Pernah denger istilah ‘bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian’? Pasti pernah lah ya? Itu pepatah yang sering kalian dengar entah dari jaman SD atau TK. Semboyan yang mengatakan kalau kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita harus bersusah payah terlebih dahulu. Kurasa, itu arti sebenarnya dari semboyan ini.

Tapi,

Kurasa beberapa orang tua sudah salah mengartikan semboyan ini. Kemarin, aku dengar cerita dari temanku tentang orang tuanya yang mengatakan semboyan ini. Mungkin maksud mereka, kita harus berdarah-darah dulu kalau mau bahagia belakangannya. Kalau semboyan ini dipakai di jaman dahulu di Indonesia, kurasa memang pas. Jadi kalau diaplikasikan ke jaman sekarang, kurang pas. Karena ungkapan ‘bersusah-susah’ tidak mengesankan kecintaan kepada usaha yang ia lakukan. Yang pas itu adalah ‘bersenang-senang sekarang, bersenang-senang selamanya’.

Kenapa?

Well, mungkin karena kurasa jaman banyak berubah. Kalau semboyan ini dicocokkan dengan dunia karir, sudah nggak cocok lagi. Kalau jaman dahulu, pekerjaan yang menjanjikan memang pekerjaan semacam dokter, engineer, atau akuntan. Selebihnya, nggak menjanjikan karena memang nggak ada lapangan yang menyediakan pekerjaan di luar bidang-bidang itu. Kalaupun ada, pendapatannya nggak cukup untuk menutupi biaya hidup.

Karena nggak semua orang cocok atau suka menjadi dokter, engineer, dan akuntan, jelas mereka harus memaksakan diri mempelajarinya supaya bisa tetap hidup di kemudian hari. Cocok dengan semboyan ‘bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian’. Kita mati-matian mendapatkan gelar di bidang yang kita nggak suka demi hidup yang layak. Pil pahit yang terpaksa harus ditelan.

Menurutku, kalau aku melihat jaman sekarang, “Untuk apa bersusah-susah kalau kita bisa bersenang-senang dari sekarang dan selamanya?“. Iya, karena sekarang kita bebas menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, menjadi bos atas diri sendiri, dan kalaupun menjadi karyawan, sekarang lapangan pekerjaan banyak dibuka untuk gelar selain dokter, engineer, atau akuntan.

Jelas ini angin segar untuk orang-orang yang memiliki keahlian diluar dokter, engineer, dan akuntan. Mereka nggak perlu bersusah-susah mempelajari pelajaran yang sama sekali tidak cocok untuk dirinya hanya demi hidup layak. Sekarang, orang dari berbagai latar belakang bisa hidup layak.

Nggak ada yang lebih menyenangkan dari mempelajari sesuatu yang dicintai. Not ‘belajar bidang sejuta umat’, not ‘belajar demi hidup layak’, not ‘berpura-pura mencintai demi kebahagiaan kelak’. Mempelajari sesuatu yang dicintai adalah sesuatu yang menyenangkan. Jadi, semboyan ‘bersusah-susah dahulu’ sangat tidak cocok jika diaplikasikan ke jaman sekarang. Karena jaman sekarang, orang-orang bisa hidup dengan mendalami bidang yang dicintainya. Which means semboyan itu harus diganti menjadi ‘bersenang-senang sekarang, bersenang-senang selamanya’. Karena aku yakin, orang yang mendalami bidang yang disukainya akan sangat mencintai usahanya untuk hidup layak di kemudian hari.

Jadi, bersenang-senanglah sekarang dengan bidang yang anda kuasai. Cintai usaha anda untuk menjadi ‘seseorang’. Jangan memegang semboyan jadul, apalagi kalau semboyan itu sudah nggak ada hubungannya dengan jaman sekarang. ‘Bersusah-susah’ nggak menggambarkan usaha keras. ‘Bersusah-susah’ hanya menggambarkan isi hati anda dalam menggapai masa depan agar dipandang ‘cerah’ oleh kebanyakan orang.

.

Udah, segitu aja..

Maaf ya, asal-asalan isi blognya. Cuma nulis buat mengisi waktu dengan bahan tulisan seadanya. Jadi penjelasan tentang pepatahnya cuma dari satu sisi aja (sisi dunia karir). Hahahaha..

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s