Udah sering aku mendengar kata-kata “Masuk dibantuin orang aja bangga” atau “Masuk lewat jalur belakang aja bangga” atau “Kalau bukan masuk situ bukan karena usaha sendiri, nggak usah bangga“. Intinya, ada beberapa komentar yang menunjukkan kalau kita masuk suatu instansi karena kita memiliki koneksi, kita nggak patut untuk berbangga hati. Komentar yang sebenarnya kupandang bodoh. Karena bagiku, memiliki koneksi yang banyak dan erat adalah suatu kebanggaan.

.

Banyak orang awam yang mengira kalau kerja keras adalah kunci dari hidup sukses. Ada juga yang berpikir kalau kita hanya patut bangga apabila kita bisa mendapatkan sesuatu karena usaha kita sendiri, karena bakat kita sendiri, dll. Which is kinda true, but not in this era. Karena kalau di era ini kita hanya mengandalkan diri kita sendiri, hanya mengandalkan kerja keras kita, itu sama saja dengan bodoh. Kenapa? Karena di era ini kita perlu jadi cerdik, bukan kerja keras. Kalau kita kerja keras, apa bedanya kita sama kuli? Apa bedanya dengan orang-orang yang bekerja menggunakan tenaga dan bukan otak?

Moto hidupku sebenarnya lebih ke arah “Jangan jadi pekerja keras, jadilah pekerja cerdik!“. Kenapa aku lebih menekankan untuk menjadi cerdik dibanding kerja keras? Salah satunya karena alasan yang sudah kusebutkan di atas. Selain itu, menjadi cerdik itu hemat segala-galanya. Hemat waktu, hemat tenaga, dan yang pasti, hemat duit. Dan yang bisa memberikan kemudahan itu semua adalah networking.

Networking itu simply memiliki koneksi. Koneksi juga bukan sekedar punya kartu nama atau data diri seseorang, tetapi juga mengenal dekat orang tersebut, apalagi sudah membangun koneksi emosional dengan orang tersebut. Koneksi yang erat menciptakan kondisi yang kondusif untuk kita mencapai sesuatu yang kita inginkan.

.

Banyak orang idealis yang nggak setuju dengan apa yang kukatakan. Kebanyakan dari mereka masih berpegang teguh terhadap apa yang mereka percaya, bahwa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan bantuan orang hanya akan menghancurkan harga diri hingga berkeping-keping. Yaa, itu terserah mereka untuk berpikir seperti itu. Selama mereka nggak menghalangi langkah orang-orang sepertiku, nggak masalah.

Salah satu yang kalimat yang pernah kudapat mengatakan, “Jadi, karena orang-orang kayak lo, gue jadi susah untuk mendapatkan apa yang gue inginkan?“. Jujur, kalimat itu bikin aku ketawa. Lucu aja pola pikirnya. Orang-orang kayak gitu lebih suka menyalahkan orang lain dibanding merubah pola pikir atau pola strateginya. Dari kalimatnya aja udah terdengar kayak orang kalah perang, orang yang tersingkirkan dari pertandingan karena ada yang lebih hebat dari mereka. Aku sih nggak tersinggung dicerca begitu. Justru aku bangga karena aku berhasil menyingkirkan orang-orang kayak gitu. Dan kalimat itu semacam konfirmasi kalau aku berhasil menyingkirkan mereka. Kejam? Memang.

Kayak yang udah kubilang, memiliki network itu membantu kita dalam hal apapun. Apa salahnya kita meminta bantuan? Apa salahnya kita mencari cara mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan? Kalau bisa mudah, kenapa harus sulit? Gitu aja sih logikanya.

.

Memiliki koneksi itu juga nggak semudah yang kita bayangkan, karena kita harus menjaga koneksi itu sampai mati.. jangan sampai koneksi itu putus, apalagi karena hal sepele. Menjaganya cukup dengan quality time, sesederhana hangout bareng, sekedar berbagi kabar via chatting, menjadi ramah, dan tolong-menolong.

Satu hal yang perlu diingat, nggak ada orang yang mau dirugikan. Jadi, kita harus bisa jadi koneksi yang bermanfaat juga dengan mereka. Sehingga kita bisa membantu mereka kapanpun mereka butuh, siap siaga dengan permintaan mereka. Karena gimanapun juga, koneksi itu adalah hubungan dua arah, bukan satu arah. Koneksi itu hubungan yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, mau nggak mau, kita juga harus membenahi diri, meningkatkan kualitas diri, supaya orang mau menjadi teman/koneksi kita. Kalau kerjaan kita cuma minta tolong dan nggak pernah menolong, jangan harap koneksi itu akan bertahan lama.

Ini juga merupakan salah satu alasanku kenapa aku senang berteman atau mencari teman baru; entah itu via online atau offline. Selain karena aku anaknya juga gabut dan sekalinya gabut sukanya ngajak orang nongkrong, ya karena itu juga.. aku butuh mereka untuk menjadi koneksiku untuk membantuku kapanpun. Merepotkan? Aku nggak takut merepotkan orang, karena aku juga suka bersiap-sedia untuk direpotkan sama orang yang kurepotin.

.

Bangga bisa mendapatkan apa yang kuinginkan berkat bantuan orang lain atau koneksi yang erat? Jelas aku bangga. Bangga karena aku cerdik, bangga karena aku udah membuat seseorang merasa dibutuhkan, bangga karena aku punya banyak jalan menuju Roma. I might be crazy, but I’m not stupid.

.

Udah deh, segitu aja. Bingung mau nulis apaan lagi. Sekarang saatnya ngurus proposal and shit.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s