Jadi semalam SAHABAT saya curhat sama ORANG LAIN tentang diri saya. Dia punya asumsi tentang diri saya yang saya rasa tergolong negatif. Dan udah berkali-kali saya bilang, kalau punya sesuatu untuk dikatakan tentang diri saya, bisa ngomong sama saya langsung.. 4 mata. Saya nggak akan marah, nggak akan mencerca. Karena saya juga manusia dan saya butuh feedback dalam setiap tindakan saya. Tapi saya lebih menghargai orang yang berani ngomong langsung sama saya.. 4 mata. HARUS 4 MATA.

Tapi, yang dilakukan sahabat saya adalah ngomong sama orang lain yang jelas-jelas nggak tau apa-apa.

No, bukannya saya nggak suka diomongin di belakang. Saya nggak suka kalau ada seseorang ngomongin hal negatif tentang orang ketiga pada orang kedua yang nggak tau apa-apa. Kenapa? Karena dia nggak tau apa-apa, jadinya orang kedua bakal ikut berpikir negatif dan ujung-ujungnya, mereka berdua jadi dosa.

Kalau ada kendala, ngomong langsung.. jangan diomongin sama orang lain. Jadinya itu gosip. Dan gosip itu dosa karena orang lain jadi berpikiran buruk sama orang lain. Dosanya dabel. (kalau orang itu nggak masalah nanggung dosa, ya udah, nggak apa-apa)

.

Jadi, apa yang dia katakan adalah kalau saya kesannya mencari popularitas di dunia maya. Dan dia jadi males baca segala hal yang saya tulis karena kesannya, dia membantu saya populer.

Yang ngomong sih, orang berusia 20an yang jalan pikirnya kayak anak SMA. Kalau pikiran anak SMA mah, apa yang saya lakukan semuanya keliatan kayak nyari popularitas (emang lingkungannya begitu). Padahal, saya nulis bukan dengan tujuan sesederhana itu. Itu alasan PALING DANGKAL yang pernah saya dengar.

Kalau memang ada yang berpikiran sama kayak sahabat saya ini, biar saya jelaskan tujuan saya menulis di blog dan mini blog kayak twitter. Walau pun hal ini udah saya tulis di twitter, sebelumnya. Tapi biar saya perjelas di dalam satu postingan full biar nggak kepotong-potong.

 

Saya adalah orang yang suka mengungkapkan ide dan pendapat. Bagi saya, ide adalah milik bersama karena memang manfaatnya sangat amat berguna bagi orang banyak. Ide itu adalah sesuatu yang kita miliki dan bagi saya, sudah seharusnya saya mempublikasikan ide-ide tersebut demi orang banyak. Karena ide yang disimpan sendiri ditujukan hanya untuk bisnis atau cari duit. Dan saya tujuan hidup saya nggak sesederhana itu. Sedangkan pendapat sengaja saya publikasi karena saya ingin mendapat feedback. Feedback ini membantu saya melihat dalam perspektif yang lebih luas, sehingga saya nggak berkutat dengan pendapat saya. Kalau saya lakukan itu, lama-lama saya bisa jadi kayak katak di dalam tempurung. And that’s baaaaddddddddd..

Saya mengemukakan ide dan pendapat saya di dalam blog dan twitter (karena saya nggak punya facebook). Sengaja saya minta banyak orang untuk melihatnya karena saya ingin mendapat feedback. Saya ingin ada yang mengomentari ide dan pendapat saya sebagai bentuk penyempurnaan ide dan pendapat tersebut karena saya orangnya perfeksionis. Saya sebisa mungkin nggak mau puas dengan pemikiran saya kalau belum saya publikasi dan mendapat feedback dari orang banyak.

Ide dan pendapat saya juga merupakan sebuah karya. Kalau seniman, karya mereka adalah musik, lukisan, patung, dan semacamnya. Saya, sebagai pemikir, karya saya adalah ide dan pendapat. Dan sebagai pencipta ide dan pendapat, saya berharap banyak yang membaca tulisan-tulisan saya. Dan saya sengaja meminta untuk dibaca karena saya rasa, tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang banyak. Walau nggak diberi feedback, at least yang membaca jadi tau apa yang saya pikirkan.. dan semoga, pikiran saya bisa bermanfaat bagi mereka.

Selain di dalam blog besar seperti ini, saya juga mengemukakan ide dan pendapat mini di dalam blog yang berwujud mini pula (twitter). Twitter juga merupakan akses paling mudah untuk menghubungi saya karena saya sering online di sana. Twitter saya menghubungkan orang-orang yang ingin pergi mengunjungi akun-akun sosial media saya yang lain. Salah satunya ya blog ini.

