Di dunia ini ada banyak yang namanya orientasi seksual. Kayak heteroseksual, homoseksual, dan mungkin masih banyak lagi yang nggak kuketahui. Di Indonesia, orientasi seksual yang diakui hanya satu, yaitu Straight (hetero). Dan membicarakan soal homoseksual di Indonesia termasuk tabu. Meskipun sekarang, secara diam-diam, udah banyak orang yang menyimpan (atau membuka) dirinya sebagai homoseksual.

Nah, sebagai seorang blogger dan penulis, aku cukup terbuka soal orientasi seksual. Aku nggak memandang orientasi seksual manapun sebagai satu hal yang tabu. Karena faktor yang menentukan orientasi seksual ada banyak, dan jelas-jelas aku nggak bisa menyalahkan seorang individu karena orientasi seksual yang dianutnya. Yaah, anggaplah aku nggak punya hak untuk melarang mereka begitu.

 

Selain kedua -seksual yang udah kusebutkan di atas, aku masih punya beberapa -seksual lainnya yang kuketahui. Dan mungkin, sebagian orang lainnya udah mengetahuinya. Tapi, biar lebih asoy, aku bakal menjabarkan seluruh orientasi seksual yang kuketahui. Tujuanku sih sederhana, agar pembacaku jadi terbuka sama hal yang beginian dan agar pembacaku tau kalau yang beginian itu ada di dunia nyata. And it’s not your right to be afraid of them.. they’re human, and there’re a lot of factors that make them that way. Semacam kepribadian yang dibentuk dari pengalaman (ada yang parnoan, ada yang sinis-an, ada yang mudah percaya-an, dll).

.

Berikut adalah beberapa orientasi seksual yang kuketahui:

 

Heteroseksual

Heteroseksual adalah orientasi seksual yang paling banyak kita lihat. Hetero terjadi antara (gender biologis) perempuan dan laki-laki. Orientasi seksual ini adalah yang paling umum dan paling diterima masyarakat karena dianggap ‘normal’ oleh masyarakat luas.

 

Homoseksual

Homoseksual adalah orientasi seksual yang melibatkan dua orang yang sejenis kelamin biologis. Homoseksual terbagi menjadi dua label, yaitu gay dan lesbian. Lesbian adalah hubungan antara female-female, sedangkan Gay adalah male-male. Walau begitu, aku lebih suka menyebut keduanya sebagai Gay aja, supaya gampang (cuma 3 huruf, soalnya. #dor).

Homoseksual di Indonesia (dan sebagian negara lainnya) masih dianggap tabu dan (mungkin) aneh. Yang kutau, orang-orang yang mengaku atau ketahuan Homoseksual biasanya akan dikucilkan dan diperlakukan semena-mena. Padahal menurutku, mereka menjadi homoseksual bukan karena keinginan mereka. Tapi bisa jadi karena masa kecil.

Adik saya sendiri adalah Gay. I’m not ashamed of him. Aku justru bangga dia mau mengakui dirinya gay, mengakui siapa dirinya sebenarnya, dan mencoba hidup sesuai yang dia inginkan. Dan kalau mau tau, adik saya nggak memilih untuk jadi gay. Something happened in the past, sehingga dia lama-kelamaan jadi gay. Tapi bagiku, dengan dia kembali menjadi berani mencintai orang tanpa perasaan insecure, itu udah membuatku senang, meskipun dia menjadi gay (yang bagi sebagian orang adalah hal tabu).

Homoseksual umumnya nggak tertarik pada semua sesama jenisnya. Mereka tetap berhubungan layaknya pasangan Hetero. Mereka punya tipe. Jadi, nggak semua orang yang sesama jenis bisa dia sukai. Nggak usah ge-er dulu, nggak usah jijik dulu. Belum tentu anda dianggap ganteng/cantik di mata mereka. :p

 

Biseksual

Biseksual adalah orientasi seksual dimana seorang individu bisa tertarik kepada dua jenis, perempuan dan laki-laki. Di Indonesia, saya belum pernah mendengar cerita langsung dari orang-orang yang mengakui dirinya sebagai Biseks kecuali diri saya sendiri. Ya, aku seorang Biseksual. Aku bisa tertarik pada dua jenis, perempuan dan laki-laki. Dan seperti homoseksual, aku nggak tertarik pada semua jenis perempuan dan jenis laki-laki. I do like boobs. But not all boobs can attract my attention. Nice boobs with junky personality = not my type. Aku punya tipe kok buat setiap cewek, begitu juga laki-laki. Aku nggak suka semua cowok. Apalagi yang macho. Kan nggak lucu, kalau nanti jalan berdua, dua-duanya sama-sama macho, ganteng, dan dominan. *nggak suka ditiban di kasur*

 

Aseksual

Aku yakin, nggak semua orang tau soal orientasi seksual ini. Ini (katanya) orientasi seksual baru. Dan sesuai namanya, seorang Aseksual nggak menyukai kedua jenis, perempuan dan laki-laki. Maksudnya, mereka nggak punya ketertarikan dalam hal seksualitas terhadap keduanya.

