Sebenarnya aku tadi mau nulis ini di twitter aja. Macam kultwit gitu (walau nggak ada yang baca. *sedih*). Tapi rupanya, kalimat yang mau kuomongin itu lebih dari 140 karakter. Udah kuringkas jadi to the point pun, tetep lebih dari 140 karakter. Jadilah aku ngeblog aja. :3

Iya, dari judulnya, aku berasa motivator-motivator gitu. Padahal biasanya aku jadi demotivator, kok. Yaah, kalau Mario Teguh punya The Golden Ways, aku punya The Brengsek Ways. Semacam golden ways, but in a brengsek mode. Muahahahaha!!

.

Oke, jadi yang mau kusampaikan adalah..

Sejak nonton Hitam Putih di Trans 7 semalam (17/07/2013), aku jadi mikir, apa yang membuat seseorang jadi sukses? Kalau dibilang disiplin dan kerja keras, semua juga gitu. Kalau dibilang keberuntungan, keberuntungan itu cuma beberapa persen dan sisanya usaha sendiri. Dibilang doa, yang atheist juga bisa sukses. Lalu, apa?

Jawaban yang kutemukan itu: passion dan aim (sasaran). Semua orang memang mau sukses. Saingan kita juga mengejar kesuksesan. Tapi, kenapa seseorang bisa sukses dan sisanya biasa-biasa aja, mungkin, karena passion dan sasaran/niat/tujuan.

Kalau keinginan, semuanya sama. Katakanlah buat pebulutangkis semalam. Rata-rata pasti pingin jadi juara, dong. Tapi, di balik itu, ada tujuan tak terlihat yang hanya diketahui dirinya dan Tuhan. Atau lebih parah, cuma Tuhan yang tau sama tujuannya karena si individu ini sendiri juga nggak sadar atas tujuan tersembunyinya.

Coba kita ambil contoh atlet. Seluruh atlet yang sungguh-sungguh pasti pingin jadi juara di tiap event olahraga. Semua orang, semua atlet, pasti punya keinginan itu. Dan karena punya keinginan yang sama, jelas semua disiplin dan bekerja keras. Dan semua pasti bilang, “saya latihan lebih keras dari yang lain“. Tapi? Yang ‘jadi‘ tetep aja cuma beberapa. Sisanya biasa-biasa aja.

Yang membedakan itu passion dan tujuan dibalik menjadi juara. Kita menjadi juara untuk apa? Apa untuk meraih medali doang? Atau pingin jadi terkenal? Atau pingin hadiahnya yang berupa uang atau beasiswa? Atau pembuktian diri pada orang-orang yang selama ini menjatuhkan kita? Atau.. karena diri sendiri? Untuk menjadi yang terbaik?

Apapun tujuannya, pastilah akan membawa kita ke suatu tempat. Tapi bagiku, tujuan yang pasti bikin sukses adalah karena diri sendiri. Jauh di lubuk hati, ada keinginan untuk mengembangkan diri dan ingin jadi yang terbaik. Jadi pribadi yang nggak pernah puas. Pada akhirnya, kita bakal berusaha lebih dan lebih lagi.

.

Apart from that,

Setahun atau dua tahun yang lalu, aku nonton sebuah film dokumenter tentang kekuatan dari keinginan atau kemauan. Judulnya The Secret, kalau nggak salah. Film yang cukup terkenal, kok.

Jadi, di dunia ini memang ada hal-hal yang nggak bisa dijelaskan dengan logika dan landasan teori. Contohnya aja, yaaa, kekuatan dari kemauan ini. Katanya, kalau kita mempunyai suatu keinginan dan kita terus menerus mengatakannya (entah ke diri sendiri atau orang lain), biasanya, kita bakal mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan sekarang ini, aku lagi tahap eksperimen atas teori ini. Sejauh ini, yang bener-bener berhasil baru beberapa keinginan aja. Hahaha..

Kalau teori-teori-anku.. atau lebih tepat disebut konspirasi pribadi, hal ini berhubungan dengan yang namanya aura.

Setiap manusia pasti punya aura. Aura itu (menurutku) adalah gelombang energi yang dipancarkan oleh manusia. Besar kecilnya aura dipengaruhi oleh energi yang kita miliki. Energi datangnya dari dalam tubuh manusia dan sangat dipengaruhi oleh kerja hormon atau organ-organ dalam tubuh.