.

Jadi, menyebutkan saya membuat blog dan twitter hanya untuk popularitas belaka benar-benar menyinggung saya. Hasil pemikiran saya hanya dianggap untuk memenuhi tujuan sesederhana itu.

Memang, saya suka bercanda di twitter dengan bilang, “iya, kan biar gaul” atau “iya, biar keren“. Tapi, tujuan saya nggak sesederhana itu. Saya nggak butuh repot-repot bikin akun di sosial media cuma buat dibilang gaul dan keren. Tanpa akun sosial, secara kasar, saya bisa jadi gaul dan keren (ceilah!).

 

Saya orangnya punya percaya diri yang tinggi. Jadi saya tau, tanpa akun sosial pun, saya bisa mencapai tujuan sederhana itu. Saya memang orangnya suka berteman dan saya percaya saya bisa memenuhi tujuan jadi ‘populer’ kalau memang itu tujuan saya. Nggak cuma itu, kalau mau eksis di dunia maya, saya bisa mencari perhatian dengan foto-foto private parts saya kayak orang kebanyakan. Itu jauh lebih gampang dibanding mengemukakan ide dan menulis hal-hal berat gini di blog.

Selain itu, kalau memang saya mau populer, saya bisa bikin akun satu lagi.. bukan akun pribadi saya. Saya bisa membuat akun yang mengikuti keinginan pasar. Itu jauh lebih gampang. Jauh jauh jauh jauh lebih gampang karena background saya adalah ekonomi dan saya bisa membaca keinginan pasar. Saya bisa ngetweet hal-hal mellow dan galau kalau memang ingin banyak followers dan RT-an.

Masalahnya, SAYA NGGAK MAU dan TUJUAN SAYA BUKAN ITU.

Kenapa saya nggak mau? Alasan utamanya adalah karena saya bukan mencari popularitas di dunia maya. Kedua, dengan saya ngetweet-ngetweet hal yang diinginkan pasar, sama saja saya mengajak orang-orang untuk jadi manja.. dan saya benci orang manja. Dan bagi saya, itu dosa karena saya udah mengajak followers-followers saya menjadi orang yang nggak punya daya juang, jadi cengeng, dan terlebih lagi, saya bikin mereka terbelenggu di dalam kegelapan dan bikin mereka senang terbelenggu.

Bukannya saya mencerca akun-akun yang isinya galau atau apa. Boleh galau, boleh down, boleh bermanja.. tapi jangan sampai keterusan. Yang saya lihat di dunia maya, orang-orang justru terlena jadi galau, down, dan manja. Istilahnya, mereka jatuh karena kesandung, mereka nangis kesakitan, tapi nggak mau bangkit buat melanjutkan perjalanan. Apa yang diharapkan? Meminta orang lain untuk membangunkan mereka, terus menggendong mereka sampai tempat tujuan? Padahal mereka cuma kesandung kerikil atau batu kecil di dalam kehidupan. Tapi nangis kejer seolah-olah dunia kiamat.

Yang jadi masalah, kalau hal ini dibiarkan, mau jadi apa bangsa ini? Bangsa manja? Bangsa yang minta tolong terus? Bangsa yang dipandang nggak bisa mengerjakan segalanya sendiri? Bangsa nggak mandiri?

Maaf, harga diri saya terlalu tinggi buat bermanja-manja. Saya nggak suka dibilang lemah dan nggak mandiri. Bagi saya, itu penghinaan. Kesannya, saya kalah hebat dari kerikil. Dari kecil, saya udah belajar buat mandiri. Jadi, jangankan kerikil.. ditabrak kontainer pun saya masih mau berdiri sendiri dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan saya.

Bukannya sombong. Tapi, begitulah watak seseorang yang punya harga diri dan percaya diri tinggi. Dan tujuan saya bukan nyombong. Saya cuma mau jadi contoh yang baik bagi pembaca saya.

.

Maaf, saya emang orangnya pedes kalau soal beginian. Soalnya saya peduli sama bangsa ini.. dan saya peduli sama rakyat-rakyatnya. Makanya, saya nggak mau kalian semua jadi manja. Tanah kelahiran saya mengajarkan saya untuk jadi orang berguna dan seorang pejuang sejati. Dan saya rasa, kenapa saya ada di Indonesia sekarang adalah untuk membantu kalian semua.

.

Nah, buat yang berpikiran sama kayak sahabat saya itu, inilah jawaban saya. Kalau anda masih berpikir saya masih mencari popularitas, nggak masalah. Saya cuma bertanggung jawab sama apa yang saya tulis, bukan apa yang anda asumsikan.

 

Sekian.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s