Hemm hemm.. oke. Jadi, kemarin (atau dua malam yang lalu), aku telpon2an sama Diana. Lebih tepatnya habis Sherly pulang, aku nelpon dia. Dan selama nelpon, aku bilang mau nulis blog.. mumpung lagi banyak ide buat ditulis. Tapi, karena masih telpon-telponan (dan tentu aja aku lebih milih pacar daripada blog), akhirnya semua ide utama kupost di twitter, habis itu kufavorite supaya nggak tenggelam di dalam timeline.

Nah, selama aku nulis ide, aku nanya ke diri sendiri, tapi pakai suara mulut,

Duh, tulis apa lagi, ya?

Si Diana denger dan nanya, “Nulis apa?

Ini, ide buat blog nanti.

AH!! AHH!! TULIS TENTANG AKU!! TULIS TENTANG AKU!!!!

Pingin banget kutulis?

Iiih!!” (ngambek) “Kamu nggak pernah nulis tentang aku!

…Orang udah pernah, gitu.

Iih! Cuma satu doang! Fans kamu cewek semua! Biar tau kalau kamu udah punya cewek!

… …Wut? ‘Fans’?

Selanjutnya, aku cuma ketawa aja dengernya. Fans darimana pulak? Orang itu temen. Zzz, dasar cewek cemburuan.

Akhirnya, here I am, nulis tentang dia dengan sangat amat terpaksa tulus.

.

Anyway, kalau belum ada yang tau, aku sama Diana udah pacaran sejak lama. Bisa dicari di blog ini dengan keyword ‘Diana’. Hubungan kami juga naik-turun. Kami sering putus-nyambung. Anehnya, udah putus berkali-kali, udah berantem berkali-kali, tetep aja nggak ada yang kapok buat ngelanjutin hubungan.

Kalau ditanya, aku udah nyaman sama Diana dan begitu juga dia (…semoga). Jadi, kalau misalnya putus, aku cuma tahan nggak ngomong seharian aja. Besokannya udah baik lagi. Atau mungkin, malamnya. Yang kemarin ini yang terlama. Aku nggak ngomong sama dia dari tanggal 27 Mei sampai hari Minggu kemaren. Alasannya? Rahasia dund~ #dor

 

Selama pacaran, kami nggak bisa sering-sering ketemu. Biasanya kami cuma BBMan, whatsapp-an, atau mungkin telpon-telponan aja. Iya, macam LDR gitu. Kenapa kami jarang ketemuan, karena kami sama-sama sibuk. Dia sibuk ngurusin kerjaannya di perusahaan asuransi, aku sibuk ngurus kuliah akuntansi. *nasib punya cewek udah kerja*

Selama chat sama dia, kadang, ada aja convo-convo random yang terucap dan terketik. Kadang, aku yang mulai.. kadang, dia yang mulai. Dan salah satu convo yang paling kuingat adalah dia yang tiba-tiba jadi random. Dia tau-tau ngirim whatsapp ke aku yang isinya: “Kyle, kita kawin lari, yuk. Biar kuat, minum Fatigon Spirit!“. Aku cuma pasang tampang ‘what-the-fuck’ khas-ku.

Kalau antara aku sama dia otaknya udah mulai ada yang random, maka convo aneh pun nggak akan dapat dihindari. Kadang, aku suka tau-tau sewot sama dia, terus dia ngambek. Kadang, dia suka tau-tau cemburuan padaku, terus dia juga yang ngambek (…).

.

Saat ini, aku lagi BBMan sama dia. Lalu, ada satu convo yang menurutku cukup epik untuk disajikan di blog ini. Mumpung masih fresh:

…Aku dicakar Astor..

…Bukannya Astor jinak?

Dia lagi manja. Minta dielus. Dia ngeraih tanganku supaya ngelus dia.

Pokoknya aku nggak mau kalau kamu sampai ngedahuluin Astor daripada aku.

Anyway, Astor itu kucingku. Dia super manja dan ada dosis elusan tertentu yang harus diberikan setiap hari. Kalau aku menjulurkan tangan ke dia, dia bakal meraih tanganku.. tentu saja dengan cakarnya.

.

Selama aku pacaran sama dia, aku suka manggil dia dengan sebutan-sebutan aneh. Salah satunya adalah ‘brunette’ yang merupakan warna rambutnya. Kadang aku juga manggil dia ‘gendut’ karena teteknya gede (…). Selebihnya, aku mengucapkan hal-hal random yang terpikir kalau aku lagi gemes sama dia. Contohnya kayak, butek, bantet, dll.

Aku sama dia juga kalau ngomong (dari awal pacaran) nggak ada yang namanya kata-kata jaim. Semua mengucur kayak keran rusak. Yaa, contohnya aja, kalau aku mau eek, ya bilang, “Brb, mau eek”. Dan aku suka menyebutkannya setelah kami romantis-romantisan either in a chat room or on phone. Awalnya, dia kesel-kesel-manja padaku karena aku jujur kacang ijo tiap ngomong sama dia. Tapi, yaah, mau gimana lagi? Aku nggak suka jaim-jaiman.

.

Diana tau soal Kai. Dan kurasa, dia juga tau kalau aku pasti akan selalu menomor-satukan Kai dibanding dia. Walau dia bilang itu apa-apa, aku nggak peduli. Karena dia pasti tau aku menyayangi Kai lebih dari siapapun. Berpacaran nggak akan membuatku menomorduakan Kai.

And that’s why I love my girlfriend. She doesn’t ask too much.

.

Hemm, bingung mau jelasin apa lagi. Udah lah, segini dulu.. yang penting memenuhi janji sama dia.

Ciao!

2 thoughts on “Diana.. Diana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s