1. Kai Nasution: 24 tahun, muka Jerman, tinggi 190cm.

2. Kyle Nasution: 24 tahun, muka Jepang, tinggi 193cm.

3. Gloria Manurung: 22 tahun, muka Batak, tinggi 163cm.

4. Sherly Febrina: 21 tahun, muka Chinese, tinggi 165cm.

Geng Prostitusi adalah sebutan dari perkumpulan Saya, Beber, Glo, Sherly, dan Kai. Sebenarnya Kai nggak begitu terlibat dalam aksi kriminal ini, tapi, berhubung dia sering nongkrong bareng kami juga, jadi kumasukin aja. Di gambar ini saya nggak nggambar Beber karena suatu alasan pribadi #halah.

Geng Prostitusi bermula dari sebutanku untuk kedua tante binal, Glo dan Sherly. Berhubung gaya mereka berdua itu kayak tante-tante girang, jadi saya manggil mereka Tante #1 dan Tante #2 berdasarkan urutan kenal-nya. Nah, karena mereka berdua udah kayak tante-tante, saya yang emang pada dasarnya bermental bocah, jadi ngerasa kayak brondongnya mereka (padahal saya lebih tua dari mereka). Ditambah lagi, kalau kami ngumpul bertiga atau berempat atau berlima, saya selalu jadi supir, selalu yang bantuin ciwi-ciwi ini bawain barang, jagain mereka selama jalan di tempat sepi, gitu-gitu lah. Udah kayak supir rangkap bodyguard. Heuheuheu

.

Btw, di description, saya nulis ras dan tingginya. Sebenarnya tadinya mau menjelaskan soal tinggi badan karena di gambar itu, saya sama Kai jadi terlihat kayak pasangan gay (karena muka kami agak nggak mirip) yang punya 2 putri dalam masa puber. Nggak, bukan, mereka bukan anak kami. They’re just way shorter than us, makanya terlihat kayak botjah. Ditambah lagi salah satunya tak berdada.. jadi.. ehm.. gitu deh.

Nah, sedangkan maksud dari ‘muka Jerman’, ‘muka Jepang’, dan semacamnya cuma sebagai informasi tambahan. Habis, kalau langsung dikasih informasi soal tinggi, kayaknya terlalu awkward dan menyakitkan. Jadi kasih informasi tambahan deh, buat gambarnya. Iya, tau, nggak penting banget.

.

Geng Prostitusi sebenarnya berisi anak-anak berusia 20an yang otaknya gesrek semua. Tingkah laku alay, norak, bocah, suka heboh sendiri, autis lah, pokoknya. Untungnya, saya nggak begitu. Saya semacam manusia paling waras di sana. Jadi Geng Prostitusi tetap dalam keseimbangan dan keharmonisan. Sehingga dunia damai, aman, tentram, sejahtera, sakinah marwadah.

Saya sendiri sebagai cowok yang paling capable dalam segala hal, selalu menculik keempat makhluk ini buat ikut melampiaskan nafsu jalan-jalan saya. Kadang emang udah ada tujuan jalan, umumnya sih, nongkrong di cafe atau bar yang udah lama jadi incaran. Kadang, ada juga yang tanpa tujuan, salah satunya ya ke tempat rahasia kami. Kadang, ada juga ada tujuan, tapi dadakan dan jauh, kayak ke Bogor waktu itu.

photo 57

IMG_0363

IMG_0922

Tapi keseringan kami pergi tanpa rencana. Aku juga menyerahkan seluruhnya pada stir mobil yang berputar tanpa arah. Aku cuma bertindak kalau udah mau nabrak aja. Jalan-jalan kalau direncanakan itu nggak menarik, sebenarnya. Udah kayak mau meeting sama clien aja pake direncanain segala.

.

Jadi, begitulah lingkaranku. Diisi para perokok (ada satu yang non-smoker, sih) dan orang-orang dengan otak random. I love them, they’re like my family.

Ciao!

4 thoughts on “Geng Prostitusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s