Semalam gue membicarakan soal unplanned travel ke Bandung, dan entah kenapa, obrolan kami berakhir di management keuangan. Obrolan itu memberi gue ide untuk menulis postingan ini dan membuat sebuah blog tentang management keuangan untuk pelajar dan mahasiswa. Setelah gue lakukan riset kecil-kecilan pula, rupanya masih banyak pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan guide untuk mengatur keuangan mereka. Maka dari itu, gue, sebagai anak fakultas ekonomi, mencoba memberikan beberapa tips untuk mengatur keuangan bagi pelajar dan mahasiswa.

Tips-tips yang akan gue sajikan tentunya gue sajikan dengan bahasa yang sederhana supaya mudah dimengerti oleh pembaca yang rata-rata orang awam (bukan orang keuangan). Dan mungkin, blog ini adalah langkah awal gue untuk blog baru gue soal management keuangan.

.

Sebelum dimulai, gue akan menjelaskan beberapa istilah penting dalam management keuangan gue. Istilah-istilah tersebut adalah periode, pemasukan, pengeluaran, savings, dan alokasi.

Periode: rentang waktu yang digunakan dalam laporan keuangan. Di Indonesia biasanya dipergunakan rentang waktu bulanan, triwulan, atau tahunan.

Pemasukan: uang yang kalian terima selama satu periode. Pemasukan bisa berupa jajan bulanan/mingguan kalian, gaji (hasil usaha kalian), duit nemu di jalan, temen yang bayar utang, pembagian surplus organisasi, dll.

Pengeluaran: uang yang kalian keluarkan selama satu periode. Pengeluaran bisa berupa biaya-biaya yang harus kalian keluarkan, diutangin orang (piutang), kehilangan uang, bayar utang ke teman, dll.

Savings: uang yang kalian simpan untuk keperluan jangka panjang (pengeluaran yang belum pasti akan dikeluarkan, umumnya dilakukan di akhir periode).

Alokasi: penyisihan pemasukan untuk suatu tujuan tertentu (pengeluaran yang pasti akan dikeluarkan, umumnya dilakukan di awal periode).

Pengaturan keuangan bukanlah hal yang mudah apabila kalian tidak terbiasa. Maka, sangat dibutuhkan kegigihan, kesabaran, dan ketelatenan dalam melakukan pengaturan keuangan. Semua kembali lagi ke diri kalian masing-masing, “Kalian ingin jadi kaya, atau ingin jadi miskin?“.

.

1. Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan

Sebagai langkah awal (dan langkah terpenting) dalam mengatur keuangan adalah mencatat. Belilah sebuah buku catatan pengeluaran dan pemasukan yang sudah tersedia kolom-kolom tertentu untuk diisi. Atau, jika kalian memilih untuk membuatnya sendiri dengan buku catatan polos, kalian bisa membuat kolom-kolom seperti berikut:

S__4341763
Kolom-kolom untuk buku catatan keuangan.

Keuangan kalian harus dicatat terlebih dahulu selama sebulan untuk melihat rata-rata pemasukan dan pengeluaran kalian per bulan. Setelah berganti bulan (habis satu periode), hitunglah berapa total pengeluaran kalian untuk biaya konsumsi (makan-minum, rokok, dll), biaya transportasi (termasuk uang parkir dan bensin apabila kalian membawa kendaraan sendiri), beban pendidikan dan organisasi (pembelian buku, fotokopi, dll), serta sisa dari uang kalian setiap minggunya.

.

2. Tempat Penyimpanan

Dompet bukanlah sebuah tempat yang aman untuk meletakkan seluruh pemasukan kalian. Sebuah pepatah mengatakan, “Jangan meletakkan telur di satu keranjang“, yang artinya “Jangan menyimpan aset di satu tempat yang sama“. Apabila kalian ingin memiliki uang di sepanjang periode, maka sediakanlah tempat penyimpanan uang yang aman. Dompet hanya boleh kalian gunakan untuk menyimpan uang seperti biaya konsumsi dan transportasi. Selebihnya, simpanlah uang kalian di rumah atau bank (jangan di satu bank saja).

Gue pribadi memiliki 3 akun di bank-bank yang berbeda. Masing-masing dari akun tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Ada yang gue gunakan untuk menyimpan uang jajan, ada yang gue gunakan sebagai tempat alokasi dana, dan ada yang gue gunakan untuk tabungan jangka panjang. Selama satu periode, apabila gue hanya membutuhkan uang untuk konsumsi belaka, maka gue hanya membawa dan menggunakan satu kartu ATM saja dengan fungsi demikian. Sehingga, gue masih tetap punya uang di sepanjang periode meskipun uang jajan sudah habis.

.

3. Pembagian Uang

Setelah kalian mencatat pemasukan dan pengeluaran kalian dalam satu periode, maka kalian akan tau berapa uang yang kalian butuhkan untuk biaya konsumsi dan transportasi, berapa beban pendidikan yang harus kalian tanggung, dan pengeluaran lainnya. Dari gambaran tersebut, kalian bisa melihat pergerakan keuangan kalian dan akan lebih mudah dalam mengaturnya di kemudian hari.

Gue lebih senang membagi pemasukan gue ke dalam 3 keranjang: Biaya (jajan), tabungan, dan alokasi dana. Gue sangat menyarankan kalian untuk menyimpan uang kalian di dalam rekening bank kayak gue, supaya lebih aman dan lebih mudah dipantau. Kalian bisa mengikuti cara gue sebagai langkah awal, nantinya ketika kalian sudah lebih terlatih, kalian bisa membagi-bagi uang kalian ke dalam 4 keranjang atau lebih.

