Note: Ini juga merupakan mimpiku beberapa minggu yang lalu. Mimpi yang kuanggap begitu mendebarkan dan membuatku takut.


Malam itu, aku dan Cathy berada di sebuah klinik di tengah-tengah pertokoan. Kami berada di dalam ruang praktik dokter, menunggu hasil diagnosa yang dilakukan entah kapan. Kemudian, dokter yang kami tunggu akhirnya memasuki ruangan sambil membawa hasil pemeriksaan lab. Ia mengatakan sesuatu kepada Cathy yang membuatnya freak out, lalu berlari keluar klinik.

Aku terkejut melihat reaksi Cathy karena aku tidak tahu apa yang dikatakan sang dokter meskipun aku berada di sampingnya. Aku pun langsung berlari mengejar Cathy keluar klinik. Aku mendapatinya sedang berlutut di halaman parkir sambil meraung-raung. Aku berusaha mendekatinya perlahan. Begitu aku menyadari Arby berada di sampingku dan melakukan hal yang sama, aku menahannya dan memintanya untuk membiarkanku mendekati Cathy sendirian.

Setelah mendekat, aku menepuk pundaknya dan bertanya tentang apa yang dikatakan oleh dokter barusan. Cathy menatapku dengan wajah yang basah dibanjiri air mata. Tangannya memegang tenggorokannya, lalu mengatakan kepadaku kalau ia didiagnosa terkena kanker tenggorokan, stadium 3a.

Aku terdiam, tidak tahu harus berbuat ataupun merespon seperti apa. Aku sama shock-nya dengan Cathy dan Arby. Kami hanya bisa melihat Cathy yang menangis meraung-raung sambil sesekali memperhatikan kondisi sekitar klinik. Di dalam hati, aku bertanya, “Dimana pacarnya?“.


Aku terbangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s