Sebagai workaholic (kalau kata Kai), aku suka stress kalau lama nggak kerja atau kalau gabut. Salah satu contohnya adalah postingan kemarin dimana aku ngeluh-ngeluh nggak ada tujuan hidup. Semua karena aku juga nggak ada kerjaan di rumah, mau menulispun, nggak ada ide. Dan pagi ini aku tersadar, mungkin ini semua karena aku juga terlalu capek untuk membereskan kamar, sehingga working stationku juga nggak terjaga kerapihannya. Kalau nggak rapi, semangat kerja juga sirna begitu saja. Hingga akhirnya kemarin aku pindah kamar dan memodif kamar baruku supaya working friendly.

Sebenarnya, working stationku yang baru juga terkesan kaku. Mungkin karena aku juga baru pindahan, itupun pindahannya gerak cepat, dua jam selesai. Dalam dua jam itu, aku memindahkan kasurku yang gedenya nggak tanggung-tanggung, dan juga beberapa peralatan kerja yang kemungkinan aku butuhkan dalam waktu dekat. Sehingga, meja kerjaku isinya cuma printer, mesin fotokopi, scanner, speaker, dan laptopku sendiri.

Beginilah kira-kira penampakan meja kerjaku sekarang. Masih sedikit berantakan.
Beginilah kira-kira penampakan meja kerjaku sekarang. Masih sedikit berantakan.

Dalam beberapa waktu ke depan, aku mau memodif lagi kamarku biar nggak terkesan kaku dan working-station friendly. Mungkin memindahkan whiteboard dan memasang beberapa hiasan dinding supaya nggak sepi. Ditambah beberapa pewangi ruangan karena sekarang aku merokok di kamar. Jadi, biar nggak bau-bau amat, harus dipasang pewangi ruangan yang agak banyak.

Beberapa file dan barang-barang sengaja nggak kupindahkan ke dalam kamar supaya kerapihan kamar terjaga. Kamar lamaku sekarang dijadikan closet atau lemari baju raksasa. Di sana, lemari dari seluruh anggota keluarga diletakkan biar kamar nggak terlalu crowded sama lemari baju dan baju-nya sendiri.

Sejauh ini, keputusan untuk pindah kamar lumayan memberi hasil positif. Aku jadi lebih produktif dari biasanya. Mungkin aku bosan karena kamarku juga begitu-begitu aja, butuh ganti suasana. Pindah ke kamar baru adalah pilihan yang tepat. Dan meninggalkan segala jenis perabotan sisa di kamar lain juga keputusan yang pas. Sekarang kamarku hanya berisi lemari baju kosong (yang diisi beberapa dokumen penting organisasi), tempat tidur, dan meja kerja.

.

Kuharap ini juga bisa jadi pilihan buat mereka yang sama-sama merasa bosan sepertiku. Mungkin kalian hanya bosan dengan suasana kamar. Nggak harus pindah kamar, kalian bisa menggeser perabotan sehingga posisinya jadi lebih nyaman dan memberi suasana yang baru. Atau mungkin kalian bisa menambah atau memodif kamar kalian dengan barang-barang kesukaan kalian. Mungkin juga kalian bisa mengurangi beberapa perabotan yang sebenarnya nggak dibutuhkan di kamar.

Memindah-mindahkan perabotan memang nggak gampang dan memakan tenaga yang banyak. Aku dan keluarga melakukan ini karena sudah terbiasa menggonta-ganti posisi perabotan untuk mengganti suasana. Biasanya setiap tiga bulan sekali, atau tergantung suasana hati pemilik rumah. Untuk memindah-mindahkan perabotan, bukan kami sekeluarga saja yang terlibat, tapi juga beberapa pengurus rumah. Jadi, kalau memang ada yang bisa membantu membereskan sisa-sisa pergeseran perabotan, mungkin merubah posisi perabotan kamar bisa dilakukan untuk mengganti suasana.

.

Segitu aja sharingnya.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s