Perokok Ini.. Perokok Itu..

jadi, dari tadi pagi, aku baca timeline di twitter dan banyak menemukan postingan tentang rokok. sebagai manusia yang baru keluar dari goa, aku pun bertanya ada apa dengan hari ini? kenapa semua orang pada ngomongin rokok, ya?

…no. seriously.. why?

.

habis kuliah, aku kembali melihat2 timeline dan menemukan retweetan2 tentang rokok dan beberapa opini orang tentang rokok. well, mostly yang kontra sama rokok.

mereka berpendapat, saya juga bisa.

tapi, yaah, ini pandanganku sebagai perokok. jadi logikaku ya logika perokok.

banyak yang merasa perokok itu merugikan dan ngajak orang mati rame2. sebelum itu, anda ngomong sama perokok yang mana? kalo ngomongin soal perokok tamatan SD sih, sama aja buang2 napas. situ yang bego karena berharap mereka mikir pakai logika dan segala macamnya. yang namanya orang nggak berpendidikan, jelas nggak ngerti tata krama merokok. jadi intinya, PERCUMA MARAH2 KAYAK ORANG STRESS, WONG YANG DIAJAK NGOMONG LOGIKANYA NGGAK NYAMPE.

nah, sekarang perspektif dari perokok yang berpendidikan dan bertata-krama sepertiku *benerin dasi*. orang yang bertata-krama, jelas bakal merokok di daerah2 yang sudah ditentukan. kalau anda ngeliat perokok merokok di tempat yang nggak seharusnya, artinya dia nggak berpendidikan. nah, masalah selesai.

kalau orang sepertiku, jelas ngerokok di tempat2 yang emang tempat khusus buat merokok dan dikelilingi sama perokok2 pula. kalau nggak mau kena asap rokok, ya jangan masuk ke kawasan yang banyak perokoknya. itu mah, situnya aja yang bego. situ yang bunuh diri, terus nyalah2in orang lain. dan kalau misalnya situ jalan di tempat terbuka, ya pake masker. nggak ada perokok pun, itu paru2 bisa dipenuhin sama timbal dari asap kendaraan. which is jauh lebih berbahaya. yang masuk buliran besi, gitu.

 

nah, kalau kasusnya situ yang masuk kawasan perokok, terus situ protes sama asap rokok, ya situ yang sinting. intinya sih, macam adu banyak2an suara. nggak mungkin dong, perokok yang toleransi sama non-smoker yang masuk ke kawasan merokok. sama aja kayak tamu minta tidur di kamar si pemilik rumah. namanya nggak sopan.

kalau kasusnya ada perokok merokok di tempat umum yang ada stiker ‘dilarang merokok’, kan tinggal tegur. kalau nggak bisa ditegur sama situ, kan bisa minta tolong satpam. nggak bisa juga, tegur pake pentungan.

 

intinya, nggak usah mendiskriminasi perokok gitu lah. kalau kasusnya perokok ngajak mati orang lain, kenapa nggak marahin orang2 bermobil? yang pake mobil gede, bensin premium, tapi sendirian. bahkan, lebih parah mereka. dia di ruangan ber-AC, situ yang ngisep asap knalpotnya. padahal lebih rugi kalau ketemu orang2 bermobil. tapi, kenapa marahinnya cuma perokok? karena situ juga pembuat polusi dan pemakai bensin bersubsidi?

heh. kasihan.

.

jadi, kayak yang udah kubilang, kalau merasa terganggu sama asap rokok, ya tegur orangnya. tapi situ juga nggak bisa negur perokok yang lagi merokok di area merokok yang lagi dikelilingi para perokok. itu namanya minta diperkosa rame2.

sebagai perokok, mungkin aku terlihat kayak orang sinting ngomong ginian. iya lah.. namanya juga mempertahankan hak. secara, aku nggak pernah mengingkari hak orang lain. karena aku kalau merokok, ya di tempat yang banyak perokoknya. di area merokok.. khusus!

nggak terima aja, kesannya perokok2 itu kotor, hina, apalah. kenapa? karena diajak mati bareng2? kenapa kok sama pemilik pabrik nggak pernah marah? mereka lebih parah, menurutku.. bikin kalian mati perlahan sementara mereka bersenang2 dengan hasil jualannya.

haha.. lain kali sih, kalau mau ngomong ya jangan seenak jidat.

