhone (termasuk aku). pikiran pasar mungkin cuma sekedar, ‘iPhone itu cuma iTouch yang bisa dipake nelpon’. tapi, kenapa sekarang banyak orang yang menggunakan iPhone?

selain iPhone, steve jobs juga mengeluarkan produk2 lainnya, kayak iPod, laptop, PC, dan komplementer2 lainnya. steve jobs dikenal sebagai innovator. produk2 yang dia bikin semuanya produk yang belum pernah ada di pasaran. iPod bukan MP3. iPod bisa diisi lagu2, video, dan data2 lainnya. cara masukin datanya pun berbeda dengan MP3.. dia butuh alat untuk men-sync data2 tersebut.

produk2 yang dikenalkan steve jobs belum pernah ada di masyarakat luas. mungkin juga dulu selera steve jobs nggak sepandan dengan pasarnya. tapi dia keras kepala dan berusaha menawarkan produknya ke pasar tanpa segmen. hasilnya? laku. orang dimana2 kebanyakan pake produk apple.

 

jadi, inti pembicaraanku tadi adalah, kalau memang mau keras kepala, at least berikan sesuatu yang innovatif pada produk anda. sesuatu yang belum pernah ada, dan sebisa mungkin coba penuhi kebutuhan dasar pasar. berikan polesan2 yang asoy pada produk anda biar ‘menjual’.

saranku, buat langkah awal, lebih baik kita coba bikin produk meniru2 karya orang lain yang lagi laku. lama kelamaan, beri polesan dan ciri khas diri kita pada produk kita sampai produk itu bisa dikatakan sebagai produk original.

kenapa aku sarankan begini? bukannya itu namanya plagiat? bukan plagiat. tapi suatu karya pasti diawali dengan mencontoh. tapi, jelas.. mencontoh, terus diberi polesan biar nggak mirip2 banget sama karya yang dicontek. ini melatih kita untuk terbiasa membuat produk yang disukai pasar. nanti, sadar nggak sadar, kita akan membuat suatu produk yang sesuai dengan selera kita, tapi juga sesuai dengan selera pasar. tentunya semakin lama karya kita harus semakin original.. tambahkan innovasi2 sesuai imajinasi atau ciri khas anda. nanti lama2, produk anda makin dikenal orang.

 

oke, kayaknya segitu dulu. kalo ada yang nggak jelas, boleh ditanya lewat comment.. 😀

ciao!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s