well, dari judulnya aja, udah tau kan, aku mau bahas apa? huehuehue.. this time, im gonna talk about my friend in the whole wide world.. rokok.

di antara teman2ku, aku termasuk perokok yang cukup berat. nggak, bukan artinya aku ngerokok samsu. frekuensi aku merokok terlalu sering. sehari, kalo nggak diingetin, 2 bungkus bisa habis. apalagi sambil ngobrol sama temen deket yang juga perokok. itu nggak terasa banget, lagi ngerokok, ngobrol2, ngopi2.. asoy bener.

nah, karena keseringan ngerokok, sampai ada temen yang nanya, “ngerokok mulu.. stress, ya?”. well, dibilang stress, nggak juga sih. secara umum, stressku disebabkan oleh kuliah. tapi kalo aku jawab karena kuliah, harusnya temenku juga merasakan tekanan yang sama. nah, karena sama2 mahasiswa yang punya penyebab stress yang sama, tapi aku ngerokok dan dia nggak, jadilah kujawab, “hehehe”. iya, itu bukan jawaban yang diharapkan.

kalau dilihat2, aku ngerokok udah dari kecil. dari SD, ada kali. karena ayahku dulu juga perokok berat.. dan.. well, gitu deh. nah, dan kebiasaan ini kebawa sampai sekarang. jadi, rokok itu bener2 udah mendarah daging. bener2 addict dan kayaknya nggak bisa hidup tanpa rokok. maybe cuma sebulan. tapi, lebih dari itu, aku nggak bisa.

ada alasan kenapa aku ngerokok. dan alasannya baru ketemu akhir2 ini sih.. huehuehue.

selain karena aku addict, aku juga sebenarnya adalah orang yang stressan. aku juga orangnya agresif. kalau aku marah dikit, bisa main tangan, main hantam, dan apapun bisa kujadikan senjata. nah, pernah ada satu pengalaman mengerikan yang bikin aku nggak mau lagi jadi kayak gitu. aku mau sepenuhnya berenti jadi orang agresif ekstrim gitu.. pokoknya, aku mau jadi orang yang tenang, woles, dan sebisa mungkin, berpikir sebelum bertindak. (…)

di masa itu, aku lagi berenti merokok karena cewekku (waktu itu) nyuruh berenti. tapi rupanya, kalo berenti, aku jadi kayak gini. waktu itu nggak sadar sih, kalo aku berubah sejak berenti merokok. sampai akhirnya, ada kejadian itu, dan aku mulai ngerokok lagi. sejak hisapan pertama, otak perlahan2 jadi tenang. di batang kelima, semua amarah redam, hilang.. pergi entah kemana.

sweet~!!

akhirnya, sejak saat itu, aku mulai menghilangkan penat pake rokok. kalo lagi kesel, pendam dikit, nggak berapa lama, ngerokok. yaah, menurutku, lebih efisien kayak gitu. daripada aku ngebunuh orang? mending aku ngerokok. toh, aku juga merokok di samping perokok2 lainnya, kok. aku nggak pernah mau merokok di samping orang yang nggak merokok. kecuali kalo udah terpaksa banget.. udah asem, baru ngerokok.

bahasa jaman sekarangnya, nyebat. artinya sebatang. tapi, tiap diajakin nyebat, yang kuhisap bisa sampai 3 batang. bukan nyebat namanya ya? hahaha..

nah, jadi, kenapa aku merokok? dan kenapa banyak banget? because i want to safe you all from my agressive side. daripada kalian semua mati kutikam, mending aku yang mati gara2 asap rokok. hahahaha..

***

wheew, kalo ngomongin rokok, nggak ada habisnya. because i really addicted to it and it’s my bestest friend.

oke lah,

ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s