Jadi, seharusnya malam ini aku sibuk ngerjain karya tulis yang nggak maju-maju dari hari minggu. Kalau pun maju, kecepatannya bisa dikalahkan oleh siput. Dengan sangat amat disayangkan, kegiatan mulia ini terpaksa kutunda karena badmood habis berantem sama Miss dan emang nggak ada bala bantuan dari si tante.

Ehem,

So, kenapa judulnya pamer? Well, karena eh karena, ada beberapa hal yang pingin kupamerin. Iya, kebocahanku masih melanda. Jadi, hal yang menurut kalian nggak penting pun bisa membuatku jadi orang paling bahagia di dunia. *striptis di kamar*

.

Hal pertama yang mau kupamerin adalah ava baruku. Yaah, kalian udah bisa liat gambarnya dari sidebar-ku, sih. Tapi, biar kumasukin lagi gambarnya ke sini.

My new avatar, icon, etc
My new avatar, icon, etc

Ide buat bikin gambar vector gini sebenarnya udah dapet entah dari kapan tau. Tapi baru kesampean sekarang.. setelah ngerokok dua batang. Maksud hati ngerokok biar dapet ide nulis kartul, apa daya, yang dateng malah ide nggambar. Ya sudah lah.

Sebenarnya aku sendiri nggak nyangka kalau gambarnya bakal jadi sebagus ini. Ini jauh dari apa yang kubayangkan dan kuharapkan. Jadi, pas ngeliat gambarnya, aku langsung jejeritan dan memasang pose ‘Gue. Emang. Keren’-nya Sherly. *isep Djarum Black dalam-dalam, hembuskan dengan penuh penghayatan*

Kurasa ini bakal jadi icon-ku untuk beberapa waktu sampai aku bisa bikin karya yang lebih bagus dari ini. *bangga setengah mampus*

.

Oke, hal kedua yang mau kupamerin adalah..

*drum roll*

Jeng jeng jeeeeenngggggg~

Dokter Ferdiriva ngemention beta punya twitter dan bilang kalau dia baca blog beta. Beta punya hati melambung ke langit ke tujuh.

Iya..

Dokter Ferdiriva baca blogku..

…Iya..

DOKTER FERDIRIVA BACA BLOGKUUUUUUUUUU~~~~~~!!!!!! *jejeritan kayak banci* *striptis lagi di kamar*

YA. TU. HAN. Blogku dibaca sama seorang penulis buku favoritku. Aku baca bukunya, dia baca blogku. Oh Tuhan, itu.. semacam.. semacam.. semacam itu lah! Dan gara-gara ini, aku benar-benar jejeritan kayak banci saking senangnya. Iya.. beneran. Aku sempet jerit-jerit. *norak*

.

Habis jejeritan liat gambar yang hasilnya luar biasa, datang lagi pemicu jejeritan. Makin tinggilah suaraku menjerit.. makin kayak banci. Jejeritan, terus diem pura-pura cool. Jejeritan lagi, cool lagi. Liat lagi mention nya, jejeritan lagi, cool lagi. Gitu terus sampai ditimpuk sepatu sama Kai.

Kai, emang nasib kamu punya abang kayak aku. Sabar ya, sayang. Aku tau kamu capek. :’) *benerin sumpelan tetek*

.

Oke, mending aku berenti sampai di sini sebelum Dokter nya ilpil sama tingkah lakuku. *duduk anteng, lipet kaki, isep cangklong*

Daaah~

Ciao!

2 thoughts on “Pamer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s