Kemaren, aku sebenarnya ada acara buka bersama di rumah temen. Tapi karena hujan terlalu deras dan aku lagi mampir ke daerah Sency-PS, jadilah aku membatalkannya dan ngendep di sevel Sency bareng Sherly yang habis karawitan di Bentara Muda.

Sebelumnya, di pagi hari habis sahur, aku melanjutkan tidurku yang terpotong. Di tidur itu, aku mimpi naik motor di daerah jembatan Semanggi. Aku biasa naik motor, tapi motorku itu.. motor gede dan tinggi macam ninja atau Ducati (punyanya Dokter). Sedangkan di mimpi itu, motornya kecil, pendek, dan.. kecil. Aku sempet mikir lama, kenapa itu motor kecil banget karena biasanya motornya gede. Dan kalau kududukin, kakiku bisa lurus vertikal. Sementara di mimpi itu, kakiku kayak lagi duduk di bangku yang pendek. Jadi kakiku membentuk sudut 90 derajat. Epik.

Setelah bangun, aku mikir lagi dan baru sadar kalau yang kunaikin di mimpi itu adalah motor bebek.

.

Nah.. kebetulan kemarin.. Sherly ke sevel bawa motor. Dan kebetulan, dia nyuruh aku yang bawa ke rumah. Di dalam hati, aku langsung mikir, itu mimpi jadi kenyataan. Seumur-umur aku nggak pernah bawa motor bebek. Walau kurang lebih feelnya sama, tapi bawa bebek pasti jadi lebih ringan. Gitu.

Di akhir pertemuan, jam 10 malem, jadilah aku disuruh ngendarain itu motor. Sebelumnya, Sherly udah bilang kalau motornya itu suka bermasalah. Tapi dia nggak menjelaskan secara rinci apa masalahnya. Sampai saatnya aku harus bawa itu motor, Sherly baru bilang, “Itu gas nya harus diputer terus biar mesinnya nggak mati”. Dan pas ngomong, mesinnya mati gara-gara gasnya dilepas sama Sherly. Aku pun harus nyalainnya lagi.

Setelah nyala, aku ngegas beberapa kali buat semacam.. manasin motor? Yaa, sama kayak mobil lah, digas biar mesinnya panas dikit. Tapi, karena kebiasaan habis ngegas langsung lepas, dan siap-siap buat nginjek kopling, itu motor mati lagi. Jadilah aku nyalain buat kedua kalinya.

Di kedua kalinya, aku jadi multitasking. Di satu sisi, aku harus mempertahankan gas biar mesinnya nggak mati. Di sisi lain, aku harus mengatur gimana caranya aku bisa masukin gigi tanpa bikin motornya loncat. Dan aku adalah manusia paling bodoh dalam hal multitasking. Karena aku mulitasking, konsentrasiku pecah dan aku jadi grogi. Biasanya aku ngasih aba-aba kalau mau jalanin motor, ini aku cuma bilang, “Udah ya”, terus injek kopling. Dan dengan sukses motornya Sherly loncat dan melaju sejauh 1-2 meter dari spot sebelumnya.

Pas loncat gitu, Si Sherly jerit-jerit di atas motor dan bikin aku makin grogi. Setelah rem depan kupencet, aku berusaha nahan motor pakai kaki. Tapi apa daya, itu kaki lemes + udah ketekuk 90 derajat, jadi makin lemes. Alhasil, motornya jatoh.

…Iya, sodara-sodara.. saya bikin anak orang jatoh.. beserta motornya.

…Saya bikin anak orang dan motornya jatoh. Gara-gara saya grogi dan kaget.

…Dan itu kunci motor bengkok karena jatoh.

…Saya bikin nyawa anak orang terancam 2 kali. Karena jatohin motor dan karena bengkokin kunci. Gara-gara grogi. Dan ini sempet bikin aku depresi semaleman karena ngerasa bersalah (iya, aku gampang depresi kalau ngerasa bersalah). Aku mikirin hal itu lagi dan lagi.. tapi malah bikin makin terpuruk.

…Ya tuhan, apa yang sudah saya perbuat pada anak orang? *tiduran di depan garasi, minta dilindes mobil keluar*

.

Syudah, segithu sajha.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s