Teman saya ada yang sebenarnya Aseksual. Dan katanya, dia memang nggak tertarik pada perempuan dan laki-laki. Awalnya dia mengira kalau dia lesbian. Tapi setelah dia coba mendekati cewek, rupanya sama saja. Dia menganggap keduanya nggak lebih dari teman atau sahabat. Dan dia nggak pernah berfantasi soal seks either with boys or girls.

 

Celebrity-seksual

Ini sih, cuma buatanku aja. Celebrity-seksual maksudnya adalah ketertarikan seksual pada seorang selebriti idaman. Contohnya aja, DewiPersik-seksual, MIKA-seksual, FreddieMercury-seksual, JuliaPerez-seksual, PerezHilton-seksual, dll. Tinggal masukkan nama selebriti favorit anda, lalu tambahkan ‘-seksual’ di belakangnya. Aduk hingga merata dan sajikan selagi panas. #lah?

Aku nggak tau kalau pengidap Celebrity-seksual ada banyak atau nggak. Cuma bercanda-bercandaan sih.. dan berlaku buat yang menyukai idolanya setengah mati sampai-sampai nggak naksir cowok maupun cewek lain.

 

Knowledge-seksual

Ini orientasi seksual buatanku untuk para pecinta ilmu pengetahuan. Sayangnya, aku sendiri nggak masuk ke dalam kategori ini (hiks). Orang-orang Knowledge-seksual adalah orang yang cinta mati pada ilmu pengetahuan sampai-sampai nggak memiliki ketertarikan seksual pada jenis seksual biologis lainnya. Umumnya, para Knowledge-seksual akan menyandang gelar professor atau minimal, doktor.

 

Work-seksual

Orientasi seksual ini juga adalah buatanku seenak jidat. Orientasi seksual ini kutujukan bagi orang-orang yang hidup untuk bekerja. Di kota-kota besar kayak Jakarta, kurasa, banyak orang-orang begini. Mereka jatuh cinta sama pekerjaannya sampai nggak mau menikah. Yang kutau, wanita karir mengidap ini. *dikeroyok*

.

Oke, segitu aja orientasi seksual yang kutau. Mending aku berhenti sebelum aku dihajar sama pembacaku sendiri. :p

 

Tapi, yaa, aku serius soal 4 orientasi seksual pertama. Mereka benar-benar ada dan masing-masing memiliki latar belakang yang membuat mereka bisa begitu. Dan seperti yang udah kubilang tadi, tujuanku membuat blog ini adalah agar orang-orang lebih berpikiran terbuka dan nggak asal men-judge para individu yang memiliki orientasi seksual yang nggak biasa.

Aku sendiri jadi biseks mungkin karena pikiranku yang liberal. Tapi, sebagai manusia biasa, aku tetap punya selera.

 

Kalau pembacaku ada yang seorang orang tua, saya cuma menyarankan agar lebih menerima anak anda yang sudah memilih orientasi seksual mereka. Membuang mereka hanya akan memperburuk keadaan. Mereka akan lebih stress dua kali lipat dengan tekanan yang anda berikan. Percayalah, membuktikan diri kepada orang tua itu adalah sebuah tekanan besar bagi semua anak. Karena pada dasarnya, anak-anak anda ingin diakui oleh anda. Dan bagaimanapun juga, mereka tetaplah anak anda.. anak yang sudah anda buat di kasur dan dilahirkan dengan penuh pengorbanan (jadi, jangan mau enaknya aja). Mana yang lebih penting; pendapat orang-orang, atau kondisi psikologis anak anda?

Dan kalaupun anda nggak ingin anak anda menjadi apa-yang-anda-sebut ‘melenceng’, berikanlah pendidikan-pendidikan yang dibutuhkan anak anda. Luangkan waktu buat mereka, kenal mereka lebih dalam.

 

Dan bagi pembacaku yang memiliki orientasi seksual di atas, nggak usah berkecil hati karena dikucilkan. Anda punya banyak orang yang memiliki orientasi sama. Komunitas yang bisa anda tempati bukan cuma itu. Kalau anda dikucilkan, artinya anda nggak cocok berada di sana. Anda harus move on dan mencari komunitas yang memiliki pemikiran yang jauh lebih terbuka dan mau menerima anda apa adanya. Memang susah mencarinya. But for your own happiness? I think it’s worth to try.

.

Oke, sekian, terima kasih, salam sayang dari Abang Kyle. Muach~

Ciao!

3 thoughts on “Orientasi Seksual

  1. aku 22 thn seorang bisexual, aku mulai menyadari ini di umurku yg ke 18 thn lalu aku coba melihat ke belakang dan ternyata ku sadar bahwa aku menyukai pria dan wanita. pertama aku fikir itu perasaan sekedar kagum saja terhadap beberapa wanita. tapi ternyata sekarang diumurku yang ke 22 aku merasakan aku butuh penyalur rasa sexualku kepada wanita. kecenderungan sexualku ke arah bisex semakin kuat. dan sekarang aku terkurung pada budaya, agama dan keluarga yang lurus dan normal yang tidak bisa menerima dengan penyimpangan ketertarikan akan sesama jenis. dan sekarang aku memiliki pacar pria yang aku yakini rasa suka dan sayangku hanya ada di otak tidak di hati. aku rasa ini cinta yang sekedar tuntutan peran keluarga saja. buatku wanita itu indah untuk di cintai dan pantang untuk disakiti:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s