Hari ini dosen matkul Marketing-ku ngajak nonton film tentang pemasaran. Film yang ditampilkan adalah Kinky Boots. Namanya terdengar familiar.. apalagi nama depannya ‘Kinky’. Waktu dibilang mau nonton film ini (minggu lalu), anak-anak yang duduk di barisan depan langsung cengengesan. Dan (kayaknya) dosenku terlalu polos untuk menyadari kenapa barisan depan ketawa. Well, ya sudahlah. (Kalau kalian mau tau sinopsis film Kinky Boots, bisa dilihat di Mbah Gugel)

Waktu aku nonton film ini (tadi siang), aku merasa aku bakal ngantuk duluan karena biasanya film yang menjadi referensi edukasi, apalagi soal marketing, akan sangat membosankan untukku. Nyatanya, aku langsung segar lagi begitu melihat salah satu tokohnya ada seorang Drag Queen. Mataku langsung berbinar-binar.

Sebelumnya, apa kalian tau apa itu Drag Queen? Drag Queen (menurut Wikipedia dan terjemahan singkat) merupakan seorang pria yang berpakaian seperti wanita. Kalau di Indonesia lebih dikenal sebagai waria atau bencong. Mereka memakai wig, pakai pakaian cewek, pakai make up seperti cewek, dan melakukan pertunjukkan (menyanyi atau menari).

Waktu menonton film ini, banyak anak-anak sekelasku yang tertawa geli dan terlihat lebih jijik waktu melihat Si Drag Queen yang bernama Lola ini. Di dalam hati, aku berkata, “Emangnya kalian belum pernah melihat Drag Queen? Norak amat.” dan “Ini bukan bagian lucu, dude. Ini bagian inspirasional dan mengharukan. Grow up, assface.” dan sebagainya. Memang, orang Indonesia masih belum terbiasa melihat Drag Queen atau cross-dresser kecuali di acara-acara cosplay.

Drag Queens are cool! Yeah, dengan bangga aku mengatakan ini. Aku sangat suka Drag Queen. Bagiku, mereka bukan cuma bencong atau makhluk kelas rendah seperti yang didefinisikan oleh kebanyakan orang. Bagiku, mereka adalah seniman. Aku bisa bilang begini karena ternyata Drag Queens nggak sebatas ngamen di lampu merah atau mangkal di Taman Lawang. Di luar negeri, mereka memiliki tempat untuk menyalurkan minat mereka sebagai Drag Queen. Ada yang menyanyi, ada yang menari. Mereka punya panggung sendiri, hahaha..

Melihat panggung mereka yang kayak begitu, aku langsung jatuh cinta dengan dunia Drag Queen. Cara mereka dandan, cara mereka berpakaian.. mereka bukan cuma sekedar pria berpakaian seperti wanita. Mereka seniman dan karya mereka patut diapresiasikan. Mereka nggak jauh beda dengan performer-performer kebanyakan. Yang membedakan hanyalah cara mereka berpakaian. That’s all..

.

Aku agak-agak nggak suka dengan bagaimana orang-orang Indonesia memperlakukan Drag Queens dengan bersikap jijik atau apa. Maksudku, penampilan mereka bukanlah kelainan. Bagiku Drag Queens are amazing. Mereka keren, glamor, dan ‘wah’. Kalau di Indonesia ada Drag Queens Bar, mungkin aku bakal pergi ke sana setiap saat untuk menyaksikan pertunjukan mereka.

Aku terlalu kagum sama mereka sampai nggak bisa berkata apa-apa. Selama nonton film Kinky Boots, aku cuma bisa bilang ‘wow’ dengan mata berbinar-binar. Waktu nonton Kinky Boots dan acara-acara lain yang ada Drag Queens nya, aku merasa mereka bahagia dengan diri mereka apa adanya. Dan kurasa, mereka (Drag Queens Indonesia) harus diberi kesempatan untuk tampil sebagai performer profesional kayak di luar negeri.

.

Oke, segitu aja..

Stay safe, stay strong, and love the Drag Queens. Drag Queens are not joke, they’re awesome!!

Ciao!

Ps: Mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang salah~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s