Ada sesuatu yang menarik dari teori energi.

Selama aku belajar fisika dulu, energi itu adalah sesuatu yang kekal. Energi juga memiliki pengaruh yang hebat pada benda-benda di sekitarnya. Ambil contoh aja energi panas. Besar kecilnya energi panas mampu mempengaruhi benda-benda di sekitarnya. Kalau suatu benda memiliki energi panas yang besar, maka benda yang jaraknya jauh sekalipun bisa terkena efek dari energi panas ini. Kalau energinya lemah, benda yang jauh itu nggak akan terkena efek.

Energi itu juga kekal. Mereka nggak bisa diciptakan dan nggak bisa pula dihilangkan. Mereka cuma mengalir. Di fisika ada rumus: Energi masuk = energi keluar. Menandakan kalau energi itu mengalir, bukannya hilang. Entah energi yang masuk ini nantinya akan keluar dalam keadaan terbagi-bagi, atau masuk dalam keadaan terbagi-bagi dan keluar dalam satu kesatuan. Atau bisa juga masuk dalam keadaan terbagi, keluar dalam keadaan terbagi-bagi pula. It depends.

Sama seperti kasus aura pada tubuh manusia. Energi yang dipancarkan itu datangnya dari dalam tubuh kita. Kenapa energi itu bisa ada di dalam tubuh kita? Tentu saja karena mereka masuk. Energi yang masuk bisa berbentuk makanan, minuman, dan lain sebagainya. Energi yang masuk akan terpecah-pecah di dalam tubuh, lalu nantinya akan menyatu lagi setelah keluar dari badan.

Aku masih nggak tau aura itu berupa energi apa. Entah entah energi gerak, energi suara atau apa. Yang pasti, aura itu adalah energi yang dipancarkan manusia. Dan, sama seperti contoh energi panas tadi, besar kecilnya energi manusia mampu mempengaruhi benda-benda yang ada di sekitarnya.

Apa hubungannya sama kemauan?

Well, ketika kita menginginkan sesuatu (maksudnya, kepingin yang banget banget banget banget), otak kita akan memberi reaksi. Reaksi ini akan mempengaruhi kerja tubuh kita termasuk organ dalam, hormon, serta gerak tubuh. Kerja tubuh kita ini akan menghasilkan energi yang akan keluar dari pori-pori manusia dan akrab disebut aura.

Kalau kita melihat contoh di energi panas tadi, semakin besar energinya, benda jauh pun dapat terkena efek. Sama seperti itu, jika aura kita memancar dengan kuat, maka benda jauh pun akan terkena efeknya. Besar kecilnya aura tergantung dari seberapa kuat keinginan kita untuk mencapai sebuah tujuan. Semakin besar keinginan itu, semakin besar pula energi yang dipancarkan. Dan semakin besar energi yang dipancarkan, semakin jauhlah jangkauannya.

Yang bisa dipengaruhi bukan hanya benda mati. Tapi juga manusia. Bagaimana caranya?

Seperti yang sudah kubilang, energi itu mengalir. Energi juga dapat bergabung dan berubah. Energi yang dapat bergabung adalah energi yang setipe atau sejenis. Seperti energi panas dengan panas, energi kinetik dengan energi kinetik, dll. Energi yang bergabung akan menjadi energi yang lebih besar atau lebih kuat.

Jika seseorang memiliki keinginan yang kuat, maka auranya pun akan berubah menjadi kuat. Aura yang kuat akan memancar dengan region yang lebih besar. Karena regionnya besar, maka benda jauh pun dapat terpengaruh.. temasuk manusia. Aliran energi serupa akan bergabung menjadi energi yang lebih kuat.

Di sinilah kuncinya..

Manusia yang memiliki energi serupa dengan kita akan terpengaruh. Semakin besar region energi kita, semakin banyak pula orang-orang serupa yang terpengaruh. Karena energi kalian bersatu, energi kalian akan berputar membentuk sebuah aliran. Dari sana, orang yang kalian pengaruhi (entah kenal entah tidak), otomatis memiliki energi kalian yang terpancar dari sebuah keinginan. Jelas sekarang orang itu (tanpa sadar) akan bergerak demi memenuhi keinginan kalian.