 

masalah kami mau bunuh diri atau apa, ya urusan kami lah. aku sih, menghargai kepedulian kalian terhadap perokok. tapi, perlu ya, menunjukkan kepedulian dengan mencacimaki seolah2 pingin ikut campur? nggak, kan? kalau mau kami berhenti merokok, coba bantu kurangi stress atau masalah kami. kami juga nggak mau stress kok.

.

…oke, ini ngomong udah mulai ngelantur gara2 emosi.

but i mean it. every single word.

 

ciao!

My Baby Brother

yak, ini jam 3 pagi dan aku terbangun. nggak ada kerjaan lain selain online. may God bless the internet founder.

.

jadi, semalam aku tidur jam setengah 8an karena nggak enak badan sekaligus nemenin kai tidur. entah ini layak buat dibicarakan atau nggak, tapi kurasa kai masih menyimpan trauma di pikiran dan hatinya. tadi sore dia kambuh dan tau2 nyayat pergelangan tangannya pake pecahan kaca. untungnya udah bisa kutenangin. dan malamnya, jam 7, dia kutemenin tidur.

yak, karena tidur lebih awal, jelas aku bangun lebih awal pula. tadinya bangun jam 1. tapi ngulet2 dulu, dan baru sepenuhnya sadar jam setengah 2.

nggak seperti jaman dahulu yang kalo bangun tengah malem cuma bisa bengong, aku pun buka laptop dan online malem2. untungnya ada Asti lagi online. sempet ngobrol, bercandaan sambil mengisi waktu sampai jam setengah 3. terus Asti tidur.

entah ini kutukan apa gimana, selama online, aku memikirkan buat beli pizza atau McD (sebenarnya sih, karena mimpi beli domino’s pizza. jadi bisa custom topping. tapi pas liat daftar harga custom topping mahal banget dan harganya bisa 2 kali lipat dari pizza biasa, aku pun minta cancel. #curcolMimpi). nah, pas kepikiran buat mesen, aku belum laper. tapi aku terus nyeloteh di twitter seolah2 aku kelaparan kayak orang belum dikasih makan 5 minggu. yaa, karena terus2an nyeloteh, akhirnya aku beneran laper.

setengah jam ngegalau.. pesen McD apa nggak, ya? males ngeluarin duit dan di luar juga lagi hujan.

karena urusannya sama dompet, aku pun keluar kamar buat hunting makanan sisa di meja makan. yah, alhamdulillah nemu ayam bumbu sisa makan malam. akhirnya aku makan sambil nonton tv. dan kalau aku makan sambil nonton tv, aku bisa makan selama 15-30 menit.

.

begitu udah selesai, aku matiin tv, terus balik ke kamar buat lanjut online. #foreverAlone

pas sampe kamar, aku ngeliat kai lagi meringkuk nangis di kasur. dia sempet kaget liat aku muncul. kutanya kenapa dia nangis, dia jawabnya, “pas bangun kyle nggak ada. kukira kyle pergi meninggalkanku” (well, sebelum tidur dia juga sempet nangis, takut kutinggal). habis itu dia kupeluk sampai ketiduran lagi.

menurut logika dasarku, kayaknya sepele banget gitu ya, bangun2 dan nemuin orang seranjang udah nggak ada. nggak perlu kaget, nggak perlu takut, kan? siapa tau dia cuma ke toilet atau semacamnya. dan lagian, apa banget sih, cuma gitu aja sampai nangis.

tapi,

menurut kai, melihat aku nggak ada di sampingnya pas bangun itu bisa menimbulkan shock hebat. bagi dia, melihat aku nggak ada pas dia bangun adalah sebuah ketakutan terbesarnya. apalagi sebelum tidur dia sempet ketakutan kalau suatu saat aku bakal pergi ninggalin dia (bahasa kasarnya, ngebuang dia). dan menurut dia, melihat partner (…not in sexual context for this one) seranjangnya nggak ada pas dia bangun bukanlah hal sepele.

kurasa, terjebak di dalam mimpi buruk dan bayang2 masa lalu bukanlah cara terbaik untuk hidup (#d’oh). aku juga nggak tau lagi gimana caranya biar dia bisa balik kayak dulu. ke psikolog dan pskiater pun percuma. kai malah disuruh masuk rs jiwa.. yang ada, pskiaternya kumasukin ke kebun binatang.

