Untuk yang merasa passion adalah segalanya. Nggak selamanya passion bisa dijadikan patokan untuk hidup.

Kadang kalian lupa kalau setelah kuliah kalian harus melanjutkan perjuangan hidup sendiri sebelum ketemu jodoh. Masih untung sendirian. Kalau kalian harus mengurus orang tua yang udah pensiun/menua?

Kalau memang passionnya dapat terjual mudah, itu bagus. Kalau nggak? Kalian mau jual ijazah kalian kemana? Kalau mepet, mau nggak mau kalian pasti bergantung sama ijazah.

Bukannya pesimis. Itu namanya berpikir jangka panjang. Hal yang kayak gitu bisa saja terjadi dan sudah banyak contohnya dimana-mana.

Memang kita nggak boleh semudah itu menyerah. Tapi ya realistis juga.. Kalau udah berpikir passion adalah segalanya ketika passion kita nggak begitu menjual dan kita juga nggak punya ilmu/keahlian untuk dijadikan bekingan, itu namanya naif.

Bukan naif, sih. Itu namanya BODOH.

.

Kalau kalian melihat orang2 sukses di luar sana yang mengejar passion sebagai panutan, sudahkah kalian berpikir, “Ada berapa banyak yang bisa seberhasil itu mengejar passion?” dan “Apa aku memiliki keunikan lain supaya aku bisa sebanding dengan mereka di sana?”.

Bermimpi itu boleh, tapi ya tetap realistis dan berpikir jangka panjang. Kalau cuma mikir jangka pendek, anak TK juga bisa.. Lebih ahli, bahkan.

Ciao! – with Bernadetha

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s