Akhir-akhir ini telinga kita akrab dengan sebutan pedofil atau pedofilia. Pedo berarti anak-anak dan filia berarti cinta/suka. Pedofolia berarti menyukai atau mencintai anak-anak. Baik? Well, nope. Istilah ini digunakan untuk menyebut seseorang dengan kelainan seksual dimana seseorang yang sudah matang (di atas umur) memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak (di bawah umur). Maksudnya ketertarikan seksual? Ya orang-orang ini memandang anak-anak di bawah umur seperti manusia dewasa normal memandang manusia dewasa lainnya; mereka memiliki perasaan ‘ingin berhubungan seksual‘ dengan anak di bawah umur.

.

Barusan aku nonton Law & Order: Special Victim Unit, sebuah serial TV luar yang membahas tentang kasus-kasus pelecehan seksual. Kasus-kasus yang mereka bahas ada antara pria dan wanita, pria dan pria, wanita dan wanita (kayaknya), dan orang dewasa dengan anak kecil. Di episode yang baru saja kutonton menampilkan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Kemudian pelaku pelecehan ini menganggap dirinya sebagai korban dari undang-undang atau hukum.

Si Pedofil ini menganggap bahwa perasaan cintanya terhadap anak-anak di bawah umur adalah sesuatu yang wajar. Sama seperti percintaan homoseksual dan percintaan beda ras. Dia menganggap dirinya sebagai korban dari undang-undang seperti kaum homoseksual dulu, atau seperti pasangan beda ras (kulit hitam dan kulit putih) yang saling mencintai. Intinya, Si Pedofil ini menganggap bahwa sah-sah saja apabila dirinya mencintai seseorang yang masih berada di bawah umur.

.

Now, here’s why I want to punch that son of a b*tch in the face.

As you know, aku sangat amat membenci banget sex molester atau penjahat kelamin.. terutama pedofil. Dan ketika aku mendengar ada seorang pedofil yang menganggap perasaan cintanya terhadap anak di bawah umur adalah hal yang wajar, rasanya aku ingin sekali menghajar wajah mereka hingga tak berbentuk. Alasannya simpel: karena terdapat perbedaan kematangan atau kedewasaan.

Kenapa hukum menetapkan ada manusia di bawah umur (<17 tahun) dan ada manusia di atas umur atau biasa disebut orang dewasa? Karena pada dasarnya, secara psikologi, anak di bawah 17 tahun belum bisa berpikir dengan nalar. Mereka lebih mengedepankan atau masih dikendalikan emosi daripada nalar. Dan setelah dilakukan penelitian, diketahuilah bahwa rata-rata manusia sudah mulai bisa berpikir dengan nalar ketika mereka sudah berusia 17 tahun, dimana di saat itu perubahan hormon dari anak-anak ke dewasa sudah hampir sempurna.

Kenapa memangnya kalau mereka belum bisa berpikir dengan nalar? Bukankah cinta itu memang emosi? Berarti, boleh dong kalau seorang manusia dewasa menjalin hubungan dengan manusia yang masih di bawah umur?

Nope. Sama sekali nggak boleh. Kenapa? Karena dalam keadaan dimana mereka masih belum bisa berpikir logis, mereka justru lebih mudah diperdaya. Nah, perbedaan kadar kematangan emosional seseorang inilah yang mampu menimbulkan kerugian bagi satu pihak. Dalam kasus ini, pihak yang dirugikan adalah anak-anak di bawah umur. Mereka dengan mudah diperdaya, dicuci otaknya, dan dibujuk agar bisa menjadi tempat pelampiasan nafsu Si Pedofil. Nah, akhirnya terciptalah ketidakseimbangan di dalam hubungan ini.

