beberapa menit yang lalu, aku baca sebuah post (rage-comic) tentang anak yang orang tuanya cerai. di cerita itu, kedua orang tuanya ngomong sama anaknya, semacam, “ibu kamu bilang apa tentang ayah? pasti dia menjelek2an ayah. dia nggak pernah mendukungku. seharusnya aku nggak pernah menikahinya” dan “ibu seharusnya meninggalkan dia sebelum kamu lahir”. dan anaknya (di komik itu) bilang ke diri sendiri, “kalau kalian nggak ketemu, berarti aku nggak akan lahir”.

yes, ini masalah yang selalu menjadi pusat perhatianku. tentang orang tua yang bercerai, terus seenak jidat curhat sama anaknya kayak gitu. mending curhatnya cuma sekedar, “ayah kamu itu orangnya kasar. tapi, maafin dia ya” gitu. ini? curhat yang bilang ogah ketemu pasangannya bahkan sebelum punya anak. sebagai anak, yaa.. gimana sih? pasti ngerasa kayak nggak diinginkan.

aku tau soal beginian. tenang aja.. aku bukan asal ngebacot, kok.

kondisi kayak gini bikin si anak merasa nggak punya rumah. ini yang bikin mereka lari kemana2.. kayak rokok, narkoba, minuman keras. ada yang melakukannya karena emang cari perhatian.. ada yang melakukannya emang karena ingin mengurangi rasa sakit. apapun alasannya, bagiku semua terdengar logis. siapa sih, yang nggak butuh perhatian? apalagi di saat orang tua berpisah dan kedua2nya nggak memberikan kenyamanan. berasa nggak punya rumah. kalau udah kayak gitu, mending tinggal sendirian.

tapi..

bukannya aku memprovokasi kalian untuk kabur dari rumah. kalau kalian masih di bawah umur (apalagi kalian cewek), kalian butuh tempat tinggal. dan mau nggak mau, kalian harus bertahan tinggal di rumah salah satu orang tua kalian meski pun nggak nyaman. memang nggak mudah. memang rasanya bikin kesel dan bikin depressi bertambah 2 kali lipat. tapi.. bertahanlah. makin kalian bertahan, makin terasa lega nantinya.

kalian bisa mulai cari penghasilan sendiri. penghasilan yang cukup besar, yang menurut kalian bisa cukup dipakai untuk kehidupan sehari2 selama sebulan dua bulan. nabung yang banyak buat pendidikan kalian dan segala kebutuhan. dan begitu kalian udah cukup umur, udah punya ktp, kalian bisa bebas.

.

emang, cara ini bukan cara terbaik. tapi dulu aku berpikir kayak gitu. dan begitu tabungan bener2 kurasa udah cukup buat hidup, aku kabur. dan rasanya pas kabur, aku nggak mau peduli apa2 lagi. ngapain peduli? emang mereka peduli sama kita? sama perasaan kita? kayaknya nggak. aku mau jadi egois.. capek ngalah terus. dan aku benar2 melakukannya, dulu.

sampai sekarang pun, aku nggak tau harus ngasih saran apa buat orang2 yang senasib denganku dan kai. mungkin aku lebih suka ngajak kalian buat bersenang2. yang mau curcol bisa ngomong ke twitterku. atau yang mau private, bisa add skype saya (tapi mention di twitter dulu biar aku tau). we can talk for hours. daripada kalian depressi, bersedih berlama2 yang nggak jelas jentrungannya. percuma kalian depressi.. mereka terlalu egois buat melirik kalian. buktinya, mereka bisa segitu gampangnya cerai dan curhat seolah2 kita nggak diinginkan. mending kita jadi egois dan nggak memikirkan mereka juga, kan? itu yang mereka ajarkan ke kita..

tapi, gimana pun, mereka itu orang tua kita. human make mistakes. mereka punya masalah mereka sendiri sampai2 mereka nggak bisa memperhatikan kita. makanya, sebagai orang senasib, kalian bisa ngomong padaku soal beginian. woles aja mah, saya. hahaha.. you can ask for advice, or just curhat sampe nangis sejadi2nya biar lega. yang penting jangan bunuh diri..

hehe..

.

yak, kalau yang mau add skype, silakan tanya saya lewat twitter.

 

oke, babai,

ciao!

2 thoughts on “Divorced Parents

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s