Ya, kedengerannya sok.. tapi, di dalam kamusku, memang nggak ada yang namanya ‘nggak bisa’. Yang ada cuma ‘males’ dan ‘nggak mau berusaha’. Walau ngomong gini, aku juga kadang bilang kalau aku ‘nggak bisa’ pas lagi mager, sih.. :p

Well, aku kadang membenci orang yang datang mengeluh, minta pendapat atau saran, pas kusebutin, mereka langsung bilang ‘nggak bisa’ tanpa keraguan sedikit pun. Aku lebih suka mendengar kata ‘nggak berhasil’ sebagai gantinya. Karena, bagiku, nggak ada yang nggak bisa. Bullshit kalau bilang ‘nggak bisa’. Segalanya bisa. Pasti bisa. Asal mau usaha.

Entah, mungkin karena aku lama tinggal di jepang, jadi semangatku jadi semangat jepang. Dan entah karena aku udah didoktrin atau gimana, aku nggak suka bilang ‘nggak bisa’. Aku lebih prefer bilang ‘belum belajar’ karena aku nggak suka dibilang nggak bisa. Kecuali kalau emang lagi mager super dahsyat. Hahaha

.

Well, perlu kuperjelas topik-topik apa aja yang kumaksud.

Aku lebih menekankan pada hal-hal yang berbau edukasi. Apapun bentuk edukasinya.. entah itu dalam bentuk penguasaan materi eksak atau pun pengembangan diri. Bagiku, semuanya bisa dilakukan karena pada dasarnya manusia itu diciptakan dengan kemampuan untuk belajar. Walau pun kemampuan berbeda-beda, tapi tetep, semua harus dicoba semaksimal mungkin.

Talent has nothing to do with success. Orang yang suaranya sumbang, kalau memang dia pingin jadi penyanyi, dia bisa latihan, les vocal, dan bisa jadi penyanyi. Kesuksesan itu dibentuk, bukannya dilahirkan. Segala keahlian harus dibentuk, bukan alamiah. Kalau kita pasrah sama apa yang kita punya karena merasa dibatasi dengan kemampuan alamiah, dengan penuh penyesalan saya harus bilang, anda itu pathetic.

Anda pasrah karena merasa dibatasi dan menyalahkan alam? Shame on you. Anda bisa mendobrak batasan itu dan menjadi sesuatu yang anda inginkan. Kalau pun gagal, at least you try. Kalau nggak mau berhenti, kalian bisa mencobanya lagi, lagi, lagi, dan lagi. It’s never too late to learn.

.

Aku lebih memandang sukses sebagai pencapaian kita ke tahap ‘comfort-zone’. Dan sukses itu nikmat karena prosesnya yang sedap. Maksudnya, orang-orang yang mencapai keberhasilan karena kerja keras yang luar biasa, mereka akan merasakan nikmat dari keberhasilan berlipat-lipat. ‘Rasa’ ini lah yang kusebut sebagai sukses. Rasa bangga, rasa puas, dan rasa-rasa positif lainnya. (hehe) Dan setelah kita berhasil mencapai keberhasilan dengan sukses, maka kita akan tiba di comfort-zone.

Nah, karena kesuksesan selalu kunilai dari usahanya, maka dari itu, aku nggak pernah memasukkan ‘nggak bisa’ ke dalam kamusku. Kita bisa mencapai apa yang kita mau. Pasti bisa. Dan orang-orang tak ber-talent tapi mau berusaha, pasti akan lebih sukses dari orang-orang yang punya talent. Dan kesuksesan ini hanya bisa dirasakan oleh anda, dan kesuksesan nggak bisa dinilai dari materi.

 

Aku nggak punya talent apa-apa. Tapi itu bukan artinya aku nggak berguna dan diam aja. Aku memiliki rasa ingin berguna dan nggak suka menyusahkan orang. Karena itu, aku berusaha mati-matian untuk mempelajari ini-itu demi merasa berguna dan nggak menyusahkan orang lain. I work my ass off to learn everything. Hal sekecil apapun itu, aku bakal mempelajarinya.

Dan sebenarnya, keinginan belajar itu nggak tumbuh dari ‘ingin dapat nilai bagus’. Hal ini muncul kalau kau ‘ingin merasa berguna’ dan ‘merasa sesuatu kurang sempurna’ (im a bit perfectionist). Hal ini terjadi kalau kau merasa ada sesuatu yang kurang pada dirimu, dan bisa terwujud kalau anda nggak suka pasrah sama nasib. Dan jujur, hal ini benar-benar akan memunculkan kepercayaan dirimu. :p

.

Sebenarnya, aku bikin blog ini buat orang-orang yang merasa putus asa dengan hidupnya. Sebagai pemanis, aku cuma mau bilang, di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin. Dan ‘nggak bisa’ bukanlah jawaban yang tepat. Segalanya bisa kita lakukan selama kita mau bekerja keras. Menggantungkan diri pada nasib bukanlah ‘tujuan Tuhan menciptakan kita’ atau ‘tujuan kita dilahirkan’.

Nasib itu bisa dirubah. Dan cara merubahnya harus dimulai dengan menimbulkan rasa ‘ingin memperbaiki diri’. Rasa ini muncul karena ‘mencintai diri sendiri’. Kalau udah begini, kita bisa memperbaiki segala kekurangan kita. Kekurangan memang ada, tapi bisa diminimalisir.

So, bagi yang saat ini merasa terpuruk, nggak percaya diri, atau apapun sifat-sifat negatif lainnya, aku cuma mau bilang, kalian cuma perlu berusaha lebih lagi. Memang, berusaha itu capek. Kalian bisa istirahat sejenak kalau capek. Asal nggak terlena aja. Setelahnya, kalian harus berusaha lebih keras lagi untuk mencapainya. Dan, percaya deh, rasanya setelah kita berhasil itu begitu nikmat.

Dan bagi orang-orang yang sudah mengkategorikan dirinya ke ‘nggak berhasil’, anda perlu ganti haluan. Silakan merenung dan mencoba untuk memutar haluan. Buat pilihan anda sendiri, dan berusahalah untuk bertanggung jawab dengan pilihan anda dengan berkerja sekeras mungkin demi mencapai tujuan. 😀

.

Well, that’s all.. maaf kalau agak-agak berantakan kalimatnya. Ini ditulis dalam keadaan setengah tidur. *efek nggak suka ninggalin kerjaan*

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s