 

entah aku jahat apa nggak.. tapi kurasa, aku nggak mau kai jadi kayak cowok2 normal. maksudku, punya kehidupan sendiri, dan mungkin, lebih mengikuti hidupku. kurasa aku udah terlalu attach sama kai. mau dia tetap manja padaku kayak anak kecil. biar aku yang selamanya mendampingi dia.. jadi kai nggak akan pergi meninggalkanku, nggak ada yang bisa menggantikan posisiku. (sekarang, malah aku yang takut ditinggal)

.

btw, kai sekarang lagi tidur sambil memelukku kayak boneka. *gemes akut*

 

oke lah.

ciao!

Follow Mem-follow

oke, sekarang masih jam setengah 8 pagi. masih ada waktu buat nulis blog singkat sampai waktunya aku mandi jam setengah 9 nanti. huehuehuehuehue

jadi, aku punya seorang ‘teman’ yang sungguh sangat susah buat kudeskripsikan. well, bukan secara fisik. tapi secara mental. sebenarnya aku nggak peduli padanya. aku cuma give a fuck karena adikku masih menganggapnya teman.

you see, beberapa bulan yang lalu (udah cukup lama), aku suka ngepost yang aneh2 di twitter. mulai dari hal random sampai aku yang melampiaskan amarah di twitter. and this little friend came up to me and said that i couldnt do such things. waktu itu aku masih waras.. jadi masih bilang, “iya ya..” gitu.

tapi, lama2 aku gedeg juga. thats my twitter, my account. i can do whatever i like. tapi dia bilang, itu bisa mengganggu orang2. well, kubilang sama dia, “this is twitter. if you dont like what i tweet, then go unfollow me”. secara logika, emang gitu kan? orang ngefollow kita karena apa? apart from kenal2 blablabla, pasti karena mereka sama apa yang kita tweet. jadi kalau nggak suka, ya unfoll aja lah.

and then, a long time after, she did unfollow me.

sebagai pengklarifikasi, aku tanya sama dia.. buat memastikan dia mengunfoll dengan alasan yang sama: nggak suka isi tweetku. dan dia bilang, iya. ya udah.

tapi di masa itu, ada kalanya aku jadi waras banget sampai2 ngerasa bersalah udah ngetweet yang kasar2. yaah, tapi, seiring waktu, aku jadi sadar.. aku sebenarnya masih berhak melampiaskan amarah ke sana. wong aku mau ngomongnya singkat2, kok. bukannya ngomong panjang lebar kayak di blog gini.

yaah, sebagai selingan, aku mau menjelaskan apa arti twitter bagiku. twitter itu blog singkat. it’s a BLOG with a capacity of 140 characters per tweet. and a BLOG is a place where i can throw out all of my feelings. IT’S. A. BLOG.

nah, entah kenapa atau gimana, nggak berapa lama (kira2 hitungan hari), aku liat dia mengulang kata2ku yang ‘unfoll aja’. but this time, dia menambahkan opininya. yaah, overall sih, dia merendahkanku. well, gara2 itu, tumbuhlah sebuah persepsi, opini, dan apapaun lah tentang anak ini.

yang jelas, pertama aku mikir dia SOK PENTING. mungkin caranya nggak se-annoying ababil. dari cara dia memberi opini, kesannya aku pernah ngemis2 sama dia cuma masalah follow mem-follow. well, kenyataannya, aku cuma mengklarifikasi (entah dia nge-unfoll karena aku menyinggung dia atau gimana. tapi dia bilang, karena tweetku mengganggu dia. yo wess). kesannya, dia memfollow aku itu sesuatu banget yang nggak boleh dilewatkan. pada nyatanya, aku nggak peduli sama dia. toh, dia nggak kuanggap teman.. cuma kenalan.

nah, awalnya, itu cuma karena aku aja yang lagi nggak waras, makanya kepikiran opini begituan. tapi lama2, aku makin bisa melihat tanda2nya kalau opiniku nggak salah.

kayak yang udah kubilang, adikku masih menganggap dia temen. ‘masih menganggap’.. well, iya.. ada masalah di antara mereka. tapi aku nggak tau secara detil karena kai jarang mau cerita soal beginian. dia mengatakan secara halus kalau aku nggak boleh ikut campur. jadi aku diem.. walau banyak memperhatikan mereka berdua.

