Ada berapa orang yang sering mendapatkan jawaban ini pas lagi berantem sama temen, adik, sahabat, atau pacarnya? Ketika mereka tau-tau menjauh, menunjukkan sikap permusuhan tanpa alasan yang kalian ketahui. Terus pas kalian memberanikan diri buat bertanya apa yang salah atau apa salah kalian, mereka hanya menjawab, “Introspeksi diri, dong!”. Kurasa beberapa orang sering mendapatkan jawaban demikian. Entah dari beberapa orang berbeda, atau dari orang yang sama. Termasuk aku.

Dulu, aku sering dapat jawaban demikian dari orang yang menunjukkan sikap permusuhan denganku. Walau kadang, ada yang menghindar dariku.. menghindari percakapan karena mereka lagi ‘slek’ denganku. And you know what, that is the most sissy answer i’ve ever heard. Yeah, sissy and bitchy.

Aku termasuk orang yang membenci jawaban demikian. Kenapa? Karena aku udah berusaha memperbaiki keadaan, berusaha mencaritau kesalahanku demi memperbaiki hubungan. Tapi, usahaku disia-siakan begitu saja dengan jawaban, “Introspeksi diri, dong!”.

Selain aku, ada juga beberapa temanku yang mendapatkan jawaban yang sama. Kayak dulu, ada anak baru di kelasku yang datang dari kota lain. Karena beda kota, beda budaya, aku jadi mengerti perbedaan sikap dan attitudenya. Jadi bagiku, dia nggak semenyebalkan yang teman-teman sekelasku pikir. Teman-teman sekelasku menunjukkan sikap permusuhan dengan menjauhinya, menjawab pertanyaannya sesingkat mungkin, dan semacamnya. Aku yang nggak mengikuti kubu apapun, berusaha berbaur dengan teman sekelasku untuk mendapatkan informasi tentang sikap mereka yang kontra dengan teman baru kami. Setelah kudapat, akhirnya aku bicara 4 mata dengan anak baru itu dan akhirnya dia bisa berbaur. Teman-teman sekelas sebagian besar udah nggak kontra lagi, dan akhirnya dia dapat banyak teman di kelas maupun angkatan.

Sama seperti kebanyakan orang, dia pernah bertanya sama teman-teman sekelas dan mendapatkan jawaban “Introspeksi diri, dong!” dari beberapa orang. Setelah mendapat jawaban itu, dia hanya merasa nggak lebih dari dijauhi tanpa alasan.

.

Bagiku, orang-orang yang hanya menjawab demikian nggak lebih dari pengecut. Why? Karena ketika orang membenci atau nggak suka sama orang lain, mereka cenderung mencari teman bicara untuk membicarakan keburukan yang mereka temui. Tapi begitu orang yang bersangkutan (yang merasa nggak salah apa-apa) bertanya pada mereka, mereka cuma jawab, “Introspeksi diri, dong!”. Well, dia bisa nggak suka sama orang, membicarakan orang tersebut di belakangnya, tapi begitu berhadapan 4 mata, mereka kicep dan cuma bisa jawab “Introspeksi diri, dong!”.

Kemana alasan-alasan yang sering kau bicarakan di belakang orangnya? Kayaknya pas ngegosip, banyak alasan yang keluar. Tapi kenapa pas orangnya nanya, nggak ada satupun yang keluar? Bukannya itu kesempatan bagus buat mengutarakan ke-nggak-suka-an kalian sama orang yang bersangkutan? Atau kalian cuma berani di belakang? Atau kalian memang nggak mau dia berubah karena kalau dia berubah, kalian akan kehilangan obrolan manis dengan teman-teman kalian?

Ha. Dasar cupu.

.

Ketika orang bertanya apa yang salah dengan mereka, itu artinya mereka sudah introspeksi diri berkali-kali sampai-sampai mereka bertanya pada kalian karena nggak menemukan jawabannya. Nggak pernah mikir ke sana, ya? Ngapain juga dia nanya ke kalian kalau dia udah tau alasannya? Tindakan bodoh, kurasa.

