Oke, karena pagi ini nganggur karena tidur lebih awal, jadi aku berniat buat ngepost sesuatu di blog malang ini. Udah lama juga nggak update sesuatu yang bener-bener. Akhir-akhir ini cuma ngepost buat sekedar update aja. Jadi di postingannya nggak berbobot. #tsah!

Anyway, pagi ini aku habis diceramahin sama Kai dengan unyunya. Habis dia solat subuh, dia bilang ke aku sambil ngelipet sajadah: “Aku suka Kyle yang dulu. Kyle yang selalu semangat pergi ke kampus karena seneng pingin ketemu temen-temennya“. Jujur, aku kaget dia tau-tau ngomong begitu. Bukan karena terenyeuh, tapi karena kupikir dia masih solat.

Habis dia ngomong begitu, aku tanya ke dia, “Emang aku yang sekarang kenapa?“.

Kamu yang sekarang agak-agak depressi dan keliatannya ogah-ogahan ke kampus. Aku nggak tau kenapa kamu tiba-tiba begitu. Kurasa kamu terlalu stress sama kuliah kamu sampai-sampai seorang Kyle bisa empet sama kampusnya sendiri.

Well, jujur, emang akhir-akhir ini aku agak empet sama kampus sendiri. Biasanya aku seneng banget kalo harus pergi ke kampus karena aku emang nggak suka nganggur atau kebosanan. Dan aku emang benci sendirian. Kampus itu ibarat gudangnya temen. Jadi, kalaupun temen deketku nggak dateng, masih ada temen-temen lain yang bisa kugelayutin.

Gara-gara ngomongin hal ini, aku pun jadi teringat kejadian Kamis kemarin dimana kedua tante jahanam itu datang mampir ke kampusku. Waktu itu aku lagi berniat cabut kelas jam satu dan kebetulan kedua tante ini tau-tau pada mau main ke kampus. Jadilah kegalauan akan ‘mau cabut atau nggak’ ini termantapkan. Akhirnya aku dan Mami fix cabut kelas jam satu.

Waktu jalan-jalan ini, mereka bertiga minta difoto. Pertamanya foto-foto pakai hp-nya Tante #2, tapi karena burem, akhirnya foto-foto dengan hp-ku. Setelah ngeliat kedua foto ini, entah kenapa aku jadi tersenyum. Begitu melihat kedua foto ini, aku teringat pada sesuatu yang telah kulupakan: sensasi memiliki teman. Teman, aku punya banyak. Tapi kalau teman dekat, aku cuma punya mereka dan 3 teman cowok lainnya. Cuma mereka yang benar-benar kuanggap kayak keluarga sendiri.

proxy (1) proxy

Di dunia ini, aku cuma punya 3 keluarga. Keluarga pertama itu, Kai. Keluarga kedua adalah temen-temen yang tinggal satu rumah. Dan keluarga ketiga adalah 3 cewek binal ini. Dan kalau teringat ketiga kelompok orang ini, I smiled a little. Senyum karena teringat mereka selalu ada di sampingku, lalu senyuman sirna begitu teringat beberapa di antara mereka mencoba menjualku. Bahkan salah satunya menjualku dengan harga seporsi french fries.

.

But you know, ketika kita lagi down, satu-satunya yang bisa bikin kita semangat adalah temen-temen kita. Temen-temen deket yang rela meluangkan waktunya buat hangout dan rela mentalnya dirusak sama kita. Yah, kalo buatku, orang-orang yang rela mentalnya dirusak olehku sih, 3 kelompok orang ini. So, thanks to them, hari-hari saya jadi bewarna.

Thank you for making my life so wonderful, guys.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s