Yak, bagi yang udah liat itu reblogan blog temenku, seenggaknya, kalian punya gambaran aku bakal ngepost apa.

.

Jadi hari ini aku berencana buat ke Bekasi Barat (ke Kemprat) setelah kelas jam 7 (yaah, tipsen kelas jam 10, tentunya). Habis kelas bubaran, aku ke koperasi buat beli bekal petualanganku yang kedua ke Bekasi (halah!). Setelah itu, aku baru ke depan plangi buat nungguin feeder busway ke Kemprat.

Aku udah kerajinan. Dateng dan mantengin bus yang kukira dateng jam 9. Setelah berdiri setengah jam di halte depan plangi, otakku mulai bekerja dan ingat kalau jam 9 itu bus nya baru sampe Ratu Plaza. Iya, modern sekali otak saya ini.

Di perjalanan, santai sih. Mulus. Aku ke sana nggak gitu macet. Di tol cuma macet di depan gerbang Jati Bening, habis itu sisanya lancar. Di dalam Bekasinya juga nggak begitu macet.. cuma rame mobil aja. Dan tanpa kuduga, dari gerbang masuk Bekasi Barat sampai ke Kemprat (ditambah jalan dari halte feeder busway ke sekolahnya Dani) cuma makan 10 menit. Jelas aku kecepetan dan Dani belum keluar dari ruang ujiannya.

Sesaat sebelum masuk gerbang sekolahnya, aku bimbang layaknya perawan yang diajak nikah sama kakek-kakek umur 70 tahun. Antara aku mau nunggu di dalam atau di luar. Kalau di luar, jelas aku mau ngerokok dulu. Tapi masalahnya, ‘dimana?’. Karena saya masih anak Bekasi karbitan, jadilah aku melangkah masuk gerbang sekolahnya Dani dengan tampan dan nunggu di tempat yang udah dijanjiin.

Pas jalan masuk, aku berharap bisa ngerokok di sana. Sayangnya, di pos satpam ada tulisan ‘kawasan bebas asap rokok’. Walau ada bapak-bapak yang ngerokok juga di dalam, aku tetap nggak bisa mengabaikan peraturan (iya, scumbag bener ini kepribadian japanese ku). Aku pun masuk dan duduk di meja batu dengan muka melas.. lemes-lemes nggak bisa ketemu ama Dunhill.

Di sana, aku cuma ditemani 2 anak SMA yang lagi ngobrol. Aku, dengan cengonya cuma bisa main hp, refresh-refresh timeline twitter ampe jebol. Tapi, apa boleh dikata, yang namanya forever alone ya, forever alone aja. Lima menit berikutnya cuma kuhabiskan dengan bengong sambil mantengin layar hp yang udah mati.

Itu kalau anak SMA nyadar apa yang kulakukan, mereka akan menganggapku habis ngebaks. High gitu.

 

Tak berapa lama, pas lagi asik mantengin layar hp, tau-tau ada beberapa biji anak berdiri di sampingku. Aku kenal salah satu anak dari gerombolan itu.. kalau kata Dani, namanya Aoka. Dia temen deketnya Dani. Aku emang nggak begitu deket sama dia, tapi.. yaah, dari pengalamanku tebar pesona, aku cukup bisa mengakrabkan diri.

Selama setengah jam kami ngobrol-ngobrol. Dan obrolan kami didominasi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kuliah, terutama Akuntansi *nangis*. Di beberapa topik juga, dia ngebahas blogku. Bersyukur juga, ternyata blog ini ada yang baca.

 

Setelah setengah jam ngobrol, akhirnya makhluk yang kutunggu pun keluar dari habitatnya. Dani muncul dari balik gerbang dan langsung nyamperin kami. Dan nggak nunggu berapa lama, kami pun langsung cabut dari meja batu buat nyeberang ke ruko-ruko di depan sekolahnya Dani.

Well, seperti yang udah dibilang sama Dani, aku ke Bekasi jelas dengan tujuan yang sangat mulia.. makan mie yamien YY (bukan nama sebenarnya). He eh, aku menempuh jarak puluha kilometer demi semangkuk mie yamien YY. Indah, bukan? INDAH!!! JELAS AJA INDAH!!! TUJUANKU SELALU MULIA!!!! *elus2 perut*

Aku datang ke sana, pesen mie yamien nya dengan anggun, terus naik ke lantai dua, ruangan AC. Pas sampai di atas, isinya anak sekolahannya Dani semua. Dan pas masuk, seluruhnya terdiam dan memandang kami. Entah mereka nggak pernah melihat cowok seganteng aku atau Dani waktu itu lagi tampang psikopat. Entahlah.. yang jelas, mereka langsung kicep pas kami dateng. (ps: Aoka cuma anteng cengo nggak ngerti situasi. Yaah, dari tampangnya sih, gitu)

Bagaikan para raja dan budak-budaknya, kami berusaha nggak peduli dan mencari bangku yang asik. Pas duduk, kami mulai ngobrol-ngobrol sambil nungguin makanan. Sebelum makanan datang, topik pembicaraan masih terdengar begitu normal dan manusiawi. Tapi, begitu makanan datang, entah kenapa topik berbelok dan mulai terlihat liar layaknya macan. Ada aja yang diomongin, dan ada aja kejadian bodoh yang bikin ngakak.

Kejadian bodoh itu, salah satunya yang aku dengan bodohnya motong mie pake sumpit. Masalahnya, sumpit itu kubentuk kayak gunting, terus aku berusaha keras buat memotongnya. Sampai akhirnya, Aoka yang waras dan berwibawa angkat suara, “kenapa nggak dipotong pake sendok?”. Ahh, kata-kata itu terdengar bagai hidayah bagi para kau primitif sepertiku dan Dani.

Kami ngakak. Dani ngakak sampai nangis. Aku ngakak sampai melahirkan anak kedua dari pantat.

 

Nggak.. ketawa kami nggak berakhir sampai sana aja. Imajinasiku mulai meliar.

Kami baru aja sukses mindahin potongan mie yang diminta Dani ke mangkoknya karena tangannya lemes habis ketawa. Pas makan, kami berusaha buat nggak ketawa biar nggak keselek. Begonya, Aoka malah cekikikan yang bikin perut kami geli lagi. Jadilah kami kembali ketawa dengan mie masih bersarang di mulut.

Di sini, imajinasiku membentangkan sayapnya. Aku langsung ngayal kalau Dani jadi kayak Yanze di One Piece (yang episode kereta api laut itu. Yanze dari CP5. …Yanze kan ya, namanya? Yang koki. Yang berantem sama Sanji. Yaaa, itu lah pokoknya). Aku ngebayangin Dani pas nyuap mie yamien manisku ke mulut, dia ketawa, terus mie nya keluar dari idung.. sruuut sruuut gitu. Udah berasa mesin pasta.

 

Iya, makan baru 3 suap udah berasa makan 3 mangkok. Angin bekas ketawa masuk semua ke perut. Jadinya kenyang.

 

Setelahnya, pembicaraan mulai serius. Dan emang bener-bener serius.. nggak ada yang ketawa-ketawa. Karena ngomongin ide. And I love talking about ideas. Walau aku bukan bagian dari rencana, aku suka ngasih ideku sebagai masukan. Siapa tau bermanfaat. Huehuehuehuehue..

.

Udah lah curhatnya..

Ciao!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s