Oke, akhir-akhir ini aku sering denger berita tentang pembunuhan yang kejam-kejam. Kebanyakan sih, motifnya karena sakit hati. Dan salah satu kasus yang menarik perhatianku adalah kasusnya Sisca yang diseret pake motor itu (tau kan?). Dari kasus ini, katanya Mbak Sisca itu orangnya judes (dilihat dari FB-nya, sih). Dari sini, aku bisa menyimpulkan kalau kebanyakan orang di Indonesia yang terbunuh adalah karena sudah menyakiti hati seseorang (walau aku nggak tau juga kasusnya Mbak Sisca ini emang karena sakit hati atau gimana).

Well, sakit hati itu sebenarnya hal biasa, tergantung gimana kita menyikapinya. Dan kebanyakan orang di Indonesia take it to the next level, mereka membunuh orang yang telah menyakiti hati mereka. Mendinglah ya, kalo yang diserang cuma satu orang. Kalau yang diserang keluarga kita juga, gimana? (…mending darimana, bego!)

Kenapa orang Indonesia bisa sekejam itu? Well, kalau teori-teori-anku, sih, karena orang Indonesia itu, selain karena kurangnya edukasi dan bimbingan spiritual secara intensif pada tiap individu, mereka juga mengalami stress sehingga memiliki mood ‘senggol, bacok’. Ya, nggak semua orang di Indonesia bisa anti-stress atau bisa bebas stress gitu. Intinya, jangan terlalu menyamakan kondisi psikologis orang dengan orang yang lain lah. Mungkin aja ada salah satu dari pelakunya yang emang udah terdesak secara ekonomi, terus hatinya disakiti, dan karena nggak bisa menahannya lagi, mereka jadi pembunuh. Mungkin aja mereka nggak bisa mendapatkan pendidikan sama tingginya dengan anda sehingga mereka nggak tau gimana caranya mengolah stress.

Yang paling bahaya itu emang mulut orang atau perkataan orang. Makanya ada pepatah bilang, “mulutmu, harimaumu” (…bener nggak?). Sebisa mungkin, jagalah ucapan dan sopan santun di depan orang lain. Bukan cuma saat tatap muka aja, tapi juga secara online. Jaman sekarang, semua udah transparan. Data-data anda bisa didapat dengan mudah kalau orangnya bener-bener niat buat membunuh anda, loh.

Ucapan dan sopan santun juga bukan cuma dijaga ke temen sebaya atau orang-orang yang kita kenal aja. Jaga ucapan dan sikap juga penting ketika kita berhadapan sama waiter/waitress, sama OB di kantor, sama tukang sapu jalanan, even sama asisten rumah tangga. Inget, mereka itu bukan robot.. mereka manusia. Mereka punya perasaan, bisa melakukan kesalahan, dan mereka memang nggak sempurna. Walau mereka jabatannya di bawah kita, bukan berarti kita memiliki mereka atau jadi tuhan mereka.. dimana kita bisa bersikap semena-mena, melampiaskan amarah ke mereka, memaki-maki mereka, sampai mempermalukan mereka. Kalau bukan karma yang bales perbuatan ngana, ya orang yang bersangkutan yang bakal bales.

Kulihat, pembunuhan yang didasari sakit hati biasanya kejam-kejam dan biasanya lebih terencana, atau ada juga yang spontan melakukan pembunuhan karena gelap mata. Dan ini bukan cuma terjadi di Indonesia aja. Di mana pun anda berada, pasti anda bakal nemuin orang-orang yang nggak bisa menahan rasa sakit hatinya. Daripada nyuruh dia buat belajar nahan sakit hati, mending anda yang belajar jaga mulut sebelum dibacok. :3

.

Yaah, ini demi keselamatan bersama juga. Biar dia nggak dosa dan biar anda nggak tiwas minginaskan. :3

Udah deh. Mau nulis postingan lain.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s