Hubungan seperti ini sangat berbeda dari hubungan homoseksual dan perbedaan ras yang kusebutkan tadi. Dalam hubungan homoseksual dan beda ras, keduanya dianggap memiliki kematangan emosional yang sama karena secara hukum sudah dianggap dewasa. Keduanya dianggap sudah bisa berpikir secara logis, sudah bisa menimbang mana benar dan salah, sudah bisa mengetahui apa yang dapat merugikan mereka dan mana yang menguntungkan mereka. Jadi menurutku, tidak ada yang salah dengan pencabutan UU larangan menikah sesama jenis dan berbeda ras.

Tetapi, apabila UU tentang hubungan seksual antara anak-anak dan orang dewasa dicabut, siapa yang akan melindungi anak-anak? UU ini disebut UU Perlindungan Anak karena hal yang sudah kusebutkan di atas. Anak-anak dilindungi karena ketidak-tahuan mereka, ketidak-mampuan mereka dalam berpikir logis, dan dilindungi dari orang-orang yang mau melampiaskan nafsu seksual mereka kepada anak-anak.

Jadi, jangan mau percaya pada kaum pedofil yang menganggap perasaan mereka terhadap anak-anak itu adalah hal normal. Itu nggak normal. Sama sekali nggak normal. Gimana caranya mereka bisa memiliki perasaan begitu (dan dianggap normal) terhadap anak-anak yang diajak diskusi pun masih belum becus? Nggak masuk akal. Mau hubungan hetero pun, tetap nggak masuk akal.

.

Jadi, buat anak-anak yang masih belum berusia 17 tahun, tolong camkan hal ini baik-baik: Kalau ada orang dewasa yang berusaha menjalin hubungan percintaan atau hubungan seksual dengan kalian, kalian segera melapor pada orang dewasa di keluarga kalian (entah itu ayah, ibu, nenek, kakek, paman, tante kalian). Jangan mudah termakan dengan ucapan orang dewasa yang membujuk kalian untuk melakukan aktifitas orang dewasa.. meskipun yang membujuk adalah orang kepercayaan kalian.

Aktifitas apa saja yang menjadi batasan perlakuan orang dewasa terhadap kalian?

1. Nggak ada orang dewasa yang boleh mencium pipi (untuk orang dewasa yang bukan anggota keluarga kalian) dan bibir kalian (untuk orang dewasa yang bukan orang tua kalian).

2. Nggak ada orang dewasa yang boleh memegang daerah dada, kemaluan, dan pantat kalian, kecuali orang tua. Orang tua pun juga mendapat pengecualian, umumnya yang boleh menyentuh daerah itu adalah ibu kalian. Sebisa mungkin, ibu kalian.

3. Nggak ada orang dewasa yang boleh menyuruh kalian untuk membuka pakaian kalian.

4. Nggak ada orang dewasa yang boleh memasukkan sesuatu ke dalam kemaluan/alat kelamin/area pribadi kalian atau anus (pantat) kalian.

5. Nggak ada orang dewasa yang boleh memperlihatkan kemaluan/alat kelamin/area pribadi mereka kepada kalian.

6. Nggak ada orang dewasa yang boleh menyuruh kalian menyentuh kemaluan/alat kelamin/area pribadi mereka.

Untuk saat ini, cuma 6 hal di atas yang terpikir olehku. Tapi, kalau ada perlakuan lain yang membuat kalian nggak nyaman, cepat kalian beritau orang-orang terdekat kalian (terutama anggota keluarga). Apalagi kalau perlakuan-perlakuan itu disertai ancaman untuk merahasiakan perlakuan mereka terhadap kalian. Jangan takut untuk melapor.

.

Udah, segitu dulu yang bisa kutulis. Maaf kalau ada salah-salah informasi di pembukaan blog ini. Pesanku cuma dua: ‘lindungi anak-anak dari predator seks!‘ dan ‘stay away from them kalau kau sudah memiliki hasrat seksual terhadap anak-anak!‘.

Ciao!

ps: Buat anak-anak yang takut untuk melapor, kalian bisa kirimi aku email. Emailku ada di page Contact. Dont worry, I’ll help you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s