Jawaban yang cocok untuk jawaban itu adalah, “I’ve done that, bitch.” atau “Gee, you give a BRILLIANT solution.

.

Dulu, aku nggak begitu mengerti tentang jawaban ini. Dulu aku cuma bisa merasa kesal karena dijauhi tanpa alasan. Tapi sekarang, kalau aku menemukan orang yang menjawab dengan hal demikian, aku bakal menjauhi mereka juga. Kenapa? Karena aku nggak butuh teman yang cuma bisa memberi “Introspeksi diri, dong!” sebagai jawaban. Itu jawaban dan solusi terbodoh yang pernah kudengar. Jawaban itu nggak akan membawa diriku kemana-mana kecuali ke dalam masa galau.. #eaa

Teman yang baik dan BERGUNA adalah orang yang mau dan berani mengutarakan apa yang mereka pandang ‘negatif’ dari diri kita. Bukan orang yang cuma bisa memberikan ucapan-ucapan nggak berguna kayak judul postingan ini. Kalau udah begini, aku bakal menjauh dan mencari teman baru yang lebih berguna.

Jahat? Emang. Tapi, siapa yang lebih jahat? Orang yang mengabaikan niat baik kita untuk memperbaiki hubungan, atau kita yang mengabaikan apa yang merugikan dan mencari sesuatu yang lebih membawa manfaat pada diri kita sendiri?

Untuk apa kita berteman dengan orang seperti itu? Toh, dia nggak peduli dengan kita. Buktinya, niat baik kita untuk memperbaiki diri kita dan hubungan pertemanan aja nggak digubris. Nggak ada usaha dari dia untuk memperbaiki, dan mereka nggak ada niatan untuk merubah diri kita untuk menjadi lebih baik. Entah awalnya mereka mau berteman dengan kita karena apa. Tapi yang pasti, kita nggak sebegitu berharganya di mata dia.

Kalau udah begitu, ngapain kita masih bergantung dengannya? Berteman dengannya dan menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang jelas-jelas nggak ada jalan keluarnya? Lebih baik kita memutar jalan, mencari teman baru, memulai segalanya dari nol lagi. Itu lebih baik daripada berdiam diri di jalan buntu.

Lagipula, dengan berdiam diri di jalan buntu memberikan kesan kita terlalu bergantung dengan orang itu. Seolah-olah orang itu satu-satunya teman yang bisa kita miliki. Seolah-olah, nggak ada orang lain yang mau berteman dengan kita sampai-sampai kita cuma bisa bergantung dengannya. Bukankah itu menyedihkan?

Jangan mematok harga diri kalian di tingkat terendah. Orang kayak gitu di dunia bakal diinjak-injak. Kalau nggak mau diinjak, ya tingkatkan harga diri, sejajarkan dengan orang kebanyakan. Jangan menghamba pada teman yang jelas-jelas nggak peduli padamu. Dia bukan Tuhan kan? Ngapain menghamba? Tinggalin aja, terus cari yang baru.

.

Kenapa daritadi aku menyuruh kalian meninggalkan mereka? Kenapa mereka kupandang nggak berguna?

Gini loh,

Manusia yang baik itu adalah mereka yang memberikan manfaat atau bisa berguna bagi orang lain. Berguna itu bisa dalam artian apapun, entah itu berguna sebagai pemberi advice, atau pemberi ilmu/tutor. Dan manusia di dunia itu diperintahkan untuk belajar, menambah ilmu.. ilmu dalam bentuk apapun.. sehingga nantinya mereka bisa berguna di masyarakat.

Hubungan pertemanan adalah hubungan yang didasari dengan timbal-balik. Artinya, kita memberi manfaat padanya, dan dia juga memberi manfaat pada kita.. sekecil apapun manfaat itu. Selama kita bisa merasakan manfaatnya dan dia juga bisa merasakan manfaat yang kita berikan, maka terciptalah hubungan pertemanan.

