Baru-baru ini aku dan Sherly jadi sering menemukan beberapa ‘orang bodoh‘ yang nge-flame di internet. Lalu aku lihat bagaimana Sherly terlihat stress/frustasi menghadapi mereka. Bukan cuma Sherly, tapi juga orang-orang yang tergolong pintar/dewasa juga kelihatan frustasi. Ada aja orang mencerca mereka-mereka yang diangap bodoh karena memang komentar/ucapan mereka yang sedikit mengundang emosi dan terdengar nggak logis.

Melihat hal ini, aku pun akhirnya bilang ke Sherly, “Orang bodoh itu jangan dicerca,” kataku mengayomi, “Tapi ditonton dan ketawain aja“. Emang terdengar jahat, tapi nggak ada pilihan lain. Salah satu prinsip yang kupegang adalah jangan pernah berdebat dengan orang yang level kedewasaannya ada di bawah kita. Dalam hal ini, aku menyebut orang yang nggak dewasa itu bodoh (umurnya dewasa, tapi pola pikirnya kayak anak kecil. Contohnya, egois dan mudah terhasut). Kenapa? Karena berdebat dengan orang yang seperti itu percuma. Udah tau percuma, tapi masih dilakukan, itu namanya sia-sia. Jadi, daripada energi habis buat berdebat dan mencoba meluruskan pola pikir yang udah nggak mungkin lurus lagi karena udah jadi kerak, mending enjoy the show aja. Kita tontonin mereka bicara.

Tapi kalo kayak gitu, dia pasti mikir kita udah kalah berargumen, dong? Berarti kita salah, dong?” Gunanya diakui menang sama orang kayak gitu, apa? Kita nggak perlu diakui menang dan benar oleh orang seperti itu kan? Toh, kita tau kalau kita benar dan yang jelas, kita benar karena kita berpegang pada runtutan logika yang benar pula.

.

Salah satu hiburan yang kudapat hari ini adalah link yang dikasih Sherly pagi ini. Katanya (aku belum lihat link nya), itu isinya (garis besarnya) adalah komentar-komentar sok tau dari seorang awam yang kontra dengan artikel buatan seorang dokter. Mendengar isinya, aku ketawa aja. Kenapa? Karena dia kelihatan banget begonya.

Gimana ceritanya orang awam bisa komentar blak-blakan seolah dia lebih tau soal ilmu kedokteran dibanding dokter itu sendiri? Dokter yang udah mempelajari ilmu kedokteran selama 7 tahun lebih. Aku aja yang suka baca buku-buku kedokteran nggak berani ngomong macem-macem. Kalo ngomong pun, aku berusaha untuk memperlihatkan kalau aku orang awam. Sehingga kalau aku salah, aku bisa dikoreksi.

Setelah itu, Sherly mengakui kalau orang bodoh itu memang sumber entertainment yang mudah didapat. Lihat aja bagaimana mereka berkomentar nge-flame, lihat aja gimana mereka saat berargumen, lihat aja gimana mereka merespon kekalahan mereka. It’s so entertaining.

.

Mungkin sebagian orang yang baca ini melihatku sebagai orang yang dingin. Tapi sebenarnya yang kulakukan adalah mencari jalan aman untuk diriku sendiri. Dibanding aku stress, mending aku tertawa. Daripada berkelahi, mending kita berdamai.

Rupanya, yang memegang prinsip ini bukan cuma aku, tapi juga Arby, temennya Sherly. Malam ini akhirnya kami dapat kesempatan buat ketemu dan bisa ngobrol panjang lebar. Lalu pas dia menceritakan sesuatu yang unik, dia ucapkanlah prinsipnya dia. Kalau Caesar bilang, ‘datang, lihat, menang‘. Kalau dia, ‘datang, lihat, ketawain‘.

Mantap.

.

Btw, Sherly mengenalkanku dengan cowok ini benar-benar pilihan yang tepat. Kukira dia cuma memirip-miripkan kami aja. Ternyata emang banyak kemiripan di antara kami. #Tsah!

Cuma sayang, kayaknya Sherly nyesel udah mengenalkan kami berdua. Entah kenapa.

.

Udah deh, segitu aja.

Ciao!

4 thoughts on “Orang Bodoh Jangan Dicerca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s