Waktu aku lagi ngescroll tumblr seseorang yang suka update anime, aku menemukan banyak cuplikan sebuah anime. Di cuplikan tersebut, ada dua orang cewek-cowok lagi menonton pertunjukan kembang api di musim panas.

Menadadak aku teringat musim panas sekitar 13-14 tahun yang lalu. Waktu itu ada pengumuman diadakannya pertunjukan kembang api di daerah yang agak jauh dari rumah kami. Aku berniat mengajak Kai untuk nonton. Tapi sayangnya, dia lagi sakit. Jadi mau nggak mau, lihat kembang apinya dari rumah.. which is agak sulit dilihat karena kehalangan rumah-rumah dan atap.

Dulu, aku sempat berniat mengabaikan Kai dan pergi sendiri untuk menonton hanabi. Tapi entah mengapa, akhirnya aku mengurungkan niat. Dalam dua hari, aku mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari menerima pekerjaan mengantar barang, membantu di toko sayur dan klontong, sampai akhirnya aku bisa membeli banyak stok kembang api yang berbentuk stik di siang hari H. Aku pulang membawa banyak kotak kembang api dan menyembunyikannya dari Kai.

Ketika matahari terbenam, aku menarik Kai keluar dari selimutnya. Membekalinya dengan jaket, lalu mengajaknya turun dari tingkat dua menuju halaman rumah belakang. Di sana, aku sudah menyediakan sebuah ember berisi air untuk memadamkan kembang api. Serta.. setumpuk kembang api berbagai jenis yang bisa kubeli dari Nenek Suzuki.

Malam itu kami main kembang api sambil mendengar dentuman-dentuman kembang api dari kejauhan. Dari halaman belakang, kami benar-benar nggak bisa melihatnya. Hanya bisa melihat cahayanya yang warna-warni sambil mendengarkan suara jangkrik samar-samar. Malam yang damai.. ditambah orang itu nggak pulang selama seminggu. Makin damai.

.

Itu adalah kenangan indah yang hampir saja terlupakan.

Aku ingat betapa kami canggung duduk berdua di teras belakang. Aku ingat bagaimana dia bilang makasih padaku dengan suara seraknya karena flu. Aku ingat itu adalah awal kami bicara satu sama lain setelah 10 tahun hidup bersama. Meski itu bukanlah awal keakraban kami, tapi itu adalah saat dimana rasa sayangku padanya mulai tumbuh.

Sesuatu yang kecil yang nyaris terlupakan.. kesan pertama.

.

Hahaha.. udah ya, nostalgianya.

Ciao!

ps: habis itu badanku penuh gigitan nyamuk gara-gara berdiri di halaman belakang cuma pakai celana pendek + kutang.

2 thoughts on “Musim Panas 14 Tahun Yang Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s