oke, sekarang masih jam setengah 8 pagi. masih ada waktu buat nulis blog singkat sampai waktunya aku mandi jam setengah 9 nanti. huehuehuehuehue

jadi, aku punya seorang ‘teman’ yang sungguh sangat susah buat kudeskripsikan. well, bukan secara fisik. tapi secara mental. sebenarnya aku nggak peduli padanya. aku cuma give a fuck karena adikku masih menganggapnya teman.

you see, beberapa bulan yang lalu (udah cukup lama), aku suka ngepost yang aneh2 di twitter. mulai dari hal random sampai aku yang melampiaskan amarah di twitter. and this little friend came up to me and said that i couldnt do such things. waktu itu aku masih waras.. jadi masih bilang, “iya ya..” gitu.

tapi, lama2 aku gedeg juga. thats my twitter, my account. i can do whatever i like. tapi dia bilang, itu bisa mengganggu orang2. well, kubilang sama dia, “this is twitter. if you dont like what i tweet, then go unfollow me”. secara logika, emang gitu kan? orang ngefollow kita karena apa? apart from kenal2 blablabla, pasti karena mereka sama apa yang kita tweet. jadi kalau nggak suka, ya unfoll aja lah.

and then, a long time after, she did unfollow me.

sebagai pengklarifikasi, aku tanya sama dia.. buat memastikan dia mengunfoll dengan alasan yang sama: nggak suka isi tweetku. dan dia bilang, iya. ya udah.

tapi di masa itu, ada kalanya aku jadi waras banget sampai2 ngerasa bersalah udah ngetweet yang kasar2. yaah, tapi, seiring waktu, aku jadi sadar.. aku sebenarnya masih berhak melampiaskan amarah ke sana. wong aku mau ngomongnya singkat2, kok. bukannya ngomong panjang lebar kayak di blog gini.

yaah, sebagai selingan, aku mau menjelaskan apa arti twitter bagiku. twitter itu blog singkat. it’s a BLOG with a capacity of 140 characters per tweet. and a BLOG is a place where i can throw out all of my feelings. IT’S. A. BLOG.

nah, entah kenapa atau gimana, nggak berapa lama (kira2 hitungan hari), aku liat dia mengulang kata2ku yang ‘unfoll aja’. but this time, dia menambahkan opininya. yaah, overall sih, dia merendahkanku. well, gara2 itu, tumbuhlah sebuah persepsi, opini, dan apapaun lah tentang anak ini.

yang jelas, pertama aku mikir dia SOK PENTING. mungkin caranya nggak se-annoying ababil. dari cara dia memberi opini, kesannya aku pernah ngemis2 sama dia cuma masalah follow mem-follow. well, kenyataannya, aku cuma mengklarifikasi (entah dia nge-unfoll karena aku menyinggung dia atau gimana. tapi dia bilang, karena tweetku mengganggu dia. yo wess). kesannya, dia memfollow aku itu sesuatu banget yang nggak boleh dilewatkan. pada nyatanya, aku nggak peduli sama dia. toh, dia nggak kuanggap teman.. cuma kenalan.

nah, awalnya, itu cuma karena aku aja yang lagi nggak waras, makanya kepikiran opini begituan. tapi lama2, aku makin bisa melihat tanda2nya kalau opiniku nggak salah.

kayak yang udah kubilang, adikku masih menganggap dia temen. ‘masih menganggap’.. well, iya.. ada masalah di antara mereka. tapi aku nggak tau secara detil karena kai jarang mau cerita soal beginian. dia mengatakan secara halus kalau aku nggak boleh ikut campur. jadi aku diem.. walau banyak memperhatikan mereka berdua.

karena aku sering memperhatikan mereka berdua berinteraksi, aku pun mulai hafal gelagat2 mereka dan segala macam dalam berbagai situasi. entah ini juga bisa dijadikan landasan opini atau nggak, tapi aku kembali melihat sikap SOK PENTINGnya dia. yaa, secara gambaran besar, aku kayak ngeliat adikku ngemis2 sama dia. dan dia (entah kenapa) TERLIHAT sengaja melakukan itu. kayak sengaja bikin adikku ngemis2 ke dia. entah dia sadar atau nggak, tapi jelas dia kayak bikin adikku ngemis sama dia.

dari sini, aku mulai kesel.

gimana nggak kesel? ngeliat adik sendiri ngemis2 ke orang nggak jelas. ngapain kai sama dia? mending dia sama aku. emang dia pernah ngapain sama kai sampai kai segitu banget sama dia? emang dia dewa, sampai dielu2kan sama kai gitu?

sebagai kakak yang baik (dan sebagai provokator sinting), aku pun mengemukakan kekesalanku sama sikapnya kai. dia kutanya2 beberapa hal seputar hubungan dia dan hal2 yang pernah mereka lakukan. setelah dapat cukup info, kujelasin sama kai buat melupakan orang itu. jelas inti percakapannya, “udah, kamu nggak usah ngejar2 dia lagi. emang dia siapa, kamu kejar2 gitu? keenakan di dia. berasa penting, berasa selebriti dikejar2 kamu. emang kamu pernah, liat dia seenggaknya nengok ke arah kamu sekarang? nggak. cuma pas dulu aja.. pas dia lagi terpuruk. pas sekarang? dia pernah nyapa kamu? cuma sesekali aja. dan kalau butuh aja, kok”.

kai? walau belum bisa move on sepenuhnya, aku bisa ngeliat dia udah mulai mengabaikan orang itu. tapi cuma pas lagi diem2an. begitu dia mulai ngajak ngobrol, kai lepas kendali. terpaksa kai kuceramahin lagi buat kedua kalinya. dan kali ini, kulihat, dia udah biasa2 aja. udah mulai cuek. good.

 

bukannya aku mau memprovokasi adikku. cuma, aku nggak suka.. dan aku benci melihat orang memperlakukan adikku kayak gitu. nggak ada yang berhak membuatnya kayak gitu. dan.. jujur, kalau ada yang berani memperlakukan adikku kayak gitu, orang itu otomatis kuanggap sampah.

***

…oke, tadi aku rencananya mau lanjutin dengan balik ke topik awal. cuma kalau ngomongin orang ini, nggak ada habisnya. jadi.. ya sudah lah. yang penting kai udah nggak nempel2 lagi sama dia.

yaa, selain aku cemburu, aku juga kesel. kalo orangnya baik2, dan nggak ada maksud tersembunyi, dan nggak memperlakukan orang kayak ‘habis manis, sepah dibuang’, aku mah, woles aja. lah, kalo kayak gini kan, cari ribut, namanya.

…hhh,

yo wess lah.

 

ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s