Kemarin malam, mood gue untuk menggambar sedang meningkat gara-gara ngeliat Dani live streaming pas dia lagi nggambar digital. Akhirnya, gue pun ikut bikin sebuah gambar dan mendapat request gambar dari Cathy. Dia minta gue buat bikin comicstrip yang berdasarkan kisah nyata antara gue, Arby, dan dia. Kalau dipikir-pikir, gue juga udah lama nggak bikin comicstrip karena lagi kekurangan bahan. And she kind of – sort of – give me some materials for my next comicstrips.


Tragedi Tangga

Oke, gue perlu jelaskan sedikit tentang komik ini. Jelas, apa yang gue gambar adalah bahan yang sudah diolah untuk kebutuhan comicstrip. Tapi secara garis besar, inilah yang terjadi berdasarkan perspektifnya Cathy dan Arby.

Jadi malam itu, kami bertiga lagi main di rumah neneknya Arby. Kita bertiga duduk sandaran sambil mainan handphone masing-masing. Lalu, Cathy bilang kalau dia lapar. Kebetulan, sebelum kita duduk santai di kamar, Arby sudah menyiapkan bahan untuk dimasak. Jadilah setelah Cathy ngeluh lapar, kami bertiga turun ke lantai 1 untuk masak dan makan.

Karena itu berkisar pukul 3 pagi, orang-orang di rumah neneknya sudah pada tidur dan lampu sudah dimatikan semua. Kami bertiga berjalan menuruni tangga yang cukup gelap. Waktu itu juga kepala gue agak ringan karena capek dan ngantuk, gue pun nyeletuk, “Thank God, I still can see the stairs“.

Mendengar ucapan itu – yang mungkin dianggap bodoh sama Cathy – dia pun langsung nyamber, “Dude, you’re high, not blind!“, bersamaan dengan tangan gue yang pelan-pelan menggaet lengan dia untuk menuntun gue jalan. Setelah itu, gue ketawa terbahak-bahak di sepanjang perjalanan menuju dapur.

Perlu gue klarifikasi, malam itu gue ketawa karena gue jalan menuruni tangga bareng Cathy dengan pose pengantin yang lagi menuruni altar. Entah kenapa, gue merasa itu adalah hal yang lucu. Imajinasi gue ke mana-mana, makanya gue ketawa tanpa bisa berhenti.

Setelah kami sampai di dapur, pas Arby lagi mengeluarkan bahan masakan, gue nanya sama Cathy, “Cath, lo pas di tangga ngomong apa, sih? Gue nggak denger tadi“.

Si Cathy yang emosi langsung nyeletuk, “Jadi tadi lo ketawa 5 menit ngetawain apaan, nyet? Gue kira lo ketawa gara-gara joke gue, bangsat!

Gue ketawa lagi, nggak tau kenapa. Terus gue jelasin kenapa gue ketawa di tangga tadi. Tetap dia nggak bisa menerimanya. Sepertinya dosa yang gue perbuat begitu berat sehingga ia sulit untuk memaafkan gue. Ya sudahlah, ya.

Percakapan itu berakhir dengan, “I’m gonna kill you when you’re sober, Kyle“. Kemudian, kejadian ini menjadi inside joke yang menurut gue masih lucu sampai sekarang.

Well…

.

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s