Ini adalah salah satu cerita dari #brothersInChat. Iya, cara berkomunikasi kami adalah through awkwardnes.

Dulu, sebelum kami akrab, Kai bener-bener anti sama ke-absurd-anku (hiks). Jadi dia lebih sering mengatakan hal-hal menusuk atau nggak, dia memilih untuk mengabaikanku.

Terima kasihku pada pulpen (hadiah undian) Bear Brand dan buku tulis Campus yang bersedia menampung ide-ideku.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s