Ambil contoh yang paling gampang. Pernah nggak, kalian ngidam makanan (katakanlah dodol garut) dan tau-tau ada aja yang ngasih makanan tersebut? Iya, itu bukan kebetulan (bagiku). Itu adalah kerja alam. Kalau aura kalian cukup kuat, keinginan kalian bisa terpenuhi.

Cara kerjanya gini:

Kalian punya keinginan > keinginan membuat otak bereaksi > otak mempengaruhi kerja tubuh > kerja tubuh menghasilkan energi > energi mengalir dalam region besar > banyak orang berenergi serupa yang terpengaruh > orang-orang ini memiliki energi kita > energi kita mempengaruhi kerja tubuhnya > tanpa sadar tubuhnya bergerak untuk memenuhi keinginan kita > keinginan kita tercapai.

Kira-kira logikanya seperti itu.

Perbauran energi juga sering dikatakan sebagai chemistry. Tau kan, ketika kita temenan atau pacaran sama orang, terus kita merasa ‘chemistry-nya dapet‘. Chemistry, atau sesuatu yang susah dijelaskan ini, adalah perbauran energi. Inget kan, energi serupa akan berbaur? Dari situlah datangnya istilah ‘chemistry-nya dapet‘ itu. Kalian cocok karena energi kalian serupa.

.

Jadi, apa yang membedakan orang sukses dan yang biasa-biasa aja? Ya itu tadi.. passion dan keinginan kuat. Kalau kalian belum mendapatkan apa yang kalian inginkan, berarti aura yang kalian pancarkan nggak begitu besar. Artinya, keinginan kalian masih dikategorikan lemah. Kerja sekeras apapun, kalian bakal tetep kalah sama yang berkeinginan kuat dan orang passionate.

Anyway, passion itu keinginan versi 2.0 loh. Jadi semacam keinginan, hanya saja lebih kuat dari sekedar ‘keinginan‘. Ya gitu lah pokoknya.. #yeeGitu

Caranya gimana biar sukses? Either kalian merenung dan memikirkan soal keinginan kalian (apa itu benar-benar keinginan dari dalam atau cuma sekedar pengaruh dari lingkungan aja), atau kalian mencari motivasi lebih yang bikin keinginan kalian lebih kuat. Atau kalian juga bisa nyerah dan membuang keinginan kalian, kalau mau.

You either die as a winner or a wiener. Your choice.

Kiat sukses itu bukan cuma disiplin blablabla yang sering dikoar-koarkan sama motivator. Tapi juga kepandaian mengolah diri. Kita harus mengenal diri terlebih dahulu sebelum mengolahnya. Gimana caranya bisa mengolah kalau kita sendiri nggak ngerti seluk beluk bahannya kayak apa.. ye nggak?

Kalau kalian masih belum ngerti diri kalian kayak apa, mending kalian simpen dulu itu buku-buku kiat sukses. Merenung dulu di kamar dan pikirkan apa yang kalian inginkan, kenali siapa diri kalian, dan cari tujuan hidup kalian. Itu udah cara paling efektif kalau kalian mau dianggap ‘manusia‘ dan ‘a winner‘ di dunia ini.

.

Udah, segitu dulu The Brengsek Ways nya.

Anyway, itu aku nggak tau beneran kayak gitu apa nggak karena aku sendiri nggak pernah nyari penelitiannya. Semua yang kutulis di atas adalah logika dan teoriku sendiri berdasarkan dari teori-teori ilmu alam yang kuketahui. Tapi dari logikanya, pasti logikanya masuk, sih. 😛 #DHUARRR

Okelah, sekian.

Ciao!

ps: lupa, energi itu selalu memancarkan panas.

2 thoughts on “The Power Of Mau

  1. *langsung bilang ‘Aku mau cium My Sir’ 1000x* *biar kesampean*

    Berati chemistry kita cocok, bang. Makanya beberapa kali hengot, selalu terjadi mulu.. *terharu* *play We Are The Champion*

    #Abaikan #YangNgetikBaruBangunTidur #MasihNgorekinBelek

    Like

    1. #yangMauJawabJugaBaruBangun #baruBangunMentalnyaLangsungTerluka #heh

      memang~ kalau chemistry cocok, biasanya yang dirasain itu juga ‘nyaman’. kalau kesampean mulu, mungkin karena akunya yang selalu pingin hengot apapun yang terjadi. muahahaha..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s