TERAPI SELFIE

Jadi, gue lagi duduk di teras cottage, ngerokok, sambil liat-liat instagram. Di tengah-tengah menelisuri timeline, gue melihat ada beberapa foto selfie temen dan memikirkan apa yang telah foto selfie done to me.

Setelah beberapa kali mengedit foto selfie temen, gue selalu mikir, “Anjir, dia cakep. Skill fotografi gue juga cakep”. Dan gue pun sadar kalo foto selfie itu bikin self-esteem naik. Setelah itu, terpikirlah satu teori terapi (yang mungkin udah ditemukan juga sama beberapa psikolog). Namanya Terapi Selfie.

Terapi Selfie ini dipakai untuk mereka yang memiliki self-esteem rendah terhadap dirinya atau pemalu (social anxienty). Sistemnya sama, klien mengambil beberapa foto selfie, lalu diedit dan diposting ke akun sosial media. Yang mengedit tentu orang yang ahli pula supaya fotonya bagus dan nggak berlebihan. Dengan begitu, pasti seenggaknya ada satu sampe dua orang yang memuji. Pujian ini lah yang menjadi fuel untuk mereka yang pemalu atau berself-esteem rendah.
.
Terapinya sederhana dan tujuannya adalah meningkatkan self-esteem melalui pengakuan lingkungan sosial. Kenapa harus melalui pengakuan lingkungan sosial? Karena lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan bagi kepribadian manusia. Coba aja liat, udah berapa orang berubah hanya karena pengaruh lingkungan sosial?
.
Terapi selfie juga bisa dilakukan klien sendiri di bawah arahan. Kenapa perlu arahan? Agar nantinya terapi ini nggak menjadi senjata makan tuan, dimana klien justru menerima respon negatif akibat salah langkah.

Apa sebegitu seriusnya terapi selfie ini? Secara psikologis dan dengan klien yang memiliki self-esteem rendah, penting. Karena kalau self-esteem rendah terus dibiarkan, akan ada kemungkinan self-esteem klien menjadi semakin rendah dan akan berefek negatif.
.
Dan yang terakhir, kenapa terapi selfie dan bukan yang lain? Secara ekonomi, terapi ini berbudget murah.. Atau mungkin nggak perlu mengeluarkan uang sama sekali untuk melakukannya. Secara teori, karena hal termudah yang bisa meningkatkan self-esteem dalam waktu singkat adalah physical appearance.

Dari segala aspek, jelas Terapi Selfie yang paling mudah.
.
Ah, sori kalau ada salah. Semua yang gue tulis di sini nggak punya referensi literatur karena pure pakai logika gue.

Ciao!

View on Path

2 thoughts on “Terapi Selfie

  1. Jangan asal posting, kalau belom bener!
    Iya seorang yang selfie dpt pujian “iih fotonya bagus, cantik”, tapi dengan foto yang di edit-edit sana edit sini itu bukan percaya diri… Malah menambah self esteem rendah karna dia tidak percaya dengan dirinya dengan bukti fotonya di edit-edit.. Dan biasanya yang di dalam foto bukan seperti dia . Jadi sifat pujianya semacam itu membuat self esteemnya bertahan secara sementara!

    Like

    1. Situ nggak baca kalo gue tulis di situ teori gue? Berdasarkan observasi kecil-kecilan gue? Ya mau posting atau nggak, itu hak gue. Blog juga punya gue. Yang jelas, gue udah bilang ini TEORI PRIBADI gue, bukan TEORI ILMUWAN. Silakan pembaca sendiri yang menilai bener apa nggaknya teori gue. Tapi nggak usah ngatur-ngatur gue soal posting memposting. Camkan hal itu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s