Selama sebulan ini aku bener-bener ngansos dari dunia luar, ternyata. Setiap hari cuma pergi ke kampus, kuliah, rapat, ngurus organisasi, terus pulang ke rumah. Sampai akhirnya aku denger berita soal Pilkada and have no idea what you guys are talking about. Mendadak aja ada maki-makian terhadap SBY, terus orang tau-tau koar koar soal Pilkada, DPRD, and shit. I was like.. “WHAT DID I MISS?!?!?!?”. Beneran, deh.. jadi manusia goa banget selama sebulan ini.

Sekarang, setelah aku tersadar dari ‘koma’ sebulan, terus melihat berita-berita SosPol di media, aku malah nggak mudeng. Dan entah kenapa, nggak ada yang bisa menarik perhatianku. Yeah, kalian para pembaca know me lah. Itu kenapa aku udah nggak pernah update blog lagi setelah masalah Pilpres. Dan sebenarnya aku kangen ngebacot soal SosPol di blog.. tapi, apa daya.. update berita SosPol aja nggak. :’)

.

Tapi, sekarang aku lagi ngobrol dengan beberapa temanku di grup dan nanya-nanya soal Pilkada. And I just realised something.. biasanya berita soal politik terdengar smooth. Politik memang brengsek, tapi biasanya brengsek-brengsek mulus yang efek sampingnya atau kebrengsekannya baru terasa dalam jangka panjang. Tapi sekarang, brengsek-brengseknya politik kelihatan di awal. Contohnya ya soal Pilkada ini. It’s so obvious that people would give negative reaction.

Dulu aku sangat tertarik sama isu-isu sosial, terutama politik, karena it’s fun to watch. Maksudku, politik memang brengsek, tapi menyenangkan untuk menelitinya karena politik selalu bias, abstrak, dan gimana gitu. Orang-orang yang bergelut di bidang politik itu pinter-pinter, mereka pinter cari muka, cari aman, cari posisi, dan lain sebagainya. Makanya, politik jadi sangat menarik untukku karena aku jadi bisa belajar behaviour para sosiopat di luar sana.

Ditambah lagi, politik itu ibarat pisau yang sangat amat tajam. Saking tajamnya, kita bahkan nggak sadar kalau habis dibeset.. tau-tau udah berdarah aja, gitu. Diam-diam, menarik, terlihat bagus, tapi bisa melukai. Tapi sekarang, rasanya politik berubah tumpul. Walau aku nggak ngikutin, tapi ada beberapa kali aku melihat berita-berita politik yang kayaknya lagi dijalanin sama orang bego. Udah kayak pisau tumpul. Nggak menarik lagi. Mungkin, ini alasan kenapa aku berhenti tertarik sama politik. It’s getting dull and stupid.. well, MY kind of stupid.

.

Yaah, aku berharapnya sih, politik sembuh lagi dan kembali dikuasai oleh orang-orang pintar. It’s no fun ketika yang menguasai politik adalah orang-orang bodoh.. literally bodoh.. secara intelektual. Jadi membosankan, gampang ditebak, dan bikin IQ turun.

Meh.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s