Jadi, selama seminggu ini aku lagi buka-buka kaskus buat nyari mobil. Aku pingin BMW seri 7, tapi masih belum tau mau tipe yang mana. Sampai akhirnya aku menemukan 740i tahun 1994 seharga 195 juta, warna biru.

Lalu, semalam, aku mimpi jadi beli mobil itu. Anehnya, mobil itu warna hijau, kayak warna 735iL tahun 1997 yang kutemukan sebelumnya. Tapi ya aku diam aja, cuma masalah warna, bisa dipasangin stiker.

Terus, pagi-pagi itu aku nyalain mesinnya buat dipanasin, soalnya mau kupake ke kampus. Tapi anehnya lagi, suara mobilnya nggak sadis kayak 528-ku yang kalau lagi dipanasin, bikin seluruh jendela rumah bergetar. Suara mesinnya memang sehalus 528-ku, tapi nggak bikin jendela bergetar hebat.

Karena khawatir ada yang salah sama mesinnya, maka kubukalah kap mesinnya buat ngecek. Pas lagi mau buka kap mesin, aku melihat emblem yang tertera di kap-nya.

Itu..

Emblem Merci..

Setelah itu aku berusaha mengingat-ngingat page kaskus tempat si agan buka lapak, tag yang kugunakan buat nyari Si Sexy, dan warna BMW yang dijual. Terus aku memandangi Merci di depanku dengan penuh kesedihan.

“Aku maunya BMW, kenapa yang kebeli malah Benz?”

Habis itu aku masuk kamar, mobil nggak kumatiin, aku nggak jadi ke kampus gara-gara aku bete setengah mampus.

Ciao!

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s