Have I mention about me playing a violin? Yeah, aku main biola dan piano. Walau nggak hebat-hebat amat. *nangis*

Dulu juga pernah main bass sama gitar pas masa-masa SMP-SMA. Cuma sekarang udah bener-bener lupa. Udah lamaaaa banget nggak main. 7 tahun ada, kali ya? hahahaha..

Nah, habis dari peralatan band, aku pindah ke musik-musik klasik (iya, tau, nggak cocok banget dengan penampilanku yang nyleneh gini). Nah, alat musik klasik pertama yang kumainkan adalah Biola/Violin. Dan jelas aja, aku langsung jatuh cinta sama violin. Awalnya cuma dibeliin biola biasa, yang merek Steiner. Pemberian dari orang tua yang menyekolahkan saya. Muahahaha.. dari sana, disuruh les biola, dan langsung jatuh cinta sama biola.

Setahun belajar biola, akhirnya aku berhenti karena tutorku mau ngelanjutin kuliah dan aku selingkuh sama piano. Selama 6 bulan, aku pun belajar piano. Yaah, bisa dasar-dasarnya aja. Sisanya diajarin sama Morgan buat teknik dan segala macem. Jadinya belajar piano nggak formal-formal amat.

Sekarang, aku bener-bener vacum main alat musik dan lebih fokus ke kuliah Akuntansi. Terus barusan nonton video Lindsey Stirling main biola Phantom Of The Opera (my favorite), aku pun kembali teringat pada biola yang udah berdebu di samping kasur.

.

Aku punya 2 biola. Yang satu biola klasik, yang satu elektrik. Yang elektrik nyebutnya sih, punyanya Kai. Tapi yang make tetep kami berdua.

Biola kami. This is what happen when you ask a girl to decorate your brother's violin.
Biola kami. This is what happen when you ask a girl to decorate your brother’s violin.
My violin.
My violin.

Punya Kai itu didekor sama cewek bernama Raisa yang super girly. Jadi, pas minta dihias, jadilah hiasannya kayak cewek. Padahal tadinya Kai minta tolong aku. Biolanya itu mau dicustom jadi cat merah-hitam. Tapi dia keburu minta sama Raisa. Jadilah begitu.

Oh iya, nama biolanya Kai itu, Chrome. Biola elektrik bekas. Lupa aku beli berapa. Kalau nggak salah, sekitar 1 juta atau berapa. Yaah, bodo amat masalah harga.. buat adik sendiri ini. Yang penting dia seneng. Huehuehuehue..

Nah, biolaku ini biola klasik merek Steiner. Biola pertamaku. Biola yang paling kusayang dan kurawat. Walau murah, ini biola berharga. Hahaha.. nama biolaku, Raden Ajeng Ayu Kinansih. Nama sebelumnya, Sukinem (…). Karena klasik, aku mau kasih nama yang klasik juga. Tapi Sukinem terlalu gimanaaaaa gitu. Jadi kukasih nama yang sedikit ke-kraton-kraton-an. Di biola ini ada 2 tanda tangan violinist ternama. Yang kecil di bagian bawah itu tanda tangannya Kak Maylaffayza. Di belakangnya ada satu tanda tangan besar nya Iskandar Widjaja.

Waktu itu aku dateng ke konsernya di Bintaro.. konser bertema valentine. Dan aku satu-satunya makhluk jangkung yang bawa-bawa biola ke konser itu. Bener-bener kayak orang gila. Tapi untungnya, Kak Mayla malah tersanjung dan merasa terhormat udah dimintai ttd di biola fansnya. *terbang*

.

Nah, setelah vacum, aku lagi mau belajar biola lagi ngelanjutin yang dulu. Sama mau latihan lebih keras biar cepet lancar dan bisa sejajar sama Lindsey Stirling, Kak Mayla, dan Issi (walau mustahil). Hopefully, I’m good enough to perform on stage so you can watch me raping my violin. Muehehehehehe..

Dan kalau ada koneksi buat ngajarin biola di daerah Senayan-Senopati, boleh lah hubung hubungi saya. :3

.

Udah deh, segitu dulu..

Ciao!

 

ps: Kak Mayla cantik mampus.

4 thoughts on “Violin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s