Manfaat yang paling besar dari seseorang adalah manfaat dalam pengembangan diri dan kepribadian. Cara penyampaian manfaatnya, salah satunya adalah menyampaikan hal-hal yang teman kita pandang negatif dari diri kita dengan harapan kita bisa merubahnya. Kalau pun kita mengalami kesulitan dalam merubah diri, teman yang baik akan bersedia membantu untuk merubah diri kita agar jadi lebih baik.

Nah, ketika kita sudah memiliki niatan untuk merubah diri, memperbaiki hubungan, dan lain sebagainya, orang yang kita anggap teman hanya memberikan jawaban yang bahkan nggak bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk memperbaiki diri. “Introspeksi diri” bukanlah jawaban yang bisa memperbaiki diri kita. Orang tolol juga tau kalau kita harus introspeksi diri kalau ada kerusakan dalam hubungan. Manusia cerdas nggak akan memberikan itu sebagai jawaban.

Walau kita kesal, at least berikanlah jawaban yang bisa menuntun orang itu pada introspeksi diri. Misalnya, kalau dia orangnya egois, bilanglah kalau dia egois. Kalau kita merasa dirugikan, bilanglah padanya kalau kita merasa dirugikan. Dia terima atau nggak, itu urusan belakangan. Yang penting kita juga udah berusaha untuk memperbaiki hubungan atau memperbaiki sifat negatifnya. Kalau dia nggak terima, ya udah, jauhin aja.. cari yang baru.

Sama dengan kita, orang-orang yang dijauhi. Kalau dia nggak memberikan jawaban yang valid, tinggalkan aja. Itu artinya cuma satu di antara tiga, dia nggak lagi memberi manfaat pada kita, kita nggak lagi memberi manfaat padanya, atau kalian berdua sama-sama nggak lagi saling memberi manfaat.

Waktu terus berjalan, bumi terus berputar.. buat apa berdiam diri pada hubungan seperti itu? Lebih baik move on dan cari teman baru. Teman yang bisa memberi manfaat pada kita, dan juga teman yang membutuhkan manfaat dari kita. As simple as that.

Kenapa penting memberitaukan orang tentang kesalahannya? Karena manusia punya perspektif yang berbeda-beda. Apa yang kita pandang salah, belum tentu dipandang salah oleh orang lain. Jadi, kalau apa yang kita pandang salah itu dipandang ‘benar’ oleh teman kita, selamanya dia nggak akan berubah dengan introspeksi diri. Karena dia nggak merasa hal itu merugikan kita. Kalau kita nggak ngasih tau, ya dia akan terus melakukannya.. kitanya rugi terus. Pilih mana?

.

Kalau orang bilang aku dingin dengan cara pertemanan seperti ini.. ya, mungkin aku memang dingin. Tapi alasan utama yang ingin kuutarakan adalah: aku nggak mau merasa dirugikan dan aku nggak mau jadi orang rendahan yang cuma bisa ngegosipin kejelekan orang lain. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan move on dan mencari teman baru.

Kalau kalian jadi merasa insecure karena takut dimanfaatkan, kubilang sih, jangan munafik. Sesuci apapun kita rasa pada diri kita, nggak mungkin ada hubungan tanpa saling memanfaatkan. Di belahan dunia manapun, landasan dasar sebuah hubungan pastilah ‘saling memanfaatkan’. Hubungan pure tanpa ada ‘saling memanfaatkan’ itu cuma bullshit. Jangan naif, deh.

Kalau kalian memang nggak mau dimanfaatkan, kalian selalu punya pilihan: memutuskan hubungan, atau balik memanfaatkan orang tersebut. Anda selalu punya pilihan. Pilihan paling sederhana adalah ‘pergi‘ atau ‘tinggalkan‘.

.

Hidup itu simpel. Yang bikin ruwet adalah keegoisan dan kemanjaan seorang manusia.

.

Ah, sudahlah.. aku kerjaannya bikin galau anak orang aja.

Ciao!

ps: Walau begitu, kadang aku suka ngomongin orang buat ngelepas stress. <minta dikutuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s