Kalimat ini diucapkan oleh Indri tadi dini hari ketika gue masih meng-adjust tampilan baru blog gue. Setelah gue pikir-pikir, apakah gue selama itu nggak aktif di blog, sampai dia excited melihat blog gue berubah tampilan dan mulai ada postingan baru? Well, dibilang aktif lagi, mungkin iya. Akhir-akhir ini gue jadi pingin aktif nge-blog lagi kayak dulu. Entah kali ini bakal menulis apa, tapi yang jelas, aktif aja dulu. Mungkin, buat beberapa hari ke depan, isinya ya nggak seserius dulu (tentang pemikiran kontroversial gue), paling postingan-postingan santai aja.

Gue merubah tampilan blog simply karena gue bosen dengan yang lama. Ditambah lagi, tampilan yang lama nggak begitu menarik. Jadilah tadi subuh gue bergerilya mencari tema blog yang lebih menarik dan bisa memberi warna baru untuk blog gue ini.

Biasanya, gue akan memilih tema yang klasik dengan sidebar karena ada kesan kaku sedikit. Tapi, begitu melihat tema yang ini, gue jadi berpikir dua kali soal sidebar. Mungkin ini memang saatnya gue merubah tampilan secara menyeluruh, termasuk menghilangkan sidebar yang selalu gue pake 4 tahun belakangan. Tampilan dengan footer juga nggak jelek, contohnya tema yang ini. Footernya sengaja gue susun supaya nggak timpang, dan nyatanya, berhasil.

Tema kali ini gue pilih karena lucu dan bermodel tampilan buku klasik. Blog gue jadi terlihat seperti novel atau buku cerita. Gue rasa ini juga cocok, since isi blog gue nggak jauh-jauh dari cerita mengenai kehidupan dan isi pikiran gue. Background potongan koran juga sengaja gue pilih karena gue bosen dengan warna yang gelap. Gue mau memberi warna cerah untuk blog gue supaya yang baca juga nggak mendapat kesan kalau isi kepala gue nggak jauh-jauh dari kegelapan dan cerita satir. Hence, this look.

.

Untuk urusan konten, beberapa hari terakhir ini gue mulai banyak bahan tulisan lagi. Ya, mungkin akan ada beberapa tulisan daur ulang dari tulisan-tulisan gue sebelumnya. Tapi, minimal, gue kembali aktif di dunia blogging dan observasi amatiran. Hal yang membuat gue kembali blogging juga simpel – karena teman-teman gue mulai membuat dan menulis blog lagi. Gue juga jadi menyadari kalau kemarin gue vakum menulis di blog karena teman-teman gue juga jarang yang buka blog. Dan, seperti yang sudah gue bilang, pembaca adalah motivasi nomor satu gue. Gue jadi kurang bersemangat menulis kalau nggak ada yang membaca. Jadilah gue malas-malasan meng-update konten blog gue.

Gue menyadari isi blog gue akhir-akhir ini juga kurang worth-reading bagi sebagian besar orang. Paling yang membaca blog sejenis ini (yang sedang gue tulis sekarang) hanya teman-teman atau yang memang kenal dengan gue. Gue sempat berpikir untuk merombak tema konten supaya bisa bisa dikonsumsi orang banyak. Tapi, gue pikir-pikir lagi, untuk apa? Gue memang menulis untuk diri sendiri, untuk kepuasan pribadi, untuk sekedar mengeluarkan isi kepala yang menumpuk, bukan untuk komersil. Makanya, gue senang jika ada orang lain yang mau membaca blog gue, karena artinya tulisan gue dibaca bukan karena layak dikonsumsi umum, tetapi karena memang mereka ingin membacanya atau karena ingin tau aja.

Dilemma juga tetap ada. Di satu sisi, gue ingin tetap seperti dulu – menulis untuk diri sendiri – tapi, di sisi lain, gue juga ingin menjadi penulis komersil. Memang ada keinginan supaya lebih banyak orang yang datang berkunjung ke blog gue, memang ada keinginan untuk memajang tulisan-tulisan menarik yang worth-reading oleh orang banyak, memang ada keinginan supaya blog ini bukan hanya menjadi ‘tong sampah’ belaka.

Tapi, kembali lagi ke pertanyaan yang sama, untuk apa?

Gue menulis karena ingin dan karena suka. Gue lebih senang menulis untuk diri sendiri dan kebetulan bisa dikomersilkan, daripada menulis untuk komersil dan akan susah ketika harus menulis untuk diri sendiri. Dan isi kepala gue nggak melulu tentang observasi amatiran seputar isu sosial, kadang gue hanya ingin duduk di kamar dan menulis tentang apa yang gue rasakan. Kadang juga gue cuma menulis supaya pikiran gue nggak berantakan (iya, menulis adalah salah satu terapi gue supaya gue tetap waras).

.

Selama ini gue cuma melihat 2 tipe blogger: blogger yang memang menulis untuk komersil – di mana mereka menulis hal-hal yang bisa dikonsumsi orang banyak – dan blogger yang menulis untuk mencurahkan isi hati dan pikiran saja. Dua jenis blogger ini jelas beda jika dilihat dari kemasan tulisannya. Yang satu akan menggunakan bahasa baku untuk memberikan kesan serius, yang satu akan menggunakan bahasa slank atau bahasa planet manapun yang hanya dimengerti oleh dirinya dan/atau teman-temannya saja.

Gue? Gue rasa, gue adalah keduanya atau bukan keduanya. Jenis penulisan gue memang terkesan santai, tapi gue banyak pula menggunakan bahasa baku. Memang gue nggak punya ciri khas tersendiri dalam menulis blog, dan gue merasa sedih karenanya. Tapi, ya sudahlah, namanya juga menulis untuk kenimatan sendiri, buat apa memikirkan hal-hal yang menjurus ke arah komersil?

.

Btw, gue nggak ngerti apa tujuan penulisan postingan kali ini. Gue simply pingin nulis dan nge-update aja, sih. Tadi subuh sebenarnya gue punya satu bahan tulisan, tapi langsung hilang gara-gara gue ketiduran. Ya, nanti akan gue tulis sesegera mungkin ketika ingat.

Sekian dulu ngalor ngidulnya.

Ciao!

6 thoughts on ““Wah, Blognya Aktif Lagi!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s