So last night me and a few friends had a night out. It was tiring, because I have to sit at Kopikina from 4.30PM to 12.10 AM. But, it was super fun. Karena hal semalam pula, gue jadi tersadar kalau gue selama ini selalu berperan sebagai social catalyst di antara teman-teman gue. Which is more of a hobby, hahaha. Gue selalu menjadi social catalyst tanpa sadar dan kalaupun sadar, itu karena iseng aja.

.

Jadi hari Rabu malam, aslinya gue cuma janjian sama Olga di Kopikina. Kami sudah janjian sejak hari Senin lalu dan baru terealisasikan kemarin malam karena Olga juga sedang sibuk (atau mager keluar rumah, haha). Lalu, karena gue orangnya lebih suka jalan ramai-ramai, dan kebetulan gue pada dasarnya nggak punya peer group yang gue bisa ajak nongkrong secara rutin, akhirnya gue sebarlah undangan hangout di Kopikina kepada siapapun yang gue rasa bakal available.

Siang itu, gue langsung ngajak Gabby untuk bergabung karena kebetulan dia juga lagi galau. Kemudian, gue mengajak Zolanski karena gue pingin aja. Lalu gue bilang ke Cathy dan Hanna untuk join in supaya bisa meramaikan Kopikina. Dan kebetulan, Cathy mengundang salah seorang temannya, Ales, untuk bergabung dengan kami. Gue juga dari sore sudah mengundang anak-anak SEPENA yang berdomisili di Jabodetabek, tapi kayaknya pada nggak bisa. Jadilah kami bertujuh berkumpul di satu meja di pojokan Kopikina dalam rangka membuat rusuh.

S__13033512
Ki-ka: Hanna, Gabby, Olga, gue, Zol, Cathy, Ales.

Malam itu, gue bisa mengibaratkan diri gue sebagai magnet karena orang-orang yang hadir di sana datang karena gue yang mengajak atau karena mengenal gue. Kebiasaan gue juga selalu sama, nggak pernah mengatakan secara jujur siapa saja yang akan datang. Kalau ditanya di sekitar gue ada siapa, gue hanya akan menjawab orang-orang yang memang sudah hadir bersama gue. Selain karena malas ngasih harapan palsu, gue juga lebih senang kehadiran wajah-wajah baru ini sebagai kejutan. Ditambah, terkadang ada orang yang merasa canggung duluan jika diberi nama-nama yang nggak familiar atau yang nggak akrab dengan mereka. Makanya, gue selalu merahasiakan siapa saja yang bakal hadir bersama gue.

Semalam, mereka nggak merasa asing dengan wajah-wajah yang ada di sekitar gue. Pada dasarnya, mereka sudah mengenal satu sama lain (kecuali dengan Ales). Hanya saja, mereka cuma sekedar kenal nama dan wajah, nggak mengenal seperti gue mengenal mereka. Nah, saat itulah kesempatan gue untuk benar-benar memperkenalkan mereka dengan grup kecil berisi kurang dari sepuluh orang supaya percakapan tidak terjadi secara berkelompok atau perkumpulan tidak terbelah menjadi beberapa grup diskusi. Gue lebih prefer untuk membicarakan satu topik beramai-ramai, atau membicarakan dua topik di dua kubu sebagai selingan. Dan inilah yang kami lakukan semalam.

.

Gue pada dasarnya adalah seseorang yang suka meng-aproach orang lain ketika gue tertarik untuk mengenal mereka atau ketika gue sekedar iseng memperluas network. Gue sebenarnya juga asal approach tanpa mengetahui kalau kami memiliki banyak in common. Gue baru tahu ketika gue sudah mengenal mereka lebih jauh dan berbicara panjang lebar. Kalaupun tahu, gue hanya mengetahui beberapa common interest sebagai ice breaker.

Semalam, gue seperti mengatakan, “Here, let me break the ice for you guys“. Gue tahu kalau kebanyakan orang hanya mengenal nama dan wajah, melihat orang dari jauh dan langsung merasa kenal. Di antara mereka, banyak yang nggak memiliki keinginan untuk meng-aproach duluan karena kurang tertarik atau takut awkward dan sok kenal. Nah, di situlah gue berperan sebagai social catalyst dan social glue. Gue perkenalkan mereka satu per satu, gue ajak mereka membicarakan hal-hal yang gue ketahui dari mereka, dan sisanya, percakapan akan mengalir dengan sendirinya.

Seperti pengalaman-pengalaman gue sebelumnya, memang di antara mereka memiliki banyak in common atau common interest. Seperti Zol dan Olga, misalnya. Rupanya Olga pernah magang di tempat Zol magang sekarang dan mereka mengenal satu senior yang sama. Lalu Hanna dan Cathy berbaur dengan Zol menggunakan gosip-gosip yang beredar di Ask.fm. Sementara Olga dengan Hanna melanjutkan obrolan mengenai kartu tarot dan palm-reading. Gabby menjadi akrab dengan seluruhnya karena memang pada dasarnya dia asik dan kebetulan ada yang bisa dia ceritakan kepada mereka. Gue jadi mengenal Ales karena dia pernah baca postingan gue di blog ini.

Intinya, mereka semua memiliki banyak common interest dan common-common lainnya, hanya saja mereka butuh ice breaker supaya bisa saling mengenal.

.

Di beberapa kasus lain, gue juga bertanggung jawab atas pertemanan Arby dengan Cathy dan Hanna, Arby dengan Indri dan Ani, Beber dengan berbagai macam teman gue, Indri dengan berbagai macam teman gue pula, and pretty much anyone around me with everyone in my life.

Di era digital begini, gue lebih suka memperkenalkan orang the old-fashion way. Kenalin, break the ice, lalu mengawasi. Begitu sudah akrab, biasanya gue tinggal and let them hit it off together. Gue senang memperluas network, menambah koneksi, atau sejenisnya, dan gue senang pula memperkenalkan orang-orang di kehidupan gue supaya terasa kayak keluarga besar. Dan gue selalu berharap gue akan berkenalan dengan orang baru di setiap bulan.

.

Jangan pernah meremehkan kekuatan dari network, apalagi ketika lo sudah beranjak dewasa dan memasuki dunia realita. Lo boleh pintar atau termasuk jenius, tapi kalau lo nggak punya teman atau network, ya sia-sia semuanya. Hubungan darah juga nggak akan membantu banyak. Salah satu contohnya, ketika lo mau melamar kerja dan meminta bantuan orang dalam yang merupakan keluarga lo, mereka hanya akan membantu karena lo dan dia memiliki hubungan darah (which is ujung-ujungnya bakal zonk kalau lo sebenarnya nggak sebagus itu dalam bekerja). Berbeda dengan teman yang masih menjaga profesionalitas mereka ketika merekomendasikan seseorang, seorang teman biasanya hanya akan merekomendasikan lo karena kemampuan lo diakui untuk meng-handle pekerjaan tersebut (which means rekomendasi seorang teman lebih bisa dipercaya oleh bosnya).

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s