Jadi, tepat seminggu yang lalu, aku pergi ke Jogja bersama ketiga temanku yang otaknya agak bergeser ke arah utara. Kami pergi ke Jogja begitu dadakan. Awalnya hanya berupa candaan dimana aku bilang aku belum pernah ke Jogja sama sekali dan ingin sekali melihat Jogja. Lalu sebuah ide tercetus padaku dan Sherly, “Kenapa nggak weekend ini aja?”.

Bermodalkan ide gila itu, akhirnya kami langsung merencanakan keberangkatan ke Jogja menggunakan kereta. Kami langsung berburu tiket kereta pulang-pergi, hotel, dan mobil sewaan. Dokter menyuruhku untuk mengajak teman-temanku yang lain supaya akomodasi terasa lebih murah. Akhirnya, malam itu juga aku langsung menyebarkan info di grup BBM untuk mengundang kedua temanku yang lain dengan iming-iming seluruh akomodasi ditanggung Dokter, kecuali uang makan dan jajan.

Malam itu juga kami berempat begitu excited membahas keberangkatan ke Jogja yang akan terjadi dalam waktu kurang dari lima hari. Kami ramai membicarakannya di grup. Sebagian dari mereka merasa tidak percaya dan berpikir bahwa aku bercanda. Mereka langsung berbondong-bondong meminta izin orang tua karena aku membutuhkan jawaban yang pasti malam itu juga untuk mulai berburu tiket kereta. Maklum, hari Sabtu kemarin itu adalah tanggal merah, ada perayaan Nyepi.

Dalam empat hari itu, aku dan Dokter gencar mencari akomodasi karena rata-rata sudah dibooking untuk weekend kali itu. Tiket kereta banyak yang habis karena rata-rata orang berangkat pada Jumat malam dan pulang pada Minggu malam. Dan setelah perjuangan, akhirnya kami mendapatkan tiket kereta untuk berangkat Sabtu pagi dan pulang Senin malam. Kami semua harus skip satu hari kerja demi pergi ke Jogja. Yaah, minimal, satu hari itu bisa membayar seluruh kesenangan yang ada.

.

Hari keberangkatanpun tiba setelah panik beberapa kali karena hampir tidak mendapatkan hotel dan kendaraan. Kami berempat merasa seperti bocah kampung yang akhirnya mendapat kesempatan untuk jalan-jalan di mall tengah kota. Mereka tidak henti-hentinya mengatakan kalau hal ini sulit dipercaya karena terlalu mendadak dan seluruh akomodasi ditanggung oleh Dokter. Mereka sempat merasa ini adalah lelucon menyambut 1 April. Tapi nyatanya, ini bukan lelucon. Kami benar-benar akan pergi ke Jogja dengan akomodasi ditanggung – hal itu menjelaskan kenapa kami sudah duduk di Stasiun Gambir Sabtu pagi itu.

Kami berangkat Sabtu pagi pukul sembilan dan sampai di Stasiun Tugu pukul setengah enam sore. Begitu sampai, kami langsung mencari taksi dan pergi ke hotel untuk beristirahat. Pinggang terasa hampir lepas karena duduk selama delapan jam lebih di dalam kereta yang dinginnya seperti lemari pendingin kadaver.

Begitu sampai di Jogja, aku langsung menghubungi salah satu temanku yang kukenal lewat Ask.fm. Sejak sebelum berangkat, aku sudah memberitaunya kalau aku akan pergi ke Jogja pada saat Nyepi. Dia begitu antusias ingin bertemu denganku sehingga aku mengajaknya untuk menghampiriku di teras kolam renang hotel. Maklum, terlalu capek untuk berpergian lagi.

Ketika aku bertemu temanku, aku memang sudah diberitau kalau dia akan membawakan jamur goreng tepung. Apa yang tidak kusangka adalah kalau dia serius dengan itu. Begitu menerima setumpuk jamur goreng tepung, aku langsung merasa bahagia karena merasa diterima di Jogja. :’

.

Sebenarnya, tujuanku ke Jogja adalah untuk liburan, bukan wisata. Hanya sekedar menjauhkan diri dari hiruk-pikuk kota Jakarta. Sehingga, aku tidak memiliki banyak rencana untuk wisata. Yang paling standard hanya pergi ke Kraton dan Alun-alun, serta mengunjungi Candi Prambanan. Selebihnya, aku hanya ingin menikmati hari liburku di hotel atau sekedar mencoba angkringan-angkringan yang ada.

Kesan pertamaku di Jogja adalah menarik. Karena sebenarnya aku menyukai kota-kota kecil yang santai seperti Jogja. Kehidupannya santai dan pergerakannya tidak secepat di Jakarta. Terlebih lagi, Jogja adalah kota yang lengang, tidak seperti Jakarta yang kompleks. Sehingga niatanku untuk tinggal di Jogja di masa mendatang semakin besar.

.

Sudah, segitu aja. Maaf kalau bahasaku agak berantakan.. baru bangun, soalnya. HAHAHAHA

Ciao!

2 thoughts on “Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s