Date: 1 Juli 2016


Aku sedang berada di sebuah kamar bersama Gabby. Lalu lama-lama, banyak teman sekelasnya yang datang. Kamar tidur itu cukup kecil, tapi begitu rapi ditata dengan indah. Perabotan kamar bernuansa putih dan tempat tidurnya memiliki kain kelambu bertekstur lembut. Aku tidak tahu itu kamar siapa, aku belum pernah ke sana sebelumnya. Tapi kamar itu berukuran seperti kamar tidurku sekarang, meskipun atmosfirnya begitu asing bagiku.

Saat itu aku mengusulkan sebuah ide untuk permainan. Permainan itu bisa dimainkan oleh 3-5 orang dan membutuhkan aktivitas fisik – sehingga bagiku, permainan itu cukup menyenangkan. Tapi, lama-kelamaan, begitu banyak teman-temannya yang datang sehingga kamar menjadi terlalu penuh untuk disinggahi dan permainan jadi tidak bisa dimainkan karena ruang gerak menjadi semakin sempit. Aku sempat bertanya kepada Gabby ada berapa orang yang akan datang dan dia dengan santainya menjawab tidak tahu karena sebelumnya dia hanya asal mengundang – tidak mempertimbangkan jumlah orang yang akan hadir.

Oleh karena kamar menjadi semakin sempit, kami memutuskan untuk pindah tempat, yaitu ke mall. Di sana, aku tidak lagi bersama Gabby. Aku tidak tahu mereka berada di mana – aku bahkan tidak tahu apakah mereka berada di dalam mall yang sama denganku. Tapi aku ingat kalau aku berada di sana bersama seorang pria yang kuanggap sebagai teman atau gebetan atau calon pacar. Saat itu, aku merasa tidak ingin menghabiskan waktu bersamanya, seperti tidak nyaman. Akhirnya, aku memisahkan diri darinya, mengatakan bahwa aku butuh waktu untuk jalan-jalan sendirian dan benar-benar meninggalkannya di taman mall.

Aku ingat, saat itu sedang gerimis. Sebelumnya, hujan turun cukup deras sehingga lantai batu taman mall menjadi basah. Aku berjalan-jalan di sekitar taman di bawah payung berwarna putih. Di sepanjang perjalananku menuju ujung taman, aku melihat-lihat etalase melalui jendela yang terdapat di dinding mall. Sesekali aku menoleh, memperhatikan apa yang berada di sekitarku – etalase, pot tanaman hias, orang-orang, lantai batu, dan langit. Aku sempat menoleh ke belakang, ke arah pria yang baru saja kutinggalkan, untuk memastikan dia baik-baik saja. Kuperhatikan dirinya dari jauh – hanya memainkan ponsel di bawah rintik hujan. Aku kembali berjalan menelusuri taman mall.

Di tengah penyendirian, aku kembali bertemu Gabby dan kembali berjalan bersamanya menuju pinggir jalan untuk mencari makanan murah. Tempat itu berada di daerah sekitar bundaran HI, Grand Indonesia. Kami berjalan sedikit menjauhi Grand Indonesia hingga sampai pada sebuah tanah kosong yang cukup luas tepat di samping Grand Indonesia. Di tengah-tengah tanah kosong tersebut, terdapat beberapa gerobak kaki lima lengkap dengan tenda terpal dan meja-kursi panjang.

Sesampainya di sana, aku bertemu dengan seorang kawan yang baru saja kukenal. Dia tampak jauh berbeda dari yang kulihat sebelumnya – dari cara bicara, cara dandan, dan sorotan matanya. Entah mengapa, aku langsung bisa menebak kalau dia memiliki 2 kepribadian yang sangat kontras. Aku sempat bertanya kepadanya untuk mendapatkan konfirmasi, tetapi dia tidak menjawabnya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’ – dia hanya tersenyum dan kembali sibuk dengan ponselnya. Di sana, dia tampak lebih anggun, lebih tenang, dan lebih dewasa dengan pakaian femininnya.

Tak berapa lama, aku melihat ‘dia’ datang dan menghampiri gadis itu. Aku merasa tidak nyaman dengan kehadirannya, sehingga aku memilih untuk tidak melihat atau tidak melirik ke arahnya sama sekali – entah dia menyadari kehadiranku atau tidak, aku tidak tahu. Untung saja, mereka baru selesai makan dan bergegas pergi meninggalkan aku dan Gabby di lapak tersebut. Kawanku sempat berpamitan dan mereka berjalan menjauh keluar tanah kosong tersebut.


Aku terbangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s