karena aku sering memperhatikan mereka berdua berinteraksi, aku pun mulai hafal gelagat2 mereka dan segala macam dalam berbagai situasi. entah ini juga bisa dijadikan landasan opini atau nggak, tapi aku kembali melihat sikap SOK PENTINGnya dia. yaa, secara gambaran besar, aku kayak ngeliat adikku ngemis2 sama dia. dan dia (entah kenapa) TERLIHAT sengaja melakukan itu. kayak sengaja bikin adikku ngemis2 ke dia. entah dia sadar atau nggak, tapi jelas dia kayak bikin adikku ngemis sama dia.

dari sini, aku mulai kesel.

gimana nggak kesel? ngeliat adik sendiri ngemis2 ke orang nggak jelas. ngapain kai sama dia? mending dia sama aku. emang dia pernah ngapain sama kai sampai kai segitu banget sama dia? emang dia dewa, sampai dielu2kan sama kai gitu?

sebagai kakak yang baik (dan sebagai provokator sinting), aku pun mengemukakan kekesalanku sama sikapnya kai. dia kutanya2 beberapa hal seputar hubungan dia dan hal2 yang pernah mereka lakukan. setelah dapat cukup info, kujelasin sama kai buat melupakan orang itu. jelas inti percakapannya, “udah, kamu nggak usah ngejar2 dia lagi. emang dia siapa, kamu kejar2 gitu? keenakan di dia. berasa penting, berasa selebriti dikejar2 kamu. emang kamu pernah, liat dia seenggaknya nengok ke arah kamu sekarang? nggak. cuma pas dulu aja.. pas dia lagi terpuruk. pas sekarang? dia pernah nyapa kamu? cuma sesekali aja. dan kalau butuh aja, kok”.

kai? walau belum bisa move on sepenuhnya, aku bisa ngeliat dia udah mulai mengabaikan orang itu. tapi cuma pas lagi diem2an. begitu dia mulai ngajak ngobrol, kai lepas kendali. terpaksa kai kuceramahin lagi buat kedua kalinya. dan kali ini, kulihat, dia udah biasa2 aja. udah mulai cuek. good.

 

bukannya aku mau memprovokasi adikku. cuma, aku nggak suka.. dan aku benci melihat orang memperlakukan adikku kayak gitu. nggak ada yang berhak membuatnya kayak gitu. dan.. jujur, kalau ada yang berani memperlakukan adikku kayak gitu, orang itu otomatis kuanggap sampah.

***

…oke, tadi aku rencananya mau lanjutin dengan balik ke topik awal. cuma kalau ngomongin orang ini, nggak ada habisnya. jadi.. ya sudah lah. yang penting kai udah nggak nempel2 lagi sama dia.

yaa, selain aku cemburu, aku juga kesel. kalo orangnya baik2, dan nggak ada maksud tersembunyi, dan nggak memperlakukan orang kayak ‘habis manis, sepah dibuang’, aku mah, woles aja. lah, kalo kayak gini kan, cari ribut, namanya.

…hhh,

yo wess lah.

 

ciao!

Wacom Intuos5

jadi, tadi siang Uncle Voldie beli tablet baru, wacom intuos 5. sebenernya, sederhana aja. dia ke raplaz buat beli pen buat tabletnya (intuos4) yang hilang setahun yang lalu. pas ke raplaz, rupanya intuos5 udah keluar, dan jadilah dia beli yang keluaran baru ini daripada ngabisin 700k buat pen aja.

oke, sekilas tentang wacom intuos5.

wacom intuos5
wacom intuos5

tablet ini terbaru dari wacom. tersedia 3 ukuran (S, M, L), dan hanya ada satu warna: hitam. perbedaan feature dari tablet ini adalah.. tablet ini bisa di-touch pake jari. jadi udah kayak trackpad gitu. jadi pas nggambar, lebih mudah buat ngezoom, ngescroll, segala macem. harganya? sekitar 4,3 juta kalo di raplaz. itu nggak kurang lagi.

nah, karena menarik, aku pun ikut beli. dan di raplaz cuma ada yang ukuran M. padahal aku maunya yang S biar gampang dibawa2 dan nggak berat. tapi.. ya sudah lah.