Apabila kalian mendapatkan pemasukan sebesar Rp 150.000,- maka lakukan pembagian sebesar Rp 50.000,- untuk setiap keranjang kalian. Apabila uang kalian sulit untuk dibagi tiga, kalian bisa memilih keranjang mana yang ingin kalian isi lebih banyak dari keranjang lainnya; apakah kalian ingin menambah uang jajan, atau uang tabungan, atau alokasi, terserah kalian.

.

4. Mengatur Jajan

Setelah kalian bagi-bagi uang kalian ke dalam 3 keranjang, sekarang adalah saatnya bagi kalian untuk belajar menata jajan. Inti dari langkah ini adalah bagaimana caranya mengontrol diri. Dengan adanya keranjang-keranjang tersebut, kalian jadi mengetahui berapa uang yang harusnya kalian belanjakan dalam satu periode dan berapa yang tidak boleh.

S__4341762
Rincian pengaturan pengeluaran dan pemasukan.

Untuk langkah ini, gue sangat suka menekan diri gue sendiri dengan maksud mengontrol nafsu belanja. Setiap periode, gue biasa mengurangi jajan gue sendiri dengan memindahkannya ke keranjang lain. Yang paling ekstrim, waktu itu gue mencoba untuk survive selama seminggu dengan uang Rp 50.000,- di mana saat itu gue adalah perokok kereta, selalu di kampus, dan punya teman-teman yang selalu ngajak nongkrong. Dan asal tau saja, gue kuliah di tengah kota Jakarta dengan kampus yang berdiri tepat di samping sebuah plaza. Godaannya sangat amat besar. Tapi pada nyatanya, gue bisa survive dan berhasil nabung cukup banyak.

Cara gue sebenarnya kurang patut ditiru karena gue mengerti betul keadaan fisik dan imun gue.

Gue melakukan penekanan pengeluaran di biaya makan. Gue dari dulu selalu makan di kantin supir yang biaya seporsinya hanya sekitar 8 ribu sampai 10 ribu rupiah saja. Minumnya selalu es teh atau es kopi yang harganya kisaran 4 ribu sampai 5 ribu rupiah. Atau terkadang, gue membawa makanan dan minuman dari rumah. Sedangkan untuk rokok, gue usahakan untuk menghabiskan sebungkus dalam seminggu.

.

5. Jangan Berhenti Mencatat

Jangan hanya mencatat kegiatan keuangan kalian di awal saja. Catatlah keuangan kalian setiap hari untuk mengontrolnya. Apabila di dalam transaksi kalian terdapat struk pembayaran, maka simpanlah struk tersebut bersama buku catatan keuangan kalian sebagai pertanggungjawaban.

Gue pribadi dulu memiliki dua buku catatan keuangan; satu untuk jajan, satu untuk savings dan alokasi. Savings dan alokasi tetap gue pantau meskipun gue berusaha keras untuk tidak menyentuhnya. Karena, terkadang, dalam keadaan darurat, uang alokasi atau savings pasti akan terpakai untuk jajan. Jadi, untuk jaga-jaga, gue bikin dua buku walaupun buku untuk alokasi dan savings jarang gue isi kecuali ketika ada pemasukan.

S__4341765
Catatan tabungan (savings).

.

Saran:

1. Jangan melakukan savings di akhir periode. Memang, pada dasarnya savings dilakukan di akhir periode untuk menyimpan sisa pemasukan. Akan tetapi, dengan begitu, terkadang kita jadi tidak menabung sama sekali karena pemasukan sudah habis untuk jajan dan alokasi. Oleh karena itu, gue melakukan savings di awal periode agar gue konsisten dalam menabung.

2. Pencatatan transaksi di buku catatan keuangan tidak harus mengikuti standard akuntansi. Karena buku catatan itu hanya akan dibaca oleh kalian (dan mungkin orang tua kalian), maka penyajiannya tidak perlu terlalu kaku seperti di laporan keuangan perusahaan. Jadi, tidak perlu menggunakan istilah debit-kredit dan semacamnya.. cukup menggunakan istilah pemasukan dan pengeluaran saja.

3. Jangan remehkan uang receh. Terkadang, kita meremehkan uang receh sehingga yang masuk ke dalam perhitungan hanya uang kertas saja. Apabila kalian lakukan hal demikian, maka kalian akan mengalami ketidaksamaan dalam perhitungan di buku dan uang di tangan kalian. Apabila terjadi ketidaksamaan di perhitungan akhir periode, mungkin kalian sempat meremehkan uang receh.

4. Tulislah hasil penjumlahan mingguan atau bulanan dari pengeluaran kalian. Dengan begitu, kalian akan lebih mudah dalam menghitung keuangan kalian ke depannya, tidak perlu menghitung transaksi satu per satu dari awal sampai akhir periode lagi.

.

Gue rasa, demikian saja tips-tips awal dalam mengatur keuangan. Kalau postingan ini sangat membantu kalian, gue akan memindahkannya ke blog management keuangan, supaya lebih spesifik dan memudahkan kalian untuk mencari solusi keuangan kalian.

Ciao!

7 thoughts on “Tips-Tips Mengatur Keuangan (For Students)

  1. semua tips mengatur keuangan dari semua yang udah aku baca, pada akhirnya nggak mempan kalau lihat ada banner “Pesta Diskon” atau “All item Disc up to 70%” haiyaaahhh bagaimana ini… 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s