Entah aku udah bilang hal ini berapa kali:

Homesick. Homesick. Homesick.

Kangen Jepang.. kangen segala hal yang ada di sana. Kangen sama teman-teman, kangen dengan suasana di sana. Pokoknya kangen. Pingin balik. Hiks.. *meratapi nasib*

.

Gimana ya.. kita lahir dan besar di sana. Punya teman-teman, tetangga, de el el. Hidup kita ada di sana semua. Terus suatu ketika, mau nggak mau, kau harus pindah ke suatu kota yang jauhnya bukan main. Mending kalau cuma ke Korea atau China. Atau paling jauh, Thailand, deh, yang masih serupa. Lah ini, ke Jakarta. Zzzz.. –“

Bukannya apa-apa, sih. Mungkin akunya aja yang emang agak susah menyesuaikan diri sama kehidupan di sini. Di sini beda jauh daripada di sana. Di sini emang lebih bebas, lebih stabil cuacanya. Tapi.. it’s not the same. Ini bukan rumahku. Jadi rasanya, kadang, agak risih. Walau aku udah bisa bahasanya, aku ngerti budayanya, dan aku udah bisa berbaur.. tapi tetep aja, bagiku, ini bukan ‘rumah‘. Aku masih merasa jadi tamu.

Berbagai hal udah kulakukan demi mengobati kangen. Mulai dari ke pegelaran Jepang, sampai ke toko yang ada di MAG. Tapi, teteup.. kagak ilang entuh kangen-kangenan ama Jepun. (walau yaah, di pegelaran Jepang lebih banyak soal animangame dibanding budayanya)

Hiks.

.

Intinya, pingin pulang. Bukan cuma pulang.. aku mau balik lagi ke sana, tinggal di sana, dan ketemu temen-temen lama. Minum-minum lagi, ngerokok bareng lagi, dan kebut-kebutan lagi. #heh

Tapi, yaah, demi Kai, aku rela berapa abad pun berpisah dengan Jepang.

*lap air mata pake amplas*

Dah,

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s