 

malam ini, aku baru ngetes nggambar pake tablet ini. yaah, walau aku bukan digital artist, aku cuma suka bikin sketch aja. itu pun masih remed.. dan aku bakal ngepost 3 gambar yang udah kubuat, so far. dan mau minta pendapat kalian.

tadi aku lagi main2, mau ngetes tablet. eh, diana minta digambarin. inilah hasilnya.
tadi aku lagi main2, mau ngetes tablet. eh, diana minta digambarin. inilah hasilnya.

yang gambar diana ini, gabungan antara komik2 amerika + gaya anime yang biasa kupake dulu –” dan jadinya, malah gini. karena kurang sreg sama gambar hitam putih, akhirnya kuwarnain. dan beginilah hasilnya..

MermaidVarel Sketch by AbangKyle

 

dua gambar di atas ini sengaja kujadikan hitam putih. yang satu cuma kutambah shading sebagai background.

you see? garisnya acak2an karena aku lebih suka sketch dibanding nggambar anime2 kayak kebanyakan orang. dan katanya, gambarku udah terkontaminasi komik2 amerika. walau nggak sepenuhnya, sih.

yang pertama, itu gambar mermaid. maaf kalau nggak ada mirip2nya sama mermaid.. *nangis*

yang kedua adalah karakter utama di novelnya UncleVoldie, Varel Pizarro. kugambar dengan style.. yang jauh berbeda dari gambar dia (semoga).

banyak yang bilang, gambarku sama gambar Uncle mirip. well, penjelasan singkatnya sih, karena Uncle emang belajar nggambar dariku. dia bilang, dia suka nggambar dengan meniru gambar orang lain. dulu, gambar dia mirip gambarnya Gosho Aoyama. terus, berubah jadi gambarnya Eiichiro Oda (aku juga suka ngikutin gaya nggambarnya odachii). habis itu, Uncle ngikutin cara gambarku yang sekarang lebih realistis.

well, iya.. aku sengaja me-realistiskan gambarku karena aku udah bete nggambar anime. bukannya menjelek2an, sih.. cuma aku merasa anime sekarang agak2 gimanaaaa gitu. aku lebih suka manga dibanding anime. cuma ada beberapa anime aja yang kusuka. dan itu bisa dihitung pake jari sebelah tangan.

oke lah, minta pendapatnya, eaaahhh. #alayModeOn

 

ciao!

Dreamed About MIKA = EPIC

so, i was asleep a couple minutes ago and did not realize that i was dreaming. i mean, i know i was asleep, but it didnt feel like a dream at all. feel so real. maybe because i sleep with a pillow on my head. dont try that at home.. believe me.

***

so, about the dream.

i remember i was asleep in my room with my laptop on. and then, from afar, i heard MIKA’s voice (from tv or something) and it sounded like his newest song. later, i found out that the song was titled ‘Sunda Cafe’. i was surprised at first. and think twice about it, maybe i was just dreaming or something.

i tried to wake up. i did. but in my dream. i woke up in my dream.

so then, i heard that song again. this time, i listen to its full lyrics. i heard MIKA singing, “Sunda Café~ blablablabla Bekasiiii~” …my heart stopped. i said to myself, “what the fuck?” at first, he mentioned ‘sunda’. and then, ‘bekasi’? those two are indonesia-related.

i didnt belive it. so i tried to wake up again. but still.. ended up in a dream. it was like inception. but this time, i thought there’s no way out. and it felt so real, you know. so i didnt realize it was a dream until something snapped me.

so, again, i tried to listen carefully to the lyrics.. and this time, MIKA spoke (or the lyrics) in Bahasa Indonesia! again.. “what the fuck?”

that moment, i know it was real. and MIKA was really singing in bahasa and talked about indonesia. which is something incredible. he came to indonesia for once, and his fans thought that he didnt like it here. so, this song was really badass.

and then, i tried to be a troll to MIKA fans around the world by tweeting, “MIKA’s new song titled ‘Sunda Cafe’? he mentioned about indonesia!”. but, God always protect me from the troll act.. so in result, i couldnt find my cellphone and ended up realizing it as a dream. (though, i have to admit that i have to wake up several time that made me realize it was only a dream) but then, i woke up in a dream again. just like before.

at this moment, i tweeted about that, MIKA fans freaked out, and the next thing i know, Asti called me and told me that every MIKAIndonesia will fly to London THAT DAY. i didnt know what to do, and just answered, ‘okay’.

again.. the next thing i know, that i arrived in London with my lazy clothes which i wear to sleep with. we went to MIKA’s house in South Kensington. i didnt remember who was coming.. but i see Asti, Vany, even my collage friend, Bernadeth was there. the other was just blurry. but i know that they’re MIKA fans from indonesia.

we went straight to MIKA’s room in his house. the girls was freaking out, running around the room, looking at his stuff, exploring his closet, etc. they make themselves feel like home. which was– i dont want to say it.

i walked to his kitchen and found a lot of cool things. i didnt remember what, but i know they’re as cool as lava lamp and sand watch/clock. it was vintage and awesome. i also saw his pet, a fish (i didnt remember what type). his room didnt look like what i usually look on the internet. but hey, it was a dream, and i didnt remember it.

MIKA fans were running around his room for almost half hour until they heard MIKA walking to his room. i immediately pulled vany to find some place to hide. and so did the other MIKA fans.. leaving his closet in a very undescribe-able way. so me and vany hid under his kitchen table and looked at the entrance door, waiting for MIKA to come.

he opened the door, he looked around his room, i didnt think he realised his messy room. until he rose his eyebrows, and then closed the door behind him. while he was looking around, he looked under his kitchen table and found vany and i, hiding under it. he, then, sighed like he knew who did that.

all of the MIKA fans then, came out from their hiding spot, then approached to him. i looked at him from afar and found something different from him. it wasnt like the MIKA i know. he was rude to his fans (at first, maybe because his fans did too far. entering his private bedroom without permission. which is a very reasonable reaction). i saw Asti came to him, tried to talk to him, then he answered like he didn’t mean it. i mean, rolled his eyes around, sighed a lot, and showing that he was annoyed by his fans presence. which, i think, too far.

later, vany finally approached to him while the other fans played with his stuff until the given time. she tried to say something, but again, MIKA answered with his worst attitude. which made me want to punch him in the face.

i remember vany tried to make a friendly conversation with him. like, “i’m sorry that we came to your room like this.” he rolled his eyes. “anyway, i heard your new song, ‘Sunda Cafe’.” he answered, “good”. “I didnt mean to interupt you” he answered, “my name is MIKA! not ‘you’!” with a very high tone.

i prepared my knuckle to punch him.

vany, then, stood in silence.

the time was up, and Asti asked us about the ticket to get back to jakarta. me and vany replied that we want to get back that very night. Asti flee away, ordering some tickets for MIKA fans from london. they rushed out off MIKA’s bedroom after saying ‘thank you’ to him. which was answered with a very worst attitude like before.

before left the room, i remember vany tried to talk to him once again. “it is a pleasure to meet you, actually” he replied, “again.. my name is MIKA! not ‘actually’!”. i had enough. i yelled from accross the room, “that’s not what she meant, stupid!”. he shut his mouth. *sujud2 ke freakas around the world*

and then, vany tried to talk again to him. and this time, MIKA answered with a less-annoyed face.

he, then, took us to his front door (which was looked like a 5 star hotel entrance in LA). and while walking, i realised that vany was a bit tall. she’s supposed to be my shoulder-high.. and so does to MIKA. but in my dream, she was ear-high to me and MIKA. which made vany say, “man, you’re so tall”.

at that time, i saw MIKA tried hard to look annoyed. and idk why, i think MIKA was a bit happy with his fans came by to his apartment. especially when talking to us.. me and vany.

 

MIKA fans went away to airport one by one using indonesia’s local taxi company. which was quite odd (but i thought, this company has ‘go international’). i stopped the last taxi a mika fans took, asked if we can go to the airport together instead of waiting for another taxi and make the others wait in the airport too long.

we hugged MIKA. i said sorry that i snapped to him. he replied, but i didnt remember. the next thing i remember is when we already in our taxi, otw to airport.

i remembered that we didnt bring any money.. even passport. i asked to a MIKA fans whom we shared taxi with. and she turned out to be my college friend, bernadeth. so then, we spoke in bahasa. asking about the ticket, which one that she gonna buy, etc.

 

it was kinda stupid that i decided to buy Air Asia’s ticket because i thought it was cheaper.

***

after that, i woke up because someone’s been calling my name.

and it was so hard to wake up. and after i woke up, i feel super dizzy. i couldnt walk straight, i hit several furniture which explain the bruises on my knees. i felt like i was torn apart.

i asked my neighbor in my flat/apartment/kos2an, who is a doctor about this. and he said, i slept with a very low capacity of oxygen that made me worn out. kai also told me that i looked so pale as soon as i woke up.

thats why i warned you about putting a pillow on your head just to prevent light from your lamp. it’s a good thing that im still alive, though.. hahahaha

 

ciao!