Well, I got a lot of complain about MY OWN belief. Sesuatu yang seharusnya bukan jadi urusan orang lain. Tapi, yaah, dimana-mana, pasti ada aja orang nggak punya kerjaan.. yang saking nggak punya kerjaan, sampai urusan orang pun diurusin. Fucking weird, right?Well, it’s not your fucking business and it’s not your right to put your fucking ass into my life.

Aku mencoba buat nyuekin, tapi rasanya makin lama makin mengganggu. Oke, biar asshole-asshole seperti kalian ini puas, mari kujelaskan apa agamaku.

Di KTP, agamaku ditulis Islam. Sebelum jadi Islam, sebenarnya aku emang nggak punya agama karena di Jepang DON’T GIVE A FUCK ABOUT RELIGION. Ibuku Katolik Roma, ayahku.. nggak punya agama. Shinto, kayaknya, soalnya kalau tahun baru juga suka ke kuil. Ain’t matter. Intinya, dari kecil, aku emang dilahirkan nggak jelas dan nggak punya agama.

Aku kaget setelah tau kalau di Indonesia harus masukin AGAMA di dalam ID. Pas ngisi, aku sama sekali nggak tau mau ngisi apa. Ngisi Katolik, aku nggak pernah ke gereja. Mau isi Shinto, dulu aku sering rayain Natal sama Paskah. Yaa, apa, dong? Nggak bisa ngosongin kolom itu aja apa ya? Atau tulis jadi Atheist, gitu. Tapi, karena orang tua yang nyuruh aku kuliah adalah muslim, akhirnya aku masuk Islam. Aku diajarin segala tentang Islam, terus masuk Islam.

Buat beberapa tahun, aku patuh. Aku jalanin semua peraturannya dengan sungguh-sungguh. Tapi setelah itu, aku lepas. Nggak kuat ngikut peraturannya yang semua yang dilarang adalah sesuatu yang kusuka. Aku nggak bisa ninggalin alkohol <-ini yang paling berat. Akhirnya yaaa, aku tetep minum alkohol. Tapi, solat, baca Al-Qur’an, solat Jum’at, nggak makan babi & anjing, dan berusaha nggak dijilat anjing masih kupatuhi. Bahkan kurasa, solatku jauh lebih lengkap dari kalian yang ngomentarin. Saya sih, kalo solat 5 waktu. Solat sunah kalau inget #dor. Saya juga bisa baca Al-Qur’an. Bahkan saya belajar Bahasa Arab. Walau hurufnya masih yang pake tanda baca karena aku bukan native.

Sekarang kalau aku ditanya agamanya apa, pasti kujawab, Atheist. Biar gampang dan nggak serba dibacotin. Tapi kalau mau tau, aku nggak sepenuhnya Atheist. Maksudnya, aku masih percaya ada Tuhan dan segala keajaibannya. Aku sebenarnya cuma nggak mengacu pada agama tertentu. Istilahnya, Tak Beragama Tapi Bertuhan. Karena nggak ada istilah yang lebih singkat, akhirnya kusebut aja aku Atheist.

Walau udah begini, masih ada juga orang kurang kerjaan yang ngebacot jelasin ke aku apa itu Tuhan. Bitch, I know what GOD is. Nggak perlu dijelasin kayak aku kehilangan arah gitu. Dan kurasa, kalian juga taunya Tuhan sesuai dengan deskripsi di kitab kalian. Nggak usah sok religius. Emang kalian pernah merenung dan mikir apa definisi Tuhan menurut kalian sendiri? Kurasa nggak pernah.

Tuhan itu nggak sesempit apa yang kalian pikir. Agama cuma menyempitkan definisi Tuhan. Yaah, tiap-tiap agama emang definisinya beda. Dan itu nggak ada yang salah. Lah, masalah kepercayaan aja, kok. Yang namanya kepercayaan, kadang nggak bisa dilogikakan. Dan aku menghargai setiap Tuhan dari masing-masing agama. Aku menghargai masing-masing kepercayaan kalian.

 

Aku secara pribadi sih, nggak ngajak kalian jadi Atheist juga. Cuma, kalau kalian mengalami hal yang sama, bilanglah pada orang-orang itu buat nggak ikut campur sama kepercayaan kalian. Mau itu misi dari Tuhan atau apa, nobody can touch our belief. Itu urusan kita dengan Tuhan.

Dan, jujur, aku agak-agak geli dan bete kalau liat orang yang super religius sampai meng-quote dari kitab-kitab mereka. Kalau temannya seagama dan emang sama-sama religius, yo wess lah. Kalau nggak, jadi terkesan bacot. Nge-spam. Yeah, yeah, yeah, I got it. Situ religius, situ beragama, situ ngerti soal agama, situ cinta sama agamanya sendiri. Sama kayak pas aku ngeliat orang lagi kasmaran pas PDKT, “WHO CARES!?!?!?!?” *unfollow, unfriend, block, report as spam*.

Ehem,

Maaf, jadi kebawa emosi, ehehehe *gulung ujung baju*.

Tapi mah, kalau kasusnya kayak yang terakhir, gampang ngurusnya. Tinggal unfoll, unfriend, block, report as spam *jahat*. Yang jadi masalah cuma.. yang melakukan itu adalah bagian dari keluarga yang menyekolahkanku. Jadi hitungannya udah jadi keluargaku. Susah unfoll, susah unfriend. Cuma bisa mantengin sambil nangis.

.

Udahlah.. nggak habis-habis ngomongin ginian.

Ciao!

2 thoughts on ““Kalo Beragama Yang Jelas, Dong, Kyle!”

  1. It’s called agnostic if you believe there is a God but you don’t want to commit with any religious beliefs.

    I once an agnostic before now. Tapi para ‘rakyat sipil’ suka ngira agnostik dan ateis itu sama zzz… Tetep susye ah punya kepercayaan yang gag menstrim dimarih.

    Like

    1. oooh, so that’s what it called. ya ya ya.. besok2 aku bilangnya agnostic aja. kalo atheist keren juga sih.. tapi aku masih percaya Tuhan. mueheheheh.

      sebenernya, kita nggak akan dibiarkan bebas karena kapasitas otak mereka yang terbatas. karena terbatas, kita disuruh ngikutin standardnya mereka. maklum, referensinya kurang. macam orang bego tapi mau dibilang pinter. macam anak gaul yang nggak biasa liat yang aneh2 freak. dasar manusia2 